Jakarta, TopBusiness—PT Cisadane Sawit Raya Tbk menerbitkan laporan keuangan kuartal 1 tahun 2020 yang tidak diaudit. Perusahaan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 175,97 miliar di kuartal 1 tahun 2020, meningkat 20,8% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Peningkatan pendapatan penjualan yang cukup signifikan ini terutama dipicu oleh tren positif kenaikan harga jual rata-rata komoditi kelapa sawit. “Hal tersebut sejalan dengan mulai pulihnya harga komoditas kelapa sawit, yang juga berhasil diiringi oleh konsistensi pencapaian volume produksi tandan buah segar (TBS),” kata Corporate Secretary Cisadane Sawit Raya, Iqbal Prastowo, dalam keterangan pers hari ini.
Laba kotor perseroan pada Q1 2021 tercatat menguat menjadi Rp 85,37 miliar, atau tumbuh 28,8% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu dengan peningkatan marjin laba bruto menjadi 48,5% di Q1 2021 dari 45,5% di Q1 2020.
Biaya operasional selama kuartal 1 tetap dapat dijaga efisien sehingga laba operasi perseroan mampu meningkat menjadi Rp 62,24 miliar dibandingkan kuartal yang sama di tahun lalu.
Laba bersih perseroan pada Q1 2021 ini ditutup positif dengan peningkatan yang cukup signifikan menjadi Rp 41,38 miliar atau kenaikan sebesar 27,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya di Rp 32,50 miliar.
“Selain itu, penting juga untuk diperhatikan bahwa kenaikan laba bersih tahunan perusahaan sebesar 27,3% lebih rendah dibandingkan dengan para kompetitor pada umumnya, namun hal tersebut dikarenakan baseline yang jauh lebih kuat yang telah dimiliki CSRA pada tahun 2019 sehingga menyebabkan peningkatan tahunan pada profitabilitasnya terlihat lebih rendah dibandingkan dengan para rekan dalam industri sejenis,” ucap Iqbal.
Kinerja positif ini juga merupakan karunia bagi CSRA di mana banyak pelaku industri lain yang sedang bergelut akibat pandemi Covid-19.
“Pada perayaan sederhana di tengah kondisi pandemi ini, perusahaan kembali membulatkan tekadnya untuk memberikan komitmen penuh dalam berkontribusi optimal kepada seluruh stakeholders secara berkelanjutan,” katanya Iqbal-nya.
