TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPR Artha Sukma, Siasat Kala Pandemi Hingga Rencananya Jadi BPR Syariah

Editor
2 June 2021 | 17:26
rubrik: BUMD, Event
BPR Artha Sukma, Siasat Kala Pandemi Hingga Rencananya Jadi BPR Syariah

Jakarta, TopBusiness – Pandemi Covid-19 berdampak ke banyak sektor usaha, tidak terkecuali sektor perbankan. Seperti halnya PT BPR Artha Sukma, di mana saat pandemi melakukan restrukturisasi. Dampaknya, bank yang dipimpin oleh Zulkipli sebagai Direktur Utama itu menurunkan angka penyaluran kredit dan harus rela kehilangan tingkat pendapatan.

“Karena situasi pandemi yang sudah berjalan 10 bulan di dalam tahun 2020 itu, kami melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp25 miliar, hampir 80% dari jumlah kredit yang direstrukturisasi dengan penurunan jangka waktu lima sampai sepuluh tahun. Yang mana tingkat kehilangan pendapatan dalam restrukturisasi itu pada tahun 2020 itu, dalam 10 bulan itu hampir Rp 750 juta kehilangan pendapatan dari restrukturisasi itu,” ungkap Zulkipli dalam sesi penjurian Top BUMD Awards 2021 yang digelar Majalah Top Business secara virtual.

Akibatnya, lanjut Zulkipli, bila dibanding dengan tahun sebelumnya (2019) target laba perusahaan tidak terlampaui, di mana hanya mencapai Rp1,986 miliar. Zulkipli mengakui, hampir 30%, setelah direstrukturisasi pun kemampuan bayar (nasabah) memang agak sulit.

“Dengan pertimbangan-pertimbangan itulah yang mana mengakibatkan pada tahun 2020, target laba (tidak tercapai). Sebenarnya kalau target laba kami (di 2020) tercapai, karena di dalam semester 2 di tahun 2020 kami mengadakan revisi, yang mana target laba itu (dari) Rp 3,2 miliar kami revisi menjadi Rp 1,5 miliar. Jadi, hampir 57% kami revisi ternyata pencapaian kami setelah revisi dari Rp 1,5 miliar menjadi Rp 1,9 miliar,” jelas Zulkipli.

Tingkat Kesehatan Bank

Lebih jauh soal tingkat kesehatan bank, Zulkipli mengatakan bahwa dari sisi CAR (Capital Aduaquaoi Ratio) BPR, karena modal disetor bertambah setiap tahun, sekarang dari 8% yang disyaratkan OJK, di tahun 2020 CAR BPR adalah 83,64%. “Karena pemda mendukung sekali dengan setoran modal tersebut,” jelas Zulkipli.

BACA JUGA:   Lewat Digitalisasi dan Sinergi, Bank Jatim Siap Jadi BPD Nomer 1 Tahun Ini

Sementara untuk Kualitas Aktiva Produktif (KAP), di sini BPR Artha Sukma ada penurunan dari 7 menjadi 6,6 persen. Adapun untukPPAP / PPAPWD 100%.

“LDR (loan to deposit ratio) kami di sini adalah perbandingan kredit berbanding dana yang diterima juga ada penurunan karena kredit kami tidak tercapai dari Rp 38 miliar hanya Rp 33 miliar, dari 2019 itu 76,6%, tahun 2020 itu 71%,” ungkapnya.

Selanjutnya dikatakan bahwa BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional) BPR Artha Sukma terdapat peningkatan, di mana pada tahun 2019 itu 64,9%, di sini (2020) naik menjadi 71,7%,karena ada kenaikan gaji karyawan juga biaya-biaya yang disesuaikan dengan kebutuhan,tetapi dalam batas sehat. Sedangkan ROA juga ada penurunan dari 2019 (6,10%) turun menjadi 4,56% (2020).

“Ini dalam situasi pandemi, karena apa pun yang terjadi semua ini pasti yang disalahkan Covid-19, tapi kami akan berjuang semaksimal mungkin,” kata Zulkipli.

Berikan PAD dan Siap Berubah Jadi BPR Syariah

Selain mengungkap kondisi perusahaan di dalam situasi pandemic, tidak ketinggalan pada sesi penjurian, Zulkipli juga membeberkan sejumlah keberhasilan dan peran bank yang dipimpinnya itu. Di antara keberhasilannya adalah BPR Artha Sukma dapat memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun ke tiga operasional dan sesuai pembagian laba kinerja tahun 2020 Bank telah memberikan total PAD sebesar 39,20 % dari modal yang telah disetorkan.

“Kami sudah dapat memberikan dalam tujuh tahun ini sudah Rp9 miliar lebih kami memberikan PAD kepada pemerintah daerah. Berjalan hampir 11 tahun. Dengan ini kami juga bisa menciptakan lapangan kerja bagi putra-putri daerah setempat,” ujarnya.

Menariknya lagi, BPR Artha Sukma juga berencana akan mengubah statusnya menjadi BPR Syariah dalam waktu ke depan.

BACA JUGA:   Ada Pemuda di Balik Kinerja BPR Jombang yang Mantap

“Karena terkendala dengan NPL kemarin melebihi dari 5% yang (awalnya) kami berencana untuk membuka kantor cabang tidak bisa. Dalam hal ini direncanakan, tahun depan kami akan berubah menjadi BPR Syariah. Saat ini dalam proses pembahasan Perda tahun ini. Jadi, itu yang akan kami ubah setiap unsur-unsur dari konvesional menjadi syariah,” ungkap Zulkipli.

Penulis: Fauzi

Tags: BPR Artha SukmaTOP BUMD Awards 2021
Previous Post

Jumlah Turis Masih Terkoreksi; Hotel Lebih Terisi

Next Post

PT Jamkrida Sumbar akan Tingkatkan Kemampuan HC dalam Mitigasi Risiko

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR