Jakarta, TopBusiness – Berdiri pada 5 Juni 1962, PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali. Dengan jumlah karyawan 1.324 orang, Bank BPD Bali berhasil meraih kinerja memuaskan di bawah komando I Nyoman Sudharma, SH.,MH, selaku direktur utama Bank BPD Bali. Ya, kinerja Bank BPD Bali tetap produktif meski pandemi covid-19 melanda Tanah Air.
“Pencapaian kinerja Bank BPD Bali sampai dengan Tahun 2020 ditengah pandemi Covid-19 sangat baik. Bank juga telah melakukan percepatan dalam mendorong pengembangan inovasi teknologi informasi untuk transaksi digital dan penguatan ekosistem digital,” terang I Nyoman Sudharma saat sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2021 secara online oleh Majalah TopBusiness, Selasa (8/6/2021).
Dari segi tingkat kesehatan bank, Bank BPD Bali berada pada peringkat 2 (Hasil Self Assessment). Begitupun bila dibanding dengan industri perbankan di Bali per Desember 2020, posisi menunjukan Bank BPD Bali lebih unggul dibanding Bank Umum di Bali. Bersumber data BPD Konvensional dan Industri Perbankan Nasional & Bali (Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali & Nusa Tenggara, pertumbuhan aset Bank BPD Bali mengalami pertumbuhan 5,9 persen, Kredit tumbuh Rp 3,9 persen dan DPK 6,91 persen, berbanding terbalik dengan bank umum di Bali yang mengalami penurunan.
Sesuai visinya, Bank BPD Bali berkomitment menjadi bank yang kuat, berdaya saing tinggi, terkemuka dalam melayani UMKM dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Terbukti, selaku perusahaan milik daerah, Bank BPD Bali tercatat telah memberi kontribusi kepada seluruh pemegang saham dengan total deviden tahun buku 2020 sejumlah Rp. 469.638.876.924,90.
“Tahun 2020, kami mendapat penghargaan dari Bank Indonesia sebagai Bank Pendukung UMKM Terbaik kategori Bank Buku 1 dan Buku 2,” ujar I Nyoman Sudharma.
Segala pencapaian tersebut tentu diperoleh dengan strategi yang jitu, baik dari sisi manajamen SDM maupun sejumlah terobosan dan inovasi yang telah dilakukan. Dibidang manajemen SDM terdapat penilaian kinerja yang dilakukan 2 kali dalam setahun. Reward & Punishment pun diberlakukan. Untuk mendukung hal tersebut lebih efisien, Bank BPD Bali memanfaatkan teknologi informasi dengan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SIM-SDM).
Ya, Bank BPD Bali telah melakukan percepatan dalam mendorong pengembangan inovasi teknologi informasi untuk transaksi digital dan penguatan ekosistem digital. Sejauh ini Bank BPD Bali telah memiliki produk dan aktivitas yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah seperti; BPD Bali Mobile (MB), BPD Bali Internet Banking (IB), BPD Bali Internet Banking Bisnis/Korporasi (IBB), Mai Laku Bank BPD Bali (Laku Pandai), Kartu ATM/Debet Bank BPD Bali, QRIS, Samsat Online, E-Retribusi dan E-Ticketing, Antrian Online dan Call Center 1500844.
Penulis: Mi’roji
