Jakarta, TopBusiness – Sebagai upaya mengembangkan pasar modal Indonesia agar kegiatan perdagangan senantiasa berjalan dengan teratur, wajar, dan efisien, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan jadwal penerapan Free Float dalam Penghitungan Indeks, pada Senin (31/5) lalu.
Sampai saat ini, terdapat 38 indeks di BEI, dan terdapat 9 (sembilan) indeks yang sudah menggunakan metodologi Free Float. Indeks lainnya masih menggunakan metode ‘rata-rata tertimbang atas kapitalisasi pasar’ atau ‘Market Capitalization Weighting’ yang bobot penghitungan indeks harga sahamnya menggunakan seluruh saham tercatat.
Demikian seperti disebutkan dalam keterangan resmi BEI yang diterima media, di Jakarta, Kamis (3/6/2021).
Sebelumnya, perubahan metodologi penghitungan indeks dari Market Capitalization Weighting menjadi Free Float ini pernah diterapkan pada Indeks LQ45 dan IDX30 pada tahun 2019.
Sedangkan 7 indeks lainnya sudah menerapkan Free Float sejak awal dibuat, seperti pada indeks IDX80, IDX High Dividend 20, IDX Value30, IDX Growth30, IDX Quality30, IDX ESG Leaders, dan IDX MES BUMN 17.
Penerapan metodologi Free Float ditujukan antara lain untuk memberikan gambaran kondisi pasar yang sesungguhnya, mengurangi beban Manajer Investasi (MI) dalam melakukan pengelolaan portofolio investasi, serta mendorong perusahaan tercatat untuk menambah porsi saham Free Float di pasar.
“Penerapan metodologi tersebut juga merupakan praktik umum yang dilakukan oleh penyedia jasa indeks bursa-bursa di dunia,” terangnya.
BEI sendiri akan melakukan evaluasi dan perubahan metodologi penghitungan indeks dari Market Capitalization Weighting menjadi Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighting secara bertahap terhadap sisa indeks lainnya yang masih berjumlah 29 Indeks.
Yakni, untuk SRI KEHATI tanggal efektif penyesuaian tahap I pada 1 Juli 2021 dengan batasan bobot (cap) sebesar 15%. Selanjutnya INVESTOR33 (1 Juli 2021/15%), BISNIS-27 (1 Juli 2021/15%), lalu Pefindo i-GRADE (1 Juli 2021/20%).
Kemudian, PEFINDO25 (2 Agustus 2021/15%), KOMPAS100 (2 Agustus 2021/9%), JII (2 Agustus 2021/15%), JII70 (2 Agustus 2021/9%), INFOBANK15 (2 Agustus 2021/20%), SMINFRA18 (2 Agustus 2021/15%), MNC36 (2 Agustus 2021/15%).
Selanjutnya, IDXBUMN20 (4 Agustus 2021/15%), IDXSMC-LIQ (4 Agustus 2021/9%), ISSI (1 Oktober 2021/9%), IHSG (1 Oktober 2021/9%), IDXENERGY (1 Oktober 2021/9%), IDXBASIC (1 Oktober 2021/9%), IDXINDUST (1 Oktober 2021/20%).
Lalu, IDXNONCYC (1 Oktober 2021/9%), IDXCYCLIC (1 Oktober 2021/9%), IDXHEALTH (1 Oktober 2021/20%), IDXFINANCE (1 Oktober 2021/9%), IDXPROPERT (1 Oktober 2021/9%), IDXTECHNO (1 Oktober 2021/25%), IDXINFRA (1 Oktober 2021/9%).
Kemudian, IDXTRANS (1 Oktober 2021/15%), MBX (1 Oktober 2021/9%), DBX (1 Oktober 2021/9%), IDXSMC (1 November 2021/9%).
“Dengan dilakukannya perubahan metodologi tersebut, maka nantinya seluruh indeks di BEI akan menerapkan metodologi Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighting,” tuturnya.
Jadwal penerapan Free Float selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3 Lampiran Pengumuman BEI No.: Peng-00148/BEI.POP/05-2021 perihal Penerapan Free Float dalam Penghitungan Indeks yang dapat secara resmi dapat diakses melalui Website BEI pada tautan: .
FOTO: Rendy MR (TopBusiness)
