Jakarta, TopBusiness – Manajemen PDAM Giri Nawa Tirta terus berupaya meningkatkan layanan air bersih untuk masyarakat Kabupaten Pasuruan, sekaligus juga memperbaiki kinerja bisnis perusahaan. BUMD milik Pemkab Pasuruan ini mengusung visi menjadi perusahaan yang maju dengan pelayanan prima, profesional dan mandiri.
Dalam presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang dilakukan secara daring, Rabu (2/6/2021), Direktur PDAM Giri Nawa Tirta Za’ari ST menjelaskan, untuk mencapai visi tersebut ada empat hal yang dilakukan. Pertama adalah pengelolaan perusahanan modern berbasis IT. Kedua, peningkatan cakupan pelayanan,serta terpenuhinya pelayanan secara kualitas, kuantitas dan kontinuitas kepada pelanggan.
Ketiga adalah meningkatkan kompetensi,profesionalisme dan kesejahteraan karyawan. Dan terakhir atau keempat adalah memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah melalui PAD.
Hadir pula dalam penjurian ini Rulli Adi Wiryanto (Kasubag Perencana Teknik), Agus Priyanto (Kasubag Penagihan), dan Devi Permatasari (Kasubag Perbendaharaan).
Za’ari menjelaskan, porsi kegiatan PDAM Giri Nawa Tirta saat ini sekitar 55 persen adalah layanan publik atau sosial, sedangkan 45 persen meraih laba. Jumlah pelanggan PDAM Giri Nawa Tirta saat ini tercatat 33.497 sambungan rumah (SR), dengan cakupan layanan teknis 13,53 persen dan secara administrasi 11,14 persen dari jumlah penduduk. Sementara itu, tingkat kebocoran air atau NRW di PDAM Kabupaten Pasuruan masih di angka 23,20 persen. Untuk rata-rata jam layanan di PDAM setiap harinya selama 22,40 jam.
Dia menjelaskan, strategi bisnis yang dilakukan PDAM Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan kinerja layanan dan bisnis antara lain adalah meningkatkan cakupan pelayanan dengan melakukan kerja sama dengan pihak swasta. “Kami menjalin kerja sama dengan swasta melalui mekanisme b to b (business to business),” ujar Za’ari.
Strategi lainnya adalah optimalisasi marketing dengan diskon pasang baru. PDAM Giri Nawa Tirta juga mengoptimalkan dan melakukan perbaikan terhadap unit produksi yang ada. Kemudian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar bekerja secara profesional. “Straregi bisnis lainnya yang kami lakukan adalah mendorong pemerintah daerah untuk menerbitkan peraturan daerah (Perda) yang mendukung bisnis PDAM,” kata dia.
Kinerja Sehat
Za’ari juga menjelaskan, kinerja PDAM Giri Nawa Tirta selama ini cukup baik. Berdasarkan hasil audit kinerja PDAM Kabupaten Pasuruan dengan indikator dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2017 hingga 2020 berada di posisi “Sehat”. Audit ini menyangkut aspek keuangan, aspek pelayanan, aspek operasional, dan aspek SDM. Tahun 2020, nilai audit kinerjanya mencapai 3,70.
Kendati ada pandemi covid-19, PDAM ini mencatat kinerja keuangan yang meningkat. Pendapatan naik dari Rp 26,9 miliar pada 2019 menjadi Rp 27,7 miliar. Laba meningkat dari Rp 5,876 miliar jadi Rp 5,877 miliar pada 2020.
Dengan perolehan laba tersebut, PDAM PDAM Giri Nawa Tirta mampu memberikan kontribusi ke pemerintah daerah melalui setoran PAD (pendapatan asli daerah) dengan angka yang terus meningkat. Dalam tiga tahun terakhir (2018-2020), PAD yang disetorkan BUMD ini berturut-turut adalah Rp 2,464 miliar, Rp 2,476 miliar, dan Rp 2,48 miliar. Tahun 2020, PDAM Kabupaten Pasuruan juga memberikan setoran pajak-pajak ke kas negara sebesar Rp 1.622.810.599.
“Kontribusi untuk pembangunan juga dilakukan oleh PDAM Kabupaten Pasuruan yaitu penghijauan menggunakan dana CSR sebesar Rp 1,378 miliar,” kata Za’ari.
Selama pamdemi covid-19 ini, PDAM Giri Nawa Tirta memberikan pembebasan denda pembayaran air. Pembebasan denda tidak berlaku untuk yang memiliki nilai rekening di atas Rp 1 juta.
