Jakarta-Thebusinessnews. Bank Indonesia meminta agar PT Bursa Efek Indonesia konsisten mengimplementasikan sejumlah kebijakan di sektor pasar modal yang telah dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan, agar tren arus modal keluar tidak terus berlanjut.
Menurut Gubernur BI, Agus Martowardojo, sejauh ini pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS lebih besar dipengaruhi sentimen negatif dari eksternal. Sementara, kata dia, katalis negatif dari domestik bersumber dari dana keluar di pasar modal.
“Jadi kalau di dunia pasar modal, itu yang penting adalah kebijakan-kebijakan yang sudah dikeluarkan bisa diimplementasikan dengan konsisten,” kata Agus di Jakarta, Jumat 2 Oktober 2015.
Dia mengungkapkan, jika kebijakan-kebijakan itu bisa diimplementasikan secara konsisten, maka hal tersebut akan menciptakan sentimen positif di pasar modal. “Pelemahan rupiah juga dipengaruhi persepsi dan sentimen. Kalau bisa dilawan dengan contoh konkret, maka itu akan bisa membangun kepercayaan,” tuturnya.
Dengan demikian, jelas Agus Marto, rupiah akan bergerak menguat yang pada akhirnya memperbaiki laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia menambahkan, saat ini faktor yang menekan perekonomian indonesia adalah transaksi finansial”Kemarin sebetulnya banyak outflow, khususnya di pasar modal. Nah, itu yang menyebabkan kondisinya banyak berpengaruh kepada nilai tukar rupiah,” paparnya.
Lebih lanjut dia menyebutkan, pada tahun ini arus modal masuk ke Indonesia jauh lebih sedikit dibandingkan 2014. “Tetapi positifnya, masih ada incoming flow, walaupun jumlahnya lebih sedikit. Ada negara lain yang incoming flow-nya sudah tidak ada,” katanya.(Az)