Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (07/06/2021) awal pekan berpotensi melanjutkan penguatan.
Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, menyatakan IHSG berpotensi melanjutkan momentum penguatan.
Pada penutupan Jumat pekan lalu (4/6) pasar AS bergerak menguat; indeks Dow Jones mengalami kenaikan sebesar 0,52%, S&P500 (0,89%), sementara Nasdaq (1,47%). Sentimen yang menjadi perhatian dari pasar adalah merilis data non-farm payroll periode Mei yang mencapai 559 ribu (sebelumnya:278 ribu), di bawah konvensi konvensi (650 ribu). Pelaku pasar global saat ini masih mengkhawatirkan isu tapering dari bank sentral AS. Yield UST 10Y terpantau turun ke level 1,55%, sementara indeks dolar AS masih berada di level yang cukup rendah (90,13).
Dari dalam negeri, terjadi penambahan 5.832 kasus baru COVID-19 pada hari Minggu (6/6) (Sabtu: 6.594 kasus) dengan angka positif sebesar 11,8% (Sabtu: 11,6%). Sejauh ini, telah ditemukan sebanyak 1,85 juta kasus COVID-19 di Indonesia, dengan 1,7 juta, di antaranya sembuh (tingkat pemulihan 91,9%). Terkait vaksinasi, sejauh ini 17,6 juta orang di Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 (+62 ribu pada Minggu) dan 11,1 juta telah menerima dosis kedua (+5 ribu pada Minggu), mencerminkan 9,7% dari total target.
IHSG bergerak menguat 3,7% selama sepekan lalu, namun terkoreksi 0,4% pada hari Jumat (4/6) ke level 6.065. Pekan lalu terjadi net buy asing sebesar Rp 339 triliun. (Rp 265 miliar pada hari Jumat). Hari ini data cadangan devisa Indonesia periode 21 Mei akan dirilis (sebelumnya: USD 138,8 miliar).
“Pagi ini pasar regional dibuka menguat, dengan Kospi +0.6% dan Nikkei +0.5%. Untuk IHSG pada hari ini kami perkirakan untuk diperkuat kembali, didukung oleh sentimen positif global dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
