TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Membuka Fakta di Buku ‘Indonesia Dalam Arus Sejarah’

Nurdian Akhmad
3 October 2015 | 15:21
rubrik: About Us

kacung 02Jakarta- thebusisnesnews.co

Tiga hari yang lalu, tepatnya 1 Oktober 2015, Indonesia kembali memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Momen sakral yang kian mempetegas pentingnya Pancasila sebagai way of life dalam berbangsa dan bernegara.
Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia yang juga tidak terpisahkan dari Pancasila ditengah upaya pihak kiri (PKI) mengganti ideologi Pancasila, tertulis dalam buku ‘Indonesia Dalam Arus Sejarah’, buku yang obyektif dan tidak memihak.

Dalam wawancara dengan thebussinesnews.co, Dirjen Seni dan Kebudayaan, Kemdikbud, Kacung Marijan mengatakan, Hari Kesaktian Pancasila adalah memperingati sebuah peristiwa adanya upaya untuk mengganti Pancasila.

“Disebut Kesaktian Pancasila karena ada upaya untuk mengganti Pancasila dan selalu gagal, inilah yang kemudian disebut sakti. Ini membuktikan bahwa Pancasila telah menjadi bagian yang sangat penting dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia,” katanya.

Dalam menyambut Hari Kesaktian Pancasila tahun ini yang ke-50, lanjut dia, dilakukan juga dengan memujudkan nilai-nilai dasar dari Pancasila itu sendiri melalui kerja keras dan gotong royong.
Menyinggung kontroversi diseputar aksi kejam G-30 S/PKI, Kacung mengatakan, pasca Reformasi telah terbit buku Indonesia Dalam Arus Sejarah.

“Salah satu peristiwa yang ditulis dalam buku ‘Indonesia dalam Arus Sejarah’ itu adalah termasuk peristiwa (G-30 S/PKI) ini. Bukunya ada 9 jilid yang menulis pun sejarahwan bermacam-macam dari berbagai perspektif dan tidak memihak serta berupaya obyektif,” tandasnya.

Selain itu, sambung Kacung, sumber sejarah diambil dari bermacam-macam sumber dan tidak satu pihak. Selama ini banyak orang yang menulis bermacam-macam mengenai peristiwa GH-30 S/PKI dari berbagi sumber dan versi. Seperti pada paper cornel dan yang lainnya, namun hal tersebut bukan sesuatu yang baru.

“Tetapi kita selalu berusaha untuk obyejtif. Bahwa ada peristiwa (G-30S/PKI) ini memang terjadi. Jika kemudian ada masalah tafsir, itu soal lain. Banyak buku sudah membahas masalah ini dan buku ‘Indonesia dalam Arus Sejarah’ bisa menjadi rujukan,” pungkasnya. (TEGUH)

BACA JUGA:   Indonesia Susun Agenda Baru Pekotaan se-Asia Fasifik
Previous Post

OJK Kumpulkan Kepala Daerah Guna Dorong Ekonomi Lokal

Next Post

Transaksi Harian Pasar Modal Meningkat 6,9 Persen.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR