Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (08/06/2021) diproyeksikan bergerak campuran.
Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, menyebutkan bahwa sentimen minim, IHSG diperkirakan bergerak campuran.
Semalam bursa AS ditutup variatif. Dow Jones -0,36%, S&P 500 -0,08% dan Nasdaq +0,49%. Pelaku pasar memilih menunggu data CPI periode Mei 2021 yang akan dirilis pada hari Kamis pekan ini. Data ini akan menjadi salah satu indikator untuk kebijakan Fed berikutnya.
Sementara itu, beberapa bursa utama Asia ditutup variatif kemarin. Hang Seng -0,5%, Kospi +0,4%, Nikkei +0,3%, STI +0,8% dan Shanghai +0,2%. IHSG sendiri ditutup menguat 0,08% ke level 6.069.9 dengan net sell sebesar Rp 190 miliar di pasar reguler. Pembelian bersih asing tertinggi dicetak saham TLKM (Rp 185,9 miliar), sementara penjualan bersih asing tertinggi terjadi pada BBRI (Rp 140,3 miliar).
Sebanyak 6.993 kasus baru COVID-19 diumumkan di Indonesia pada Senin (7/6) (+19,9% setiap hari) dengan 5.594 pasien sembuh (tingkat pemulihan 91,9%) dan 99.663 kasus aktif. Hingga saat ini, Indonesia telah mencatat total 1,86 juta kasus. Update vaksinasi nasional. Per Senin (7/06), vaksin dosis pertama telah diberikan kepada 17,77 juta orang (+132,315 setiap hari) atau setara dengan 9,8% dari target (181,5 juta). Sementara itu, dosis kedua telah diberikan kepada 11,2 juta orang (+70.312 harian).
Pagi ini indeks Nikkei dibuka dan dibuka di zona positif +0.3%, begitu juga dengan Indeks Kospi +0.3%. “IHSG kami memperkirakan akan bergerak campuran dalam kisaran terbatas hari ini karena minimnya sentimen dari dalam maupun luar negeri,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
