TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bantu UMKM, Bank Daerah Bojonegoro Salurkan Kredit Bunga Rendah

Editor
9 June 2021 | 18:55
rubrik: BUMD, Event
Bantu UMKM, Bank Daerah Bojonegoro Salurkan Kredit Bunga Rendah

Jakarta, TopBusiness – Sesuai visi yang diusung “Memberdayakan Ekonomi Masyarakat Menengah ke bawah”, PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Bojonegoro, Jawa Timur selalu konsisten menjalankan fungsi intermediasi perbankan melalui penyaluran kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Termasuk di saat pandemi Covid-19, dengan memberikan kredit ultra mikro kepada pedagang di pasar tradisional seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Demikian disampaikan ungkap Direktur Utama PD BPR Bank Daerah Bojonegoro, Sutarmini, saat presentasi dan wawancara penjurian “Top BUMD Award 2021” pada Kamis (9/6/2021) yang dilakukan secara daring (video meeting).

Hingga saat ini, sudah ribuan pelaku UMKM yang mendapatkan pembiayaan dengan berbagai macam kemudahan dari BPR Bank Daerah Bojonegoro, Jawa Timur ini. Termasuk pelaku usaha ultra mikro dan pedagang pasar yang terjerat rentenir dengan mendapatkan fasilitas pinjaman bunga ringan 3% per tahun yang berjumlah 8.450 pelaku usaha.

“Ini sesuai anjuran Pemerintah Daerah, dimana di saat pandemi Covid-19, kami juga diminta untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak pandemi, terutama masyarakat bawah dan juga para pedagang  kecil di pasar-pasar tradisional. Dalam hal ini, kami lakukan strategi jemput bola dengan mendatangi dan mendata para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional di Bojonegoro,” beber Sutarmini.

“Mereka yang terjerat pinjaman rentenir, kami bantu untuk menutupnya. Setelah itu, agar usaha mereka tetap bisa berjalan, kami siapkan pinjaman dengan bunga rendah 3% per tahun hingga maksimal Rp2 juta. Ini juga menjadi strategi kami memerangi praktik rentenir yang banyak menjerat pedagang pasar. Dalam hal ini, kami juga menjalin kerja sama dengan pihak pasar untuk bersama memberantas praktik rentenir ini,” sambung dia. Sang Dirut didampingi Direktur Operasional dan Bisnis, Moch Arief, serta Direktur Kepatuhan dan SDM, Prasto Dwi Wahjono.

BACA JUGA:   Foto - ITDC, Bank Mandiri dan Jasa Marga Bali Tol akan Gelar Mandiri NDIR'19

Ditambahkan, selain memberikan kredit, BPR Bank Daerah Bojonegoro juga melakukan pembinaan terhadap pengusaha mikro kecil, menengah, termasuk  untuk masyarakat pada sektor pertanian. Direksi juga telah melakukan inovasi untuk mendorong debitur BPR agar terhubung dengan suau ekosistem digital, sehingga dapat bertahan di masa pandemi ini.

Dalam kaitan ini, jajaran Direksi membuat kebijakan untuk fokus pada sektor ekonomi yang punya prospek untuk dibiayai. Adapun sektor usaha yang potensial pada masa pandemi covid-19 ini adalah sektor agribisnis, ritel e-commerce, serta program kredit Ultra Mikro.

Untuk pengembangan usaha, Bank Daerah Bojonegoro juga aktif melakukan promosi ke pasar dengan diadakan Grebek Pasar setiap akhir pekan. Cara ini dilakukan melalui sistem jemput bola. Termasuk  menawarkan kredit ultra mikro dengan bunga 3 % per tahun. Hingga saat ini telah menjangkau 70 pasar dan 190 desa dengan jumlah debitur 6.565 orang.

Guna meningkatkan daya saing, perusahaan juga melakukan strategi inovasi melalui pengembangan teknologi infomasi (TI), baik di sistem manajemen, operasional, maupun layanan nasabah. Di antaranya dilakukan dengan pengembangan Media Sosial (Medsos) sebagai media promosi yaitu pembuatan Pamflet digital, Website Perusahaan dan sistem Pengawasan Kredit (untuk mengetahui kondisi NPL/PAR/OTP secara harian).

Inovasi bisnis di bidang sistem juga dilakukan di antaranya bekerja sama dengan Fastpay dalam PPOB (payment point online bank), Virtual Account untuk mempermudah nasabah melakukan pembayaran atau transaksi tabungan, sehingga dapat memudahkan nasabah membayar dimana pun dan kapan pun.

“Kami juga berencana me-launching Mobile Banking untuk mempermudah nasabah melakukan transaksi keuangan, membayar Baznas, membayar tagihan listrik, telepon, PDAM, pembelian pulsa, dan lainnya,” ujar Dirut BPR Bank Daerah Bojonegoro, Sutarmini ini.

BACA JUGA:   Bank Sleman Kolaborasi BUMD untuk Jaringan Air Bersih

Melalui berbagai strategi bisnis yang dilakukan, secara keseluruhan rasio-rasio kinerja PD BPR Bank Daerah Bojonegoro tahun 2020 telah memenuhi kriteria BPR berkatagori SEHAT. PD BPR Bank Daerah Bojonegoro telah melakukan penerapan  tata kelola yang secara umum BAIK.

Hal ini tercermin dari pemenuhan yang memadai atas penerapan prinsip tata kelola terutama terkait pemenuhan pedoman kebijakan dan prosedur. Penilaian Tabulasi Self Assesment PD BPR Bank Daerah Bojonegoro sesudah penerapan manajemen risiko dan sesuai kriteria atau indikator yaitu dengan nilai komposit 2,15.

Dalam beberapa bidang, PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro juga mampu mencatat peningkatan kinerja dengan pencapaian angka yang cukup baik. Pertama, total asset mengalami peningkatan sebesar Rp20.944.833 ribu atau tumbuh sekitar 6,66% dari Rp314.687.314 ribu pada tahun 2019 menjadi Rp335.632.147 ribu pada akhir tahun 2020. 

Kedua, perusahaan juga berhasil menaikan kualitas kredit pada tahun 2020 hal ini tercermin dengan turunnya NPL nett menjadi  3,38% dari sebelumnya sebesar 6,79% pada tahun 2019. Total outstanding kredit  nett tahun 2020 yang berhasil disalurkan sebesar Rp209.493.258 ribu atau meningkat sebesar 69,99% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp123.236.238 ribu.

Sepanjang tahun 2020 kinerja PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro dapat dikatakan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari indikator rasio kesehatan bank khususnya NPL yang tercatat sebesar 3,38% dengan katagori SEHAT. Kredit yang telah disalurkan pada posisi akhir 2020 tercatat baki debet nett sebesar Rp209.493.258 ribu dari posisi akhir 2019 sebesar Rp123.236.238 ribu atau naik 69,99%.

Hingga akhir tahun 2020, PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro mampu membukukan laba sebelum pajak bagi perusahaan sebesar Rp17.212.889 ribu atau naik sekitar 24,28% dari tahun 2019 sebesar Rp13.850.150 ribu. Dengan terus membaiknya kinerja ini, BPR ini juga bisa terus memberikan kontribusi terhadap Pemerintah Daerah, di antaranya dengan berkembangnya BPR secara sehat bisa memberikan setoran PAD, sehingga ada peningkatan jumlah PAD setiap tahunnya.

BACA JUGA:   Tiada Henti Inovasi untuk Menjadi Bank Terbesar di Bengkulu dan Luar Bengkulu

Dengan sederet prestasi ini, PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro tahun ini menjadi salah satu finalis dan nominasi 200 BUMD Terbaik, dari sekitar 1.150 BUMD di Indonesia di ajang corporate rating “TOP BUMD AWARDS 2021.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian NawaCita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.

Penulis: Ahmad Chury

Tags: PD BPR Bank Daerah BojonegoroTOP BUMD Awards 2021
Previous Post

Kelola Human Capital dan Inovasi Bisnis, BPR Bank Boyolali Torehkan Kinerja Mengkilap

Next Post

PDAM Tarakan Komitmen Kembangkan IT Kejar Performa Bisnis dan Pelayanan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR