Jakarta, TopBusiness – Mengusung visi utama “Mewujudkan Pelayanan yang Memenuhi Standar K3 dan Menuju Pelayanan Prima Berbasis IT”, Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan, Kalimantan Utara atau PDAM Tarakan mulai serius melakukan transformasi dan inovasi baru berbasis Information Technology (IT), termasuk di tengah pandemi Covid-19 yang sangat berperan mendukung operasional dan layanan pelanggan.
Sistem IT yang telah dikembangkan, di antaranya aplikasi billing system, aplikasi Geographic Information System (GIS), aplikasi pembaca meter, aplikasi e-Procurement, aplikasi laporan, serta pengembangan website perusahaan.
Selain itu, juga dilakukan perbaikan sistem IT untuk aplikasi pegawai atau SDM (HR), sistem aplikasi gaji, serta absensi. Dengan pengembangan aplikasi IT ini, operasional perusahaan dan layanan pelanggan di tengah pandemi Covid-19 tetap bisa berjalan normal. Misalnnya, permohonan sambungan baru maupun transaksi pembayaran bisa dilakukan melalui sistem online. Penggunaan TI juga dilakukan untuk kegiatan pelelangan barang/jasa & kegiatan di bidang lainnya.
“Peran IT selama pandemi Covid-19 ini memang sangat dominan, baik untuk menunjang kerja karyawan, operasional di lapangan, maupun layanan pelanggan. Dengan IT memudahkan perusahaan dalam menyampaikan informasi ke pelanggan, baik informasi terkait tagihan rekening, maupun penyampaian adanya gangguan pelayanan dari dan ke pelanggan,” ungkap Kepala Bagian Perencanaan PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Muhammad Jufri saat presentasi dan wawancara “Top BUMD Award 2021”, pada Selasa (8/6/2021) yang dilakukan secara secara online melalui aplikasi zoom meeting.
“Dengan adanya billing system pembayaran bisa dilakukan online, cepat dan valid, tanpa harus datang ke loket pembayaran, sehingga bisa menghindari kerumunan atau antrian pembayaran rekening air. Memang belum semua aplikasi IT terintegrasi, dan inilah ke depan yang akan terus kita perbaiki,” sambung dia lagi.
Sesuai dengan proporsi yang diberikan, di mana 15% berorientasi profit (laba) dan 85% layanan publik atau sosial, PDAM Tirta Alam Kota Tarakan sangat menyadari bahwa pelayanan tetap menjadi hal utama, terutama dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat pelanggan yang saat ini berjumlah 36.556.
Karena itu, pihaknya terus berupaya untuk mengedepankan pelayanan terbaik yang juga selalu ditekankan kepada seluruh insan di lingkungan perusahaan.
Survei Kepuasan Pelanggan
Dalam kaitan ini perusahaan juga telah melakukan survei kepuasan pelanggan. Survei ini dilakukan Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan di tahun 2020 lalu bekerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan terhadap jumlah Sambungan Rumah (SR) sebanyak 36.061 pelanggan.
Pendekatan pengambilan sample ini menggunakan Rumus Slovin dengan tingkat margin error 5%, Sample Responden dalam penelitian sebanyak 5.665 Responden. Mereka terdapat empat (4) Kecamatan, yakni (Tarakan Barat, Tarakan Timur, Tarakan Tengah dan Tarakan Utara) terdiri dari dua puluh (20) Kelurahan.
Rata-rata hasilnya baik, bahkan dalam kategori tertentu mendapat penilaian sangat baik. Misalnya di Kecamatan Tarakan Utara, untuk Debit Air (Kuantitas) skornya 73,42 atau Baik, sedangkan kontinuitas pasokan air skor 73,11 Baik, Kualitas Air 88,43 atau Sangat Baik, Pencatatan Meter 86,23 Sangat Baik, Pemasangan Baru 89,61 Sangat Baik, dan layanan Pengaduan 78,83 Baik.
Demikian pula berdasarkan penilaian Indikator Kinerja Aspek Pelayanan (berdasarkan Direktorat Air Minum Dirjen Cipta Karya-Kementerian PUPR, hasil yang didapat dengan Nilai Poin Lima (5), naik 20,51% dari tahun sebelumnya (tahun 2019).
“Dengan porsi 85 % layanan publik atau sosial, memang pelayanan ini menjadi target utama kami. Target pelayanan yang dicanangkan perusahaan ini juga sejalan dengan visi-misi Pemerintah Kota Tarakan untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, sebagai entitas bisnis, aspek usaha dan profit tetap tak ditinggalkan agar bisa mencetak laba dan mampu memberikan kontribusi PAD ke Pemkot Tarakan. Dalam kaitan ini berbagai strategi dilakukan. Tahun lalu, meski pandemi, perusahaan berhasil meningkatkan pendapatan operasi dan melakukan efesiensi biaya untuk menaikkan Laba Operasi.
Langkah melakukan efisinsi biaya itu terlihat pada laporan Kas setara Kas, di periode tahun 2019 Saldo Kas senilai Rp5.090.658.953 di periode akhir tahun Desember 2020 Saldo Kas meningkat senilai Rp14.189.801.884, selisih kenaikan di tahun (2020-2019) senilai Rp9.099.142.931 dan di perjalanan priode tahun 2021 (hingga Triwulan I + s/d April) saldo Kas senilai Rp21.101.912.959.
Dengan sederet inovasi dan prestasi ini, PDAM Tirta Alam Kota Tarakan tahun ini kembali menjadi salah satu finalis dan masuk nominasi 200 BUMD Terbaik, dari sekitar 1.150 BUMD di Indonesia di ajang “TOP BUMD Awards 2021.
Kegiatan corporate rating ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian NawaCita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Penulis: Ahmad Chury
