Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi penutupan perdagangan Kamis (04/6/2021) di Bursa Efek Indonesia berpeluang lanjutkan penguatan.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan bahwa IHSG berpeluang melanjutkan penguatan didukung sentimen dalam negeri.
Bursa AS ditutup semalam. DJIA turun 0,44% ke level 34.447, diikuti S&P500 (-0,18%) dan Nasdaq (-0,09%). Investor menantikan data inflasi AS periode Mei 2021 yang akan datang di pasar di angka 4,7% yoy, atau lebih tinggi dari periode sebelumnya (21 Apr: 4,2%). Di pasar harga minyak WTI pagi ini berada pada level USD 69/barel sementara harga emas terpantau pada level USD 1,891/toz.
EIDO ditutup menguat 0,82%, sementara IHSG Rabu (9/6) naik 0,8% ke level 6.047 dengan BBCA, ARTO, dan BMRI sebagai penggerak utama teratas. Net buy asing di pasar reguler terpantau mencapai Rp 146,8 miliar. Saham yang mencatat nilai net buy tertinggi adalah BBCA (Rp 302,9 miliar), disusul ARTO (Rp 151 miliar), dan TLKM (Rp 85,4 miliar), sementara net sell dicetak oleh AMRT (Rp 182,4 miliar), diikuit MIKA (Rp 97,6 miliar), dan BBRI (Rp 48 miliar). Sepanjang minggu ini (Senin-Rabu), IHSG melemah 0,18% dengan total net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 317 miliar.
Sebanyak 7.725 kasus COVID-19 baru dilaporkan di Indonesia kemarin, (Selasa: 6.294), dengan 5.883 pasien sembuh (Selasa: 5.805) dan 170 meninggal (Selasa: 189). Dengan tambahan kasus baru tersebut, jumlah total kasus yang ditemukan di Indonesia telah mencapai 1.877.050 kasus dengan rasio kasus ditutup sebesar 94,6% per 9 Juni 2021 (8 Juni 2021: 94,6%).
Data Consumer Confidence Indonesia per 21 Mei yang baru saja dirilis menunjukkan peningkatan ke angka 104.4 (Apr-21: 101.5) menjanjikan harapan yang lebih tinggi terkait perbaikan ekonomi. “Hari ini, IHSG kami perkirakan yakin akan kabar baiknya kabar tentang pembelian pada sektor perbankan, serta pemerintah tidak akan menaikkan tarif cukai hasil tembakau pada 2022. Hal tersebut dapat menjadi katalis positif bagi sektor rokok serta konsumer secara keseluruhan,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
