Jakarta, TopBusiness—PT Jaswita Jabar pada saat terjadinya dampak Covid-19 tidak mengadakan PHK (pemutusan hubungan kerja) kepada para karyawan. Malah justru merekrut karyawan baru.
Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur Utama Jaswita Jabar, Deni Nurdyana, hari ini, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2021, melalui jaringan internet. Itu adalah suatu ajang penilaian-penghargaan untuk BUMD se-RI yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga seperti Institut Otonomi Daerah, Dwika Consulting, Yayasan Pakem, Melani Harriman and Associaties, Lembaga Kajian Nawacita, Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Padjajaran, dan lainnya-lainnya.
Deni menjelaskan bahwa untuk tahun pembukuan 2020, Jaswita Jabar mencatatkan laba sebesar Rp5,41 miliar. Angka tersebut lebih bagus daripada perolehan laba pada tahun 2019 yang di Rp2,67 miliar.
Menyiasati dampak Covid-19 ke bisnisnya, BUMD tersebut menggelar sejumlah strategi. Satu di antara itu adalah digelarnya pertunjukan musik dan tari secara online/virtual. “Kemudian, kami pun mengadakan event virtual heritage tour di hotel, dan lain-lain,” papar Deni.
Untuk mendapatkan revenue yang cepat, Jaswita Jabar juga menggelar bisnis tes swab antigen secara drive thru. Dalam hal ini, anak usaha dari BUMD tersebut bekerja sama dengan pihak lain seperti pengelola klinik.
Sementara, di kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan SDM Jaswita Jabar, Shobirin Hamid, mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan perusahaan lain dalam mengadakan virtual reality bernama ‘Tour de Bandung’. “Program seperti ini akan terus kami kembangkan. Kami sudah mulai melakukan program tersebut di unit bisnis pariwisata,” papar Shobirin.
Kini, kata Shobirin, program seperti itu kini lebih tertuju ke para pehobi petualangan wisata. Nantinya akan tertuju juga kepada kalangan umum.
Deni Nurdyana juga menjelaskan bahwa kinerja bisnis Jaswita Jabar dalam tren naik dalam beberapa tahun belakangan. Misalnya saja, sejak tahun 2019, Jaswita Jabar sudah bisa menyetorkan dividen ke pemegang saham, begitu pula pada tahun 2020. “Sebelumnya, selama puluhan tahun, tidak pernah ada setoran dividen ke PAD (pendapatan asli daerah),” Deni menjelaskan lebih lanjut.
Program CSR dari Jaswita Jabar pun ada yang sudah berdampak nyata kepada masyarakat. Contoh untuk hal tersebut dapat ditemui dalam CSR pengembangan desa wisata di Pangandaran; di situ, ada kerja sama dengan Universitas Padjajaran.
Baru dimulai di awal tahun 2021, program tersebut pada saat ini sudah mendatangkan keuntungan pada kisaran Rp 100 juta sampai Rp200 juta, untuk badan usaha milik desa (bumdes).
