TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Walau Diterpa Pandemi, BPRS Magetan Bisa Cetak Laba dan Setor PAD

Editor
10 June 2021 | 08:31
rubrik: BUMD, Event
Walau Diterpa Pandemi, BPRS Magetan Bisa Cetak Laba dan Setor PAD

Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan yang memiliki aktivitas usaha Jasa Perbankan berdasarkan prinsip syariah, kinerja PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Magetan terus berada pada tren positif, bahkan di saat pandemi Covid-19 sekalipun. Bukan tanpa alasan, secara umum bank yang berdiri sejak tahun 2012 ini kinerja keuangan yang sangat baik.

Hal itu seperti dipaparkan oleh Endah Kundarti, selaku Direktur Utama BPRS Magetan di hadapan para juri TOP BUMD Awards 2021.

“Dapat kami sampaikan kinerja keuangan kami di tahun 2020, untuk CAR rasio kami 63,25%, peringkat satu, yakni sangat baik. Untuk KAP (Kualitas Aktiva Produktif) 1,56%, juga masih dalam peringkat satu (sangat baik). NPF (Non Performing Finance) 2,27% dalam kondisi juga sangat baik. ROA (return on asset) 3,83%, itu juga peringkat satu (sangat baik). BOPO (Biaya Pendapatan) 73,03% kondisi juga sangat baik. Sedangkan Cash Ratio (CR) kami, Alhamdulillah walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19 kami masih bisa bertahan di 17,06%, predikat sangat baik,” ungkapnya.

Seiring dengan itu, tidak ketinggalan Endah juga memaparkan sejumlah pencapaian pada bank yang dipimpinnya tersebut. Misalnya untuk pedanaan (funding), BPRS yang menargetkan Rp24,4 miliar, berhasil merealisasikannya menjadi Rp25,69 miliar atau tercapai 105%. Pun dengan pembiayaan atau kredit dengan target Rp28,4 miliar, BPRS Magetan berhasil merealisasi Rp33,28 miliar atau tercapai 117% dari target. “Untuk pendapatan kami tercapai 124%, pengeluaran kami tercapai 125%, sedangkan untuk laba targetnya Rp1,18 miliar tercapai 1,4 miliar (119%). Untuk asset, target kita Rp42,7 miliar, tercapai Rp44,15 miliar, tercapai 103%,” lanjut Endah.

Guna mengukur tingkat kepuasan nasabah terhadap layanan yang diberikan, pada tahun 2020 BPRS Magetan melakukan survey kepuasan pelanggan dengan cara bertanya secara langsung kepada para nasabahnya. Seperti dikatakan Endah, dari pertanyaan langsung tersebut BPRS Magetan bisa memperoleh gambaran mengenai tingkat layanan dan produk yang diterima oleh masyarakat dan bisa melakukan evaluasi serta perbaikan-perbaikan. “Dan direncanakan di tahun 2021 kami akan melakukan survey kepuasan pelanggan secara tertulis,” tandasnya.

BACA JUGA:   DEFEND ID Teken Perpanjangan Perjanjian Kerja Sama Dengan FSTP Unhan

Tidak ketinggalan dalam paparannya, Endah juga mengungkap sejumlah terobosan atau prestasi perusahaan di bidang pemasaran dan layanan pelanggan, seperti dengan melakukan penambahan petugas layanan dan meningkatkan kemampuan bagi petugas yang melakukan pick up servis. Tentunya petugas tersebut juga berkewajiban memberikan edukasi dan cross selling kepada nasabah terkait produk dan layanan.

Terobosan lainnya adalah melalui pengaktifan Medsos (media sosial), baik Web, IG, Faceebook PT. BPRS Magetan (Perseroda) maupun dari seluruh karyawan. Ada juga sistem Getok Tular dan Pendekatan Emosional pada para nasabah, serta menambah Mobil Pay dalam melayani nasabah sehingga tidak perlu datang ke kantor.

Sementara berkaitan dengan pandemi Covid-19, BPRS Magetan juga menerapkan strategi layanan sebagai berikut.

1. Mengedukasi nasabah dengan memberikan informasi bahwa untuk pembayaran angsuran maupun menabung bisa dilakukan dengan mentransfer ke Rekening PT. BPRS Magetan (Perseroda) di Bank Umum Syariah dengan melalui internet banking, mobile banking maupun ATM.

2. Mengurangi kunjungan nasabah ke kantor dengan cara lebih aktif ke lapangan atau nasabah untuk pick up service pembukaan tabungan, pembiayaan, setoran tabungan/deposito ataupun angsuran dengan menggunakan mobile pay.

3. Menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kantor dengan menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, adanya pembatas di meja teller, customer service, mengatur jarak tempat duduk nasabah dan memberi masker kepada nasabah yang datang apabila tidak memakai masker.

4. Menyediakan kebutuhan vitamin di kantor untuk karyawan dan untuk petugas lapangan diberikan sarung tangan, masker dan hand sanitizer.

Kontribusi Bagi Daerah

Selain kinerja, tentu hal yang patut menjadi sorotan dari sebuah perusahaan BUMD adalah kontribusinya terhadap pemerintah daerah dan pembangunan daerah di mana perusahaan beroperasi. Sudah barang tentu, dalam hal ini BPRS Magelang sudah melakukan sejumlah hal terkait dengan kontribusinya bagi daerah.

”Yang pasti, yang pertama kami berkontribusi melalui deviden yang disetorkan setiap tahunnya, yang selalu meningkat. Bahkan di masa pandemi, BPRS Magetan masih bisa memberikan setoran PAD sebesar Rp735 juta. Sedangkan total PAD yang sudah kami setor, kami beropasi 8 tahun itu sebesar Rp 3,4 miliar, dan di tahun 2015 kami bisa BEP, artinya kami baru bisa setor PAD,” ujar Endah.

BACA JUGA:   Inilah BPR Dengan Segudang Prestasi, BPR Bangli

Lalu, yang kedua kontribusi BPRS Magetan dilakukan melalui program Mutabarok Bunda Sejahtera membantu masyarakat magetan terhindar dari rentenir. Dikatakan melaui program ini BPRS Magetan memberikan pembiayaan tanpa jaminan, nasabah menerima utuh, gratis administrasi, asuransi dan sekaligus mengedukasi masyarakat untuk menabung dan berinfaq shodaqoh. “Layanan mutabarok bunda sejahtera tidak hanya di pasar-pasar perkotaan bahkan kami menyisir ke lokasi-lokasi yang tidak dapat dijangkau bank umum seperti perbatasan wonogiri dan Karanganyar. Kami juga menyisir pasar-pasar di pinggiran. Diharapkan terdapat pemerataan layanan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat magetan,” ungkap Endah.

Selanjutnya, kontribusi BPRS Magetan diwujudkan dalam bentuk CSR. Di mana sesuai arahan kepala daerah (bupati) di sana, CSR yang dimiliki BPRS Magetan dipergunakan untuk mendukung program-program dari Pemda Magetan. Salah satunya program untuk membantu renovasi/membuat rumah tidak layak huni yang bekerjasama dengan Dinas Perkim. “Hampir setiap tahun terdapat 2 rumah yang kita bedah baik renovasi atau dibangun,” pungkasnya.

Penulis: Fauzi

Tags: BPRS MagetanTOP BUMD Awards 2021
Previous Post

PT LKM Rangkasbitung Tampil Lebih Baik dan Efisien Berkat Program SKA-25

Next Post

IHSG masih di Area Positif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR