Jakarta-Thebusinessnews. Pengembang properti dari seluruh level, mulai dari developer kelas bawah, menengah dan atas harus mengkaji kembali strategi bisnisnya kembali dikarenakan dengan melemahnya dan perlambatan perekonomian Indonesia.
Menurut Head of Advisory Jones Lang LaSalle, Vivin Harsanto dengan kondisi di atas Pengembang harus lebih kreatif serta

inovasi dalam menghadapi situasi perlambatan perekonomian ini. Karena daya beli masyarakat mengalami penurunan pula oleh sebab itu mereka harus melakukan penyesuaian jenis dan kualitas produk, strategi harga, insentif dan cara pembayaran .” Serta strategi pendanaan proyek dengan melakukan kerjasama dengan investor local ataupun asing.” ujar dia di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2015
Lanjut Vivin walaupun perekonomian mengalami perlambatan tingkat hunian perkantoran di Central Business District (CBD) relative stabil dan berada di level 91%. Hal ini dikarenakan masuknya pasokan baru ke CBD dengan jumlah permintaan yang terbatas. Terjadi permintaan positif sekitar 3,700 sqm yang sebagian besar berasal dari konsolidasi penyewa yang berada di luar CBD.
Sementara itu pasokan perkantoran yang baru masuk di daerah luar CBD dengan tingkat serapan terbatas juga turut serta menurunkan tingkat hunian ke level 86%. Pasokan yang baru beroperasi di daerah CBD adalah AIA Sentral sementara Wisma MRA dan The Suites Tower adalah pasokan baru untuk daerah luar SCBD. ( AL)