Jakarta, TopBusiness – Sederet capaian positif Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Sanjiwani Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali membuatnya kembali terpilih sebagai Finalis ajang TOP BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah Top Business.
Secara umum, aktivitas usaha Perumdam Tirta Sanjiwani yaitu jasa pelayanan air minum yang terdiri dari sistem jaringan perpipaan akses aman dan air minum.
Kinerja Bisnis
Sebagai Finalis TOP BUMD Awards 2021, Perumdam Tirta Sanjiwani telah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan dewan juri yang diselenggarakan secara online pada 11 Juni 2021. Mewakili perusahaan dalam kesempatan ini I Made Satra Kencana selaku Direktur Utama; I Nyoman Darmadiasa selaku Direktur Umum; dan I Wayan Suastika selaku Direktur Teknik.
Dalam presentasinya kepada dewan juri, I Made Satra Kencana memaparkan ringkasan tingkat kinerja perusahaan yang dipimpinnya.
“Penilaian Kinerja berdasarkan Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999, Hasil penilaian terhadap kinerja PERUMDA Air Minum Tirta Sanjiwani bernilai Baik berdasarkan 3 aspek kinerja yaitu indikator Keuangan, Operasional, dan Administrasi, menunjukan bahwa capaian nilai kinerja Tahun 2020 sebesar 68,55 terjadi penurunan sebesar 1,91 dibandingkan capaian kinerja tahun 2019 sebesar 70,46 yaitu aspek Keuangan (Laba) dan aspek Administrasi.”
“Kemudian, penilaian berdasarkan Indikator BPPSPAM, Hasil Penilaian Tingkat Kesehatan PAMTS dengan kategori Sehat berdasarkan 4 Aspek (Keuangan, Operasional, Pelayanan, dan Sumber Daya Manusia) menunjukan bahwa capaian nilai kinerja Tahun 2020 sebesar 3,50 atau ada peningkatan sebesar 0,06 dibandingkan capaian kinerja Tahun 2019 sebesar 3,44.”
“Saat ini, Jumlah Langganan (SL): 61.338; Cakupan Layanan: Teknis : 59, 72 persen; Tingkat NRW: 39,34 persen; Kualitas Air Minum: Memenuhi Syarat Air Bersih dengan nilai 3; dan Rata-rata Jam Layanan/hari: 23,65 jam/hari.”
Kemudian, ia juga menerangkan kondisi/tantangan khusus, yang dihadapi/mempengaruhi kinerja perusahaan yang dipimpinnya, “Kondisi yang kami hadapi dari aspek Produksi: Idle capacity, Pengendalian volume produksi air, VSD, Monitoring online.”
“Distribusi: Zonasi dan District Meter Area, 60 persen Jaringan dilakukan ALD dan ALC, pergantian dan kalibrasi meter air.”
“Langganan: 23,65 JAM Layanan, tekanan air ke pelanggan 80 persen diatas 0,7 bar, servis pelanggan 18 jam, SOP penyambungan rumah.”
“SDM dengan rasio pegawai 3,83/seribu SR; Efektifitas penagihan 96,49 persen; dan Solvabilitas 1.697 persen.”
Untuk tantangan yang dihadapi saat ini, ia melanjutkan keterangannya, pertama, produksi sumber air dimana tarif listrik masih menggunakan tarif bisnis, konflik pemanfaatan sumber dengan masyarakat, regulasi ijin sumber.”
Kedua, distribusi ada masalah ijin lahan untuk jaringan/galian aspal, tidak tersedia lahan untuk jaringan pipa, topografi daerah layanan yang berelevasi.
Ketiga, langganan, adanya pengembangan Pamsimas di wilayah pelayanan PAMTS, kemudahan mendapatkan ABT, menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi. Terakhir, penyesuaian tarif.
Selain mendapat target kinerja yang penilaiannya berdasarkan Kepmendagri No. 47 Tahun 1999 dan indikator BPPSPAM, Perumda Tirta Sanjiwani juga mendapat target kinerja berdasar Perda/penugasan oleh Kepala Daerah.
“Pertama, pembentukan Unit Usaha AMDK. Dimana kamidapat PMPD 44 Milyar lebih terdiri dari Nilai investasi Rp26 M dan Modal Kerja Rp18 M,” ujar Made Sastra Kencana.
“Kami juga dipilih untuk mengikuti program HAMBK yaitu Program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja terdiri dari: Program Rencana Bisnis, Rasio Operasi, ATR, EE, KuA.”
Terkait aspek pelayanan/kepuasan pelanggan, Perumda Tirta Sanjiwani telah melakukan Survei Kepuasan Pelanggan yang dilakukan secara berkala. Untuk tahun 2020, jumlah respondennya 6.008, dengan persentase jawaban:
- sangat baik/sangat puas sebanyak 16.345 jawaban atau 27, 21 persen
- baik/puas sebanyak 29.796 jawaban atau 49, 59 persen
- kurang baik/kurang puas sebanyak 11.787 atau 19, 62 persen; dan
- tidak baik/tidak puas sebanyak 2.1525 atau 3, 58 persen.
Kemudian untuk terobosan, inovasi, atau prestasi bidang pemasaran/layanan pelanggan yang sudah dilakukan, “Penyesuaian tarif air minum dan restrukturisasi golongan pelanggan rumah tangga; Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menyerap evaluasi dan masukannya; Meningkatkan kecepatan penanganan pengaduan setiap ada keluhan pelanggan, memastikan akurasi dan ketepatan pencatatan meter air, dan reward pembaca meter.”
“Kemudian, memberikan diskon 30 persen dan keringanan mencicil terhadap biaya Sambungan Baru; Penerapan ISO 9001-2015; Kebijakan program penekanan tingkat kehilangan air berbasis zona pilihan’; Menyediakan layanan online melalui medsos (FB, IG, Website, WhatsApp) untuk memudahkan akses menerima pengaduan dan penyampaian informasi ke pelanggan,” jelas Made Sastra Kencana.
Manajemen dan Tata Kelola
Menurut Made Sastra Kencana, manajemen SDM yang dijalankan telah selaras dengan dengan strategi bisnis perusahaan, “Kami memberikan Tunjangan kinerja, kesejahteraan; Tunjangan personil monitoring pelayanan zona; Uang saku personil operator pompa (siaga 24 jam); Biaya tim program penurunan NRW (konsumsi dan vitamin); Bonus tim penanggulangan ATR; dan Bonus personil pembaca meter pelanggan.”
“Kemudian menyediakan kelengkapan sarana & prasarana keselamatan kerja; Tunjangan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan; Biaya tim promosi dan sosialisasi; Manajemen keselamatan kerja malam personil (k3); dan menerapkan program GESI.”
“Bukan hanya itu, juga dilakukan peningkatan kompetensi SDM, Direksi, Komisaris/Pengawas dengan, “Penerapan ISO 9001-2015; Rekrutmen pegawai secara terbuka dengan melibatkan Akademisi dan Ahli; Pelatihan in house training program komputer Ms. Excel & Word; Kecepatan penanganan pengaduan; dan Assesment Pegawai & Pejabat.”
“Kami juga mengadakan Diklat dan pelatihan untuk Pejabat Perumda; Pengembangan survey pegawai berdasarkan demografi; Pengembangan alat penunjang/sarana prasarana pegawai; Pengembangan Kuantitas dan Kualitas SDM; dan Pembangunan budaya, keragaman dan kerjasama antar pegawai.”
Survei kepuasan karyawan pada Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani pun sudah dilakukan secara berkala. Untuk tahun 2020, dari 232 karyawan sebagai responden penelitian, didapat hasil 142 karyawan sangat puas (61, 21 persen); 85 karyawan puas (36, 64 persen); 5 karyawan kurang puas (2, 16 persen ) dan 0 karyawan tidak puas (0 persen).
Pemanfaatan Teknologi Informasi
Terkait pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) dalam operasional Perumdam Tirta Sanjiwani, ia menjelaskan, “Sistem pembayaran rekening air secara online melalui bank (m-banking, ATM, Virtual Account), dan Kantor Pos Indonesia (Pos Pay, agen-agen Pos).”
“Menyediakan layanan online melalui medsos (FB, IG, Website, WA) untuk memudahkan akses menerima pengaduan dan penyampaian informasi ke pelanggan. Sistem monitoring proses produksi dan pembacaan WM Produksi secara online.”
“Pemasangan loger meter air dan tekanan (pressure gauge) untuk monitoring online pelayanan. Pembuatan software sistem android bacaan tekanan manometer untuk percepatan informasi kondisi layanan.”
“Kerjasama dengan Bimasakti tentang ssstem pelaporan keuangan secara terintegrasi, dan pembacaan meter dengan Barcode. Juga pemetaan Jaringan Pipa dengan Program Quantum-GIS.”
Perbaikan Sistem/Inovasi Bisnis
Kemudian ia menjelaskan sederet perbaikan sistem/inovasi bisnis yang telah dijalankannya, “Program penekanan tingkat kehilangan air berbasis zona pilihan. Kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Gianyar dibidang Perdata, Tata Usaha Negara dan penagihan piutang rekening tak tertagih.”
“Sistem pembayaran rekening air secara online melalui bank (m-banking, ATM, Virtual Account), dan Kantor Pos Indonesia (Pos Pay, agen-agen Pos). Sistem monitoring proses produksi dan pembacaan WM Produksi secara online.”
“Program Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) APBD. Program Hibah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) APBN.”’
“Program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja (HAMBK) APBN. Program WUIP dengan Australia (AWA).”
“Terakhir, kerjasama jual beli air SPAM Petanu dan BBT.”
Strategi/Layanan di Masa Pandemi COVID-19
Seiring dengan adanya Pandemi Covid-19 dan Era Kenormalan Baru, Perumdam Tirta Sanjiwani telah menerapkan sejumlah langkah mengutamakan Protokol Kesehatan, antara lain:
- Sosialisasi dalam bentuk pamflet, brosur, surat edaran dan via radio secara interaktif terhadap krisis COVID-19 kepada Pegawai dan Pelanggan
- Tidak dikenakan sanksi keterlambatan pembayaran selama Pandemi COVID
- Pemberian Keringanan Pencicilan terhadap rekening air dan biaya sambungan baru
- Penyediaan fasilitas pola hidup bersih, sehat dan melaksanakan 3M
- Pemilihan prioritas investasi yang menyasar kebutuhan pelanggan seperti wilayah yang pelayanannya kurang maksimal dan menekan kebocoran air.
- Pengaturan waktu kerja dan WFH
Kontribusi ke Pemda, Pembangunan Daerah & Visi Presiden RI 2019-2024
Menurut Made Sastra Kencana manajemen Perumdam Tirta Sanjiwani telah mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan paerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Tahun 2019 kami setor ke PAD Rp4.154.518.246,14 dan untuk tahun 2020 sebesar Rp842.241.170.07,” ungkapnya.
“Kami juga memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat Gianyar,” tambahnya.
Sedangkan terkait visi presiden, pihaknya juga berkontribusi dengan melaksanakan HAMBK , MBR, SPAM Regional SARBAGITA (Petanu dan Ayung) pembangunan JDU Spam Blahpane.
“Kemudahan pelayanan dengan sistem online. Pengembangan jaringan pipa dan perluasan cakupan layanan, Pelatihan SDM melalui diklat, outbound, dan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah untuk AMDK dan HAMBK, dan Kerjasama penyediaan air baku dengan pihak swasta,” jelas Made Sastra Kencana.
Penulis: Teguh Imam S
