Jakarta, TopBusiness – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan sekaligus menggelar RUPS Luar Biasa. RUPS sendiri dipimpin Abdur Rahim Hasan, selaku Komisaris Independen IPCC.
Dan salah satu mata acara RUPS tersebut adalah, pemegang saham sepakat untuk tidak membagi dividen di tahun ini. Dijelaskan Hasan, hasil keputusan RUPS dimana IPCC pada tahun ini tidak membagikan dividen seiring dengan kinerja Perseroan yang sedang mengalami penurunan.
“Pada RUPS ini, menyetujui untuk tidak membagikan dividen Perseroan untuk Tahun Buku 2020 sehubungan dengan hal-hal yang telah disampaikan oleh Direksi. Direksi diminta berkerja keras untuk melakukan upaya-upaya peningkatan kinerja perseroan di tahun 2021, sehingga nantinya dapat memberikan dividen yang lebih optimal kepada investor,” kata Hasan, seperti dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (16/6/2021).
Menurutnya, sejumlah program kerja dari setiap direktorat secara bertahap mampu dioptimalkan, sehingga dapat menjaga kinerja maupun roda perusahaan dapat berjalan dengan baik meski sempat dihadang adanya imbas Pandemi Covid-19. “Segala bentuk pencapaian tersebut harus dijadikan momentum untuk dapat meningkatkan kinerja Perseroan di masa berikutnya,” pesan Hasan.
Rio T.N. Lasse, Direktur Operasi dan Teknik IPCC menambahkan terkait sejumlah hal penting yang merupakan pencapaian IPCC. Menurut dia, adanya pandemi Covid-19 membuat kegiatan bisnis dan usaha secara keseluruhan sempat terhenti, sehingga memengaruhi roda perekonomian nasional.
Adanya peraturan terkait dengan pembatasan kegiatan di bidang industri lainnya secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kegiatan logistik dan jasa kepelabuhan. Belum lagi adanya kebijakan pembatasan keluar masuk kegiatan ekspor dan impor maupun lockdown di sejumlah negara juga turut mempengaruhi kegiatan usaha di sektor logistik dan jasa kepelabuhan.”
Dari sisi kinerja operasional, dari sisi kendaraan penumpang (CBU) di Terminal Internasional mengalami penurunan 29,22% (YoY) untuk layanan ekspor menjadi 230.760 unit CBU sepanjang 2020; impor sebesar 33.231 unit atau turun 55,68% (YoY).
Untuk segmen Alat berat ekspor naik 52,05% (YoY) sebanyak 6.278 unit dan impor turun 59,10% (YoY) menjadi 3.578 unit yang ditangani. Pada segmen General Cargo/Spareparts naik 1,08% (YoY) untuk ekspor dan impor lebih rendah 38,28%.
Pada Terminal Domestik sebanyak 120.381 unit CBU ditangangi sepanjang 2020 atau turun 8,11% (YoY) dengan penyeberangan melalui Dermaga Panjang turun 68,78% (YoY) dan melalui Dermaga Ex-Presiden turun 69,28% (YoY); Segmen Alat berat yang ditangani turun 16,70% (YoY) dengan jumlah 16.219 unit dengan penyeberangan melalui Dermaga Panjang turun 75,06% (YoY) dan melalui Dermaga Ex-Presiden turun 78,94% (YoY); General Cargo/Spareparts turun 42,55% (YoY); serta bongkar muat Motor turun 1,75% (YoY).
Selain, kinerja operasional, Rio juga menyampaikan kinerja keuangan dan saham IPCC. Tercatat, sepanjang 2020, angka rasio marjin Perseroan cenderung mengalami penurunan, Operating Margin tercatat -5,0%; Net Margin -6,7%; dan EBITDA margin 32,7% seiring adanya kenaikan penyusutan atas imbas pencatatan Aset Hak Guna.
Angka RoE tercatat -0,02% dan RoA -0,01%. Sepanjang 2020, pendapatan IPCC sebesar Rp356,53 miliar atau lebih rendah 31,86% dibandingkan 2019 sebesar Rp523,22 miliar. Dengan terjadinya penurunan di sejumlah Beban Pokok Pendapatan, IPCC mampu mencatatkan Laba Kotor sebesar Rp75,71 miliar atau lebih rendah 65,21% dari tahun sebelumnya.
Di sisi lain, meningkatnya Beban Operasional sebesar 5,51% menjadi Rp93,43 miliar dari tahun sebelumnya membuat Perseroan mencatatkan penurunan laba Operasional yang tercatat minus Rp17,72 miliar dari tahun sebelumnya yang tercatat positif Rp129,09 miliar.
“Alhasil, dari sisi bottom line tercatat rugi tahun berjalan sebesar Rp23,77 miliar dibandingkan tahun lalu yang tercatat laba tahun berjalan sebesar Rp135,30 miliar,” katanya.
Hasil RUPSLB
Dari hasil RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui dan menerima pengunduran diri sekaligus memberhentikan dengan hormat: Yon Irawan sebagai Komisaris Utama Perseroan, terhitung sejak tanggal 15 Maret 2021.
Lalu, memberhentikan dengan hormat: Marta Hardi Sarwono sebagai Komisaris; memberhentikan dengan hormat: Arif Isnawan sebagai Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis; memberhentikan dengan hormat: Dessy Emastari Prihatiningtyas sebagai Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia.
Di sisi lain, pada mata acara tersebut juga disampaikan sejumlah nama-nama baru yang menempati posisi di Perseroan, di antaranya menetapkan dalam Rapat ini untuk menunjuk Mega Satria sebagai Komisaris Utama Perseroan.
Terhitung sejak ditutupnya Rapat, dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikannya sewaktu-waktu dan menyetujui untuk mengangkat: Mega Satria sebagai Komisaris Utama, LM. Arya Bima Yudiantara sebagai Komisaris Independen, Rio Theodore Natalianto Lasse sebagai Direktur Utama, Agus Hendrianto sebagai Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis, Andi Hamdani sebagai Direktur Operasi dan Teknik, dan Feri Irawan sebagai Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia.
Selain itu juga mengangkat kembali: Dwijanti Tjahjaningsih sebagai Komisaris serta Abdur Rahim Hasan sebagai Komisaris Independen.
FOTO: Istimewa
