Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (17/6/2021) berpotensi bergerak sideways.
Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, berjudul minim sentimen, IHSG berpotensi sideways.
Bursa AS ditutup melemah semalam. DJIA turun 0,77% ke level 34.033, S&P500 (-0.54%) dan Nasdaq (-0.24%). The Fed masih mempertahankan tingkat suku bunga saat ini, namun mengindikasikan potensi kenaikan pada 2023 atau lebih cepat dari rencana awal 2024. Rencana tersebut didorong oleh percepatan vaksin serta ekspektasi perbaikan ekonomi.
EIDO ditutup melemah 2,1%, sementara IHSG kemarin melemah 0,17% ke level 6.078 dengan BBRI, BBCA, dan CPIN sebagai top lagging movers. Net sell asing di pasar reguler terpantau mencapai Rp 392,5 miliar. Saham yang mencatatkan nilai net sell tertinggi adalah BBRI (Rp 775,7 miliar), PGAS (Rp 31 miliar), dan TBIG (Rp 30,6 miliar) sementara net buy asing tertinggi dicatatkan oleh ARTO (Rp 235,7 miliar), BMRI (Rp 80,2 miliar), dan MDKA (Rp 50,9 miliar). Sepanjang minggu ini (Senin-Rabu), IHSG melemah 0,28% dengan total net buy asing di pasar reguler mencapai Rp 128,7 miliar.
Sebanyak 9.994 kasus COVID-19 baru dilaporkan di Indonesia kemarin (Selasa: 8.161), dengan 6.229 pasien sembuh (Selasa: 6.407) dan 196 meninggal (Selasa: 164). Dengan tambahan kasus baru tersebut, jumlah total kasus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia telah mencapai 1.937.652 kasus dengan rasio kasus ditutup sebesar 93,8% per 16 Juni 2021 (15 Juni 2021: 93,9%).
Rilis data ekonomi yang ditunggu hari ini adalah 7DRRR Indonesia per Jun-21 yang diproyeksikan pasar akan stabil di level 3,5% (May-21: 3.5). “Hari ini, IHSG kami perkirakan berpotensi bergerak sideways dengan minimnya sentimen dari global maupun domestik,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
