Jakarta, TopBusiness – Di era pandemi yang membuat kondisi perekonomian nasional dan global menurun dratis ini, semua perusahaan dituntut untuk dapat menciptakan peluang bisnis. Tujuannya jelas, agar perusahaan tetap dapat menghasilkan pendapatan dan tidak melakukan pengurangan SDM.
Kemampuan menciptakan peluang tersebut, juga menjadi tugas PT Agro Jabar, sebuah Perseroda milik Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Berbeda dengan perusahaan lain yang terpaksa terdampak oleh pandemi, PT Agro Jabar tidak hanya mampu bertahan tapi juga mampu berkibar dengan kinerja yang dihadirkannya.
Catatkan Kenaikan Laba Hingga 900%
Sebagai perusahaan yang memfokuskan bisnisnya untuk pengembangan bisnis yang dapat membantu petani mulai dari pembinaan, perencanaan, penyediaan bibit dan pembelian hasil panen, PT Agro Jabar mencatatkan kinerja yang tidak main-main. Pada tahun 2020, Perseroan kembali berhasil mencatatkan laba positif sebesar Rp 14,3 miliar. Laba ini meningkat dibandingkan dengan laba di tahun 2019 yaitu sebesar Rp 1,5 miliar.
Kinerja keuangan di tahun 2020, juga mencatatkan peningkatan. Baik dari angka penjualan, laba kotor dan laba bersih. Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2019, terdapat peningkatan signifikan di mana laba tahun 2020 mencapai hampir 900%. Sebuah kenaikan yang tentu sangat kuar biasa dibandingkan dengan tahun 2019 yang hanya sebesar Rp 7 miliar. Dapat dikatakan bila pencapaian di 2020, telah melebihi hampir 200% dari target RKAP.
Menurut Direktur Utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar, SAP.,M.M selepas penjurian TOP BUMD 2021, raihan laba hampir 900% tahun 2020 merupakan raihan terbesar yang pernah dibukukan perusahaan. Dengan raihan ini, menempatkan Manajemen PT Agro Jabar selama 3 tahun berturut-turut dimulai tahun 2018 – 2020, menghasilkan laba positif. Pencapaian ini tentu dapat dijadikan pemicu BUMD lain, untuk dapat menghasilkan laba positif sekalipun di era pandemi.
“Semua raihan tersebut, terlaksana berkat dipicu adanya Project bantuan Non Tunai berupa penjualan komoditi untuk program bantuan Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat”, kata Kurnia Fajar.
Didukung oleh Inovasi
Menurut Kurnia Fajar kembali, raihan kinerja yang ditorehkan PT Agro Jabar sesungguhnya tidak lepas pula dari inovasi dan terobosan yang telah dilakukan perusahaan. Ada 3 inovasi dan terobosan utama yang selama ini dilakukan. Inovasi dan terobosan tersebut adalah sebagai berikut.
Pertama. Inovasi dan terobosan bidang pemasaran. Pada bidang ini, PT Agro Jabar dan PT Pupuk Indonesia Pangan (PT PIP) memprakarsai Kerjasama dalam upaya peningkatan ketahanan Pangan di Jawa Barat melalui Penandatanganan MoU tentang Dukungan Peningkatan Ketahanan Pangan terutama dalam penyaluran beras dan bahan pokok. PT Agro Jabar juga berpartisipasi dalam Program Jaring Pengaman Sosial untuk pengadaan Pengadaan Vitamin C dan C-Legar Puree Lemon. Selain itu, PT Agro Jabar menjadi Pelaksana Bansos Tahap III Provinsi Jawa Barat.
Kedua. Inovasi dan terobosan bidang Human Capital. Pada bidang ini, PT Agro Jabar melakukan seleksi SDM yang terbuka dan profesional. PT Agro Jabar juga melaksanakan pelatihan-pelatihan guna mampu menciptakan inovatif bisnis untuk peningkatan kinerja SDM di perusahaan.
Ketiga. Inovasi dan terobosan bidang Inovasi Bisnis. Pada bidang ini, PT Agro Jabar melakukan perbaikan sistem distribusi, branding produk melalui Platform Market Place, peningkatan kualitas produk, serta melakukan survei terhadap produk dan kualitas layanan dari perusahaan. Dengan hal tersebut, maka banyak hal yang didapat. Dengan Branding Produk melalui Platform Market Place misalnya, inovasi dan terobosan ini mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Demikian juga dengan peningkatan kualitas produk. Inovasi dan terobosan ini membuat hadirnya kepuasan pelanggan atas produk yang dibeli, sehingga mampu memenuhi ekspektasi para pembeli.
Ikut Hadirkan Kontribusi BUMD
Dengan adanya kinerja yang positif tersebut pula, PT Agro Jabar menurut Kurnia Fajar, kemudian mampu ikut hadir memberi kontribusi BUMD. Beberapa kontribusi yang dihadirkan diantaranya adalah sebagai berikut.
Pertama, pada bidang Keuangan. Perusahaan mampu mencatatkan laba perusahaan yang positif di tahun 2020. Selain itu perusahaan mampu membangun sinergitas BUMD guna pendanaan Penanaman Jahe dan Bansos. Kedua, pada bidang Penjualan. Perusahaan mampu meningkatkan pendapatan melalui bisnis lemon dengan adanya Pandemi Covid 19. PT Agro Jabar juga mampu hadir menjadi salah satu Penyedian Bantuan Sosial (Bansos) bekerjasama dengan Bulog dan Pemprov Jabar.
Ketiga, pada bidang Perkebunan. Di sini PT Agro Jabar mampu mengoptimalisasi lahan di beberapa lokasi aset perusahaan. Seperti misalnya mengoptimalisasi Kebun Wanaraja Garut seluas 10,6 Ha, Emplasement (8,9) Ha dan Sawah seluas 1,7 Ha, serta mengoptimalisasi pembuatan Smart Greenhouse dengan metode Pertanian Infus. Terakhir, mengoptimalisasi Kebun Cikajang Garut melalui penanaman Tumpangsari tanaman lemon dan kopi pada lahan seluas 16 Ha.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
