TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kolaborasi BUMN Hasilkan Champion

Albarsyah
17 June 2021 | 08:52
rubrik: BUMN
Waktunya Direktur BEI Diisi yang Berkarir dari Bawah

Ilustrasi Human Capital/Istimewa

Jakarta, TopBusiness – 11 perusahaan BUMN Klaster Pangan dan Pupuk sepakat meluncurkan Indonesia Food and Fertilizer Research Institute (IFFRI) dan Indonesia Food & Fertilizer Learning Institute (IFFLI) atau “Learning & Research Institute” di Jakarta, Rabu (16/6).

Dalam kolaborasi ini, Pupuk Indonesia melalui Indonesia Fertilizer Research Institute (IFRI)  dipercaya sebagai champion untuk IFFRI. Sedangkan Perum Bulog, melalui Bulog Corporate  University, menjadi pemimpin atau champion untuk IFFLI.

Adapun BUMN yang tergabung dalam Research & Learning Institute ini adalah Pupuk  Indonesia, Perum Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Selain itu juga PT Sang  Hyang Seri, PT Pertani, Perum Perikanan Indonesia, PT Perikanan Nusantara, PT Bhanda  Ghara Reksa, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Berdikari, dan PT Garam.

Dalam acara peluncuran IFFRI dan IFFLI tersebut, Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha  Mansury, menjelaskan bahwa kolaborasi ini dibangun untuk menghasilkan talenta terbaik dan  inovasi yang implementatif dari BUMN klaster pangan dan pupuk. Kolaborasi ini juga menjadi  jawaban tantangan bisnis di masa mendatang untuk Indonesia.

“Indonesia mempunyai market yang besar dan peluang besar. Tinggal bagaimana BUMN  Indonesia mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, nelayan dan  peternak.” ujar Pahala. “Kita melihat masih ada kekurangan dalam hal global  competitiveness di industry pangan, BUMN harus menjadi ujung tombak inovasi di  Indonesia.”, tegasnya dalam keterangan resminya kepada Top Business.id.

Lebih lanjut Pahala mengungkapkan bahwa kerjasama antara Pupuk Indonesia dengan  BUMN pangan dan Bulog ini nantinya dapat berkolaborasi meningkatkan daya saing sehingga  BUMN Indonesia dapat menjadi pemain regional dalam hal ketahanan pangan. “Untuk itu, kita  membutuhkan inovasi bersama”, kata Pahala. 11 BUMN yang bersinergi ini juga harus dapat  menghasilkan talenta-talenta muda terbaik, menghasilkan riset yang bermanfaat, praktikal  dan membanggakan. “BUMN tentunya tidak dapat melakukan semuanya sendiri. Harus ada  kerjasama dengan berbagai research center dan juga perguruan tinggi”, tegasnya.

BACA JUGA:   Ini Rekor Konsumsi BBM di Jateng-DIY Saat Mudik

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, menjelaskan bahwa  pihaknya sangat menyambut baik arahan Kementerian BUMN untuk membuat Indonesia  Food and Fertilizer Research Institute ini. “Kami yakin, dengan riset yang terintegrasi, kita  dapat menghasilkan produk-produk riset yang lebih baik, lebih terarah, terkoordinasi dengan  baik dan tidak terjadi tumpang tindih atau redundancy riset diantara lembaga atau perusahaan  yang ada.”, kata Bakir. “Kita juga dapat menyatukan sumber daya kita, baik itu SDM, teknologi  maupun tacit knowledge yang dimiliki setiap perusahaan.”, tambahnya.

Sebagai Ketua Klaster BUMN Pangan atau calon holding BUMN industri pangan, Direktur  Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi, menyampaikan bahwa dengan adanya IFFRI  dalam konteks pangan akan berperan sebagai akselerasi pencapaian BUMN Klaster pangan  mencakup riset pangan dari hulu ke hilir, mulai dari sistem produksi pangan seperti  optimalisasi on farm dan off farm, demplot, optimalisasi produksi garam pangan dan industri.  berperan untuk mengkaji hilirisasi produk pangan seperti produk turunan gula / tebu, diversifikasi produk ikan, daging, beras dan produk pangan lainnya, hingga riset sistem  distribusi pangan dan pemanfaatan teknologi.

Sementara itu, Direktur Human Capital Perum Bulog, Purnomo Sinar Hadi menambahkan  IFFLI diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas karyawan BUMN klaster pangan dan  pupuk dengan menyelenggarakan program pembelajaran. Materi di dalamnya merupakan  kolaborasi antar anggota Research & Learning Institute,” ujar Purnomo.

Foto: istimewa

Previous Post

SKK Migas Gandeng Pushidrosal untuk Dukung Capian Target Tahun 2030

Next Post

DAHANA Salurkan Bantuan bagi Pelaku UMKM Penyandang Disabilitas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR