TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Inovasi Perumdam Tirta Projotamansari Dukung Terwujudnya Bantul Smart City

Editor
17 June 2021 | 14:05
rubrik: BUMD, Event
Inovasi Perumdam Tirta Projotamansari Dukung Terwujudnya Bantul Smart City

Jakarta, TopBusiness – Sederet inovasi positifPerusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Projotamansari, KabupatenBantul, Provinsi Jawa Tengah membuatnya terpilih sebagai Finalis ajang TOP BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah Top Business.

Secara umum, aktivitas usahaPerumdam Tirta Projotamansari,sebelumnya bernama PDAM Tirta Dharma Bantul, sebagai salah satu unit usaha milik daerah yang bertujuan melayani masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih dengan sistem perpipaan baik dari segi kuantitas, kualitas dan kontinuitas sehingga dapat memberikan profit bagi Perusahaan dan Pemerintah Daerah (PAD).

Kinerja Bisnis

Sebagai Finalis TOP BUMD Awards 2021, Perumdam Tirta Projotamansari telah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan dewan juri yang diselenggarakan secara online pada 15 Juni 2021. Mewakili perusahaan dalam kesempatan ini Arinto Hendro Budiantoro, S.E selaku Direktur.

Dalam presentasinya kepada dewan juri, ia menjelaskan 3 strategi bisnis yang dijalankannya, “Pertama, peningkatan pelayanan dengan Inovasi Pelayanan Publik (PDAM Bantul SIAP PRIMA); Pembayaran rekening air onlinesystem; Pembacaan meter air secara online system; Memperluas outlet-outlet pembayaran; Peningkatan Kapasitas Produksi; Meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas (K3); Meningkatkan percepatan Pasang Sambungan Baru; Mempercepat penanganan pengaduan pelanggan; Bekerjasama dengan Developer/Pengembang dan SPAM Regional.”

“Kedua, melaksanakan ekspansi pengembangan pasar dengan membuka jalur distribusi pipa yangbelum terjangkau oleh perusahaan.”

“Ketiga, mencari usaha baru yang masih sesuai core busines perusahaan, dimana produk, pasar, teknologi dan kebutuhan sumber daya masih serupa yaitu bidang air minum yaitu produk air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merk Banyu.”

Menurutnya, ketiga strategi tersebut mendukung kinerja perusahaan yang dipimpinnya, “Penilaian Kinerja berdasarkan Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999, berdasarkan hasil audit kinerja, selama periode 2018 – 2020, kami memiliki kinerja yang “Baik” dengan hasil penilaian > 60berdasarkan 3 aspek kinerja yaitu indikator Keuangan, Operasional, dan Administrasi. Untuk capaian nilai kinerja Tahun 2020 sebesar 68,5.”

“Kemudian, penilaian berdasarkan Indikator BPPSPAM, Hasil Penilaian Tingkat Kesehatandengan kategori “Sehat” berdasarkan 4 Aspek (Keuangan, Operasional, Pelayanan, dan Sumber Daya Manusia) menunjukan bahwa capaian nilai kinerja Tahun 2020 sebesar 3,88.”

“Saat ini, Jumlah Langganan (SL): 36.971; Cakupan Layanan: Teknis: 25,45 persen dan Administrasi: 22, 20 persen; Tingkat NRW: 25,03 persen; dan Rata-rata Jam Layanan/hari: 24 jam/hari.”

Kemudian, ia juga menerangkan kondisi/tantangan khusus, yang dihadapi/mempengaruhi kinerja perusahaan yang dipimpinnya, “Tarif listrik PLN yang setiap tahun naik; tumbuhnya SPAM yang dikelola oleh masyarakat; tersedianya sumber air dari sumur dangkal di masyarakat;dan tarif SPAM Regional yang lebih tinggi dari HPP PDAM Bantul;

“Kami juga menghadapi tantangan berupa kualitas air permukaan dari waktu ke waktu semakin menurun sehingga pemakaian bahan kimia semakin bertambah yang menyebabkan biaya bahan kimia menjadi bertambah; Erupsi gunung berapi dan banjir mengakibatkan air permukaan terjadi pendangkalan dan intake menjadi terganggu bahkan tidak berfungsi.”

BACA JUGA:   FOTO - MRT Jakarta dan Kemendikbud Kerja Sama Kenalkan Budaya

Sebagai solusinya, ia menegaskan perusahaan telah menjalankan, “Melakukan efisiensi pemakaian listrik; Meningkatkan 3 K pelayanan PDAM dan melakukan sosialisasi ke masyarakat bahwa air PDAM sudah memenuhi syarat kesehatan sesuai Permenkes No. 492 Tahun 2010 tentang persayaratan kualitas air minum.”

“Kami juga mengkomunikasikan dengan pengelola SPAM Regional agar tarif ditinjau kembali, sedangkan intern PDAM berusaha meminimalissir pemakaian sumber air dari SPAM Regional tersebut. Terakhir, Mencari alternatif sumber air baku.”

Kepada dewan juri, Arinto mengungkapkan untuk pencapaian target kinerja bisnis berdasar Perda/penugasan oleh Kepala Daerah. “Sejak tahun 2017 hingga 2020, kami mencatat kinerja bisnis yang baik.”

“Setoran PAD selalu meningkat, untuk tahun 2019 sebesar Rp 688.063.700 dan 2020 sebesar Rp742.156.800. Laba perusahaan juga selalu meningkat, di tahun 2019 sebesar Rp 1.251.024.970 dan 2020 sebesar Rp 1.349.376.110.”

“Saldo Kas dan Setara Kas juga selalu selalu meningkat, untuk tahun 2019 sebesar Rp 11,7 miliar dan 2020 sebesar Rp 14,7 miliar.”

“Demikian juga jumlah pelanggan. Bahkan di tahun 2020 lalu, untuk pertama kali kami berhasil menggaet 3.000 pelanggan baru. Jika tahun 2019, berjumlah 33.889 meningkat menjadi 36,971 di tahun 2020 lalu,” tuturnya.

Ia melanjutkan pemaparannya, “Kinerja keuangan kami tahun 2019-2020 mengalami peningkatan, diantaranya Laba Bersih Setelah pajak, Equitas, Kas dan setara kas, Pendapatan Operasi, Penerimaan Rekening Air, Total Aktiva.”

Pencapaian target kinerja bisnis itu, menurut Arinto, juga sebagai kontribusi perusahaan ke pemerintah daerah.

Terkait aspek pelayanan/kepuasan pelanggan, perusahaan juga sudah melakukan survei kepuasan pelanggan dengan membagikan kuisoner kepada pelanggan setiap semester pertahunnya dan dilaporkan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul.

“Hasil survei dari tahun 2019 sampai tahun 2020 menunjukkan bahwa perusahaan mengalami peningkatan mutu pelayanan dari predikat Baik menjadi Sangat Baik 3,” ujar Arinto kepada dewan juri.

Ia kemudian melanjutkan presentasi dengan menjelaskan berbagai terobosan, inovasi, atau Prestasi bidang Pemasaran/ Layanan Pelanggan,“Platform pembayaran sudah bisa dilakukan diberbagai e-commerce, antara lain: Bukalapak, Link Aja, DANA, Tokopedia, GoPay, dan I-Saku.”

Kemudian,akses informasi bisa lebih mudah didapat dengan aplikasi PDAM yang terdapat di Playstore yaitu PDAM Bantul SIAP PRIMA.

Manajemen

Menurut Arintoko, Perumdam Projotamansari telah menjalankan Program 100-0-100 yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

BACA JUGA:   Terapkan GRC, Target Bisnis Bank Tulungagung Tercapai

Kemudian, motivasi kerja karyawan dengan penetapan Slogan Tahunan (Berkembang Bersama Melayani SepenuhHati).

Ada juga slogan PERUMDAM Bantul “SIAP PRIMA” (Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Pengaduan, Rekening, Informasi Lainnya Melalui Android).

“Itu semua merupakan terobosan daninovasi kami untuk aspek Human Capital,” urainya kepada dewan juri.

Pemanfaatan Teknologi Informasi

Terkait pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) dalam operasional perusahaan, iamenjelaskan, “Inovasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi melalui Android (PDAM SIAP PRIMA). Dalam aplikasi ini pelanggan dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan informasi seperti mengetahui jumlah tagihan rekening air, gangguan aliran air, pemasangan sambungan baru, penyampaian pengaduan dan informasi penting lainnya. Pemanfaatan teknologi ini juga bagian untuk mewujudkan Bantul Smart City yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera.”

“Berikutnya, SMART (Sistem Manajemen dan Analisa Rekening Terpadu), APPLE (Aplikasi Penerimaan Pendapatan Lengkap), pelayanan berbasis SMS Center, SICATER (Sistem Informasi Pencatatan Meter) dan SIA (Sistem Informasi Akuntansi Terpadu).”

“Kami juga telah membuatPeta Jaringan dengan GIS (Geography Information System).”

Perbaikan Sistem/Inovasi Bisnis

Kemudian ia menjelaskan perbaikan sistem/inovasi bisnis yang telah dijalankannya, “Salah satunya dengan menerapkan sistem berbasis online. Selain membuat sebuah aplikasi yang dapat meningkatkan pelayanan, perusahaan juga berkolaborasi dengan pihak lain dalam mempermudah sistem pembayaran konsumen.”

“Dengan berbasis online, pelanggan dapat melakukan pembayaran melalui aplikasi e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee. Selain itu pelanggan dapat membayar melalui agen-agen resmi perusahaan seperti indomart, kantor pos, bank BRI dan lain lain sehingga tidak perlu datang langsung ke perusahaan.”

Manfaat dari inovasi itu, lanjut Arinto, dengan sistem berbasis online secara internal dapat memudahkan dan mempercepat pekerjaan administratif perusahaan secara tepat.

Sedangkan bagi eksternal, pelanggan dapat lebih mudah dalam melakukan pembayaran dan pengaduan terkait pelayanan perusahaan. Selain itu, dengan adanya pembukaan agen-agen pembayaran, perusahaan memberikan kesempatan kepada masyarakat mendapatkan peluang pekerjaan dan juga memberikan tambahan pendapatan bagi pihak lain seperti Indomaret, kantor pos, dll.

Strategi/Layanan di Masa Pandemi COVID-19

Seiring dengan adanya Pandemi Covid-19 dan Era Kenormalan Baru, Perumdam Tirta Projotamansari telah menerapkan sejumlah langkah, antara lain:

  • Menerapkan protokol kesehatan di seluruh lingkungan perusahaan, baik di pusat maupun di unit-unit, dengan menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak antar karyawan maupun antar pelanggan, menyediakan masker bagi pengunjung yang tidak mengenakan, dan selalu melakukan sterilisasi lingkungan perusahaan setiap hari, sehingga dapat memberikan kepercayaan dan kenyamanan kepada pelanggan
  • Sistem berbasis onlineuntuk mengurai kepadatan pelayanan ataupun mengurangi mobilitas pelanggan sehingga dapat mengurangi penyebaran/penularan Covid-19
  • Melaksanakan vaksinasi kepada seluruh SDM/karyawan perusahaan
  • Memberikan beberapa keringanan kepada pelanggan sesuai golongan seperti pengurangan denda/tunggakan dan diskon pemakaian selama 3 bulan
BACA JUGA:   Kinerja Mantap BPR Bank Tulungagung Berbuah Prestasi dan Apresiasi

Kontribusi ke Pemda, Pembangunan Daerah&Visi Presiden RI 2019-2024

Menurut Arinto,manajemen perusahaan telah mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan paerah melalui setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Tahun 2017 sebesar Rp408,134,300; 2018sebesar Rp513,557,600; 2019 sebesar Rp688,063,700; dan 2020 sebesar Rp742,156,800,” ungkapnya.

Demikian juga dukungan kepada visi presiden berupa, “Aspek Pembangunan Infrastruktur. Untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan kami telah melakukan pembangunan infrastruktur yaitu:Penambahan Jaringan JDU untuk pelayanan cakupan pelanggan; Penyediaan air baku; Jaringan pipa 6’ sd 3’ pendukung SR MBR dengan biaya non air murah; dan Penyempurnaan kantor unit pelayanan.”

“Aspek Pembangunan Sumber Daya Manusia: Mengadakan diklat untuk semua bagian di PERUMDAM Tirta Projotamansari.”

“Aspek, Peningkatan Investasi: mendukung Sarpras operasional AMDK; Untuk kelancaran operasional transportasi kerja AMDK 1 unit mobil; dan Perluasan jaringan pipa dan Instalasi pengolahan Air Minum.”

“Kemudian, aspek Reformasi Birokrasi (yang mempercepat layanan masyarakat): Inovasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi melalui Android (PDAM SIAP PRIMA). Dimana Pemanfaatan teknologi ini juga bagian untuk mewujudkan Bantul Smart City yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera.”

“SMART (Sistem Manajemen dan Analisa Rekening Terpadu), APPLE (Aplikasi Penerimaan Pendapatan Lengkap), pelayanan berbasis SMS Center, SICATER (Sistem Informasi Pencatatan Meter) dan SIA (Sistem Informasi Akuntansi Terpadu), dan Pembuatan Peta Jaringan dengan GIS (Geography Information System),” papar Arinto kepada dewan juri.

Untuk kinerja/prestasi yang membanggakan oleh Manajemen, menurutnya,“Hasil Evaluasi Kinerja BPPSPAM dan Permendagri, jadi PDAM terbaik se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta; Menjadi Komisaris/Kepemilikan Saham PT. Bank BPR Bantul; Pemasangan SR (MBR) murah, dan Memberikan CSR terhadap konservasi lahan.”

Sedangan keberhasilan/inovasiyang layak menjadi contoh/direkomendasikan kepada BUMD lain berupa inovasi Porporated Settler Pipa PVC. “Ini solusi murah dan sederhana sebagaipenangkap Flok di sedimentasi,” ungkap Arinto.

“Kami mengganti media sistem pengolahan di media sedimentasi settler yang biasanya oleh para pabrikan menggunakan bahan fiber glass arkrilik dan bahan lain, yang cost-nya lebih mahal, dengan pipa PVC sebagai pengganti media tube settler/plate settler.

“Inovasi yang kami buat mempunyai kelebihan: Cost biaya pembuatan lebih murah dibandingkan dengan membeli media filter pabrikan; Konstruksi media cukup efektif menghambat laju flok di permukaan sedimen; dan Konstruksi dan pembuatan sangat mudah.”

“Kelebihan berikutnya, Sangat fleksibel untuk diterapkan berbagai ukuran debit kecil maupun besar; Cukup kuat dan tahan lama;mHasil kualitas air disedimentasi cukup bagus dibandingkan pabrikan; dan Pemeliharaan lebih mudah,” klaim Arinto.

Penulis: Teguh Imam S

Tags: Perumdam Tirta ProjotamansariTOP BUMD Awards 2021
Previous Post

BPR Subang Gemi Nastiti Bangun UMKM Tangguh dan Bersinergi dengan Seluruh Stake holders

Next Post

Laba Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng Terdongkrak Berkat TIK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR