TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RUPST PSSI Setujui Tebar Dividen 35% dari Laba Bersih

Busthomi
23 June 2021 | 11:21
rubrik: Capital Market
RUPST PSSI Setujui Tebar Dividen 35% dari Laba Bersih

Jakarta, TopBusiness – PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang mana seluruh agenda disetujui oleh para pemegang saham.

Pertama, para pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan 2020 dengan kinerja yang solid dan bertumbuh tangguh di 2020 di tengah pandemi COVID-19.  Perseroan fokus pada diversifikasi bisnis komoditas angkut multi kargo, ekspansi bisnis pasar potensial termasuk internasional dan mengoptimalkan utilisasi aset.

Laba bersih Perseroan pada akhir tahun buku 2020 tercatat sebesar US$ 8,4 juta. Atas persetujuan pemegang saham, laba bersih tahun 2020 sebagian akan digunakan untuk pembagian dividen tunai sebesar Rp8 per saham dan akan dibagikan 21 Juli 2021.

Pembayaran dividen ini adalah yang kelima sejak Perseroan mencatatkan saham perdananya di Desember 2017.

“Dan total dividen sebesar Rp8 per saham itu mencerminkan 35% dari laba bersih 2020 atau sebesar US$ 2,97 juta atau setara dengan Rp43,3 miliar,” ujar Direktur Utama PSSI, Iriawan “Alex” Ibarat dalam keterangan resmi PSSI, Rabu (23/6/2021).

Sementara itu, lanjutnya, sebesar US$ 421 ribu (setara Rp6,1 miliar) atau 5% disisihkan untuk dana cadangan Perseroan. Sisa Laba bersih tahun berjalan sebesar US$ 5,04 juta atau 60% dicatat sebagai laba yang ditahan Perseroan.

Selain itu, sebagai bagian dari peningkatan target ekspansi bisnis ke pasar internasional, RUPST juga menyetujui penambahan Anggota Dewan Komisaris, yakni dengan mengangkat Loh Niap Juan sebagai Anggota Dewan Komisaris yang baru.  Loh Niap Juan merupakan Chief Corporate Officer dari IMC Group Singapura, bagian dari IMC Group Corporate Strategy untuk investasi portfolio, governance dan manajemen.

“Sebagai praktisi strategi korporasi logistik dan keuangan yang handal, Niap menambah keberagaman komposisi 4 anggota Dewan Komisaris yang dipimpin oleh Komisaris Utama Independen, Hamid Awaluddin, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kabinet Indonesia Bersatu,” katanya.

BACA JUGA:   HMSP Umumkan Bakal Bagi Dividen Rp119,8 per Saham

Strategi ke Depan

Lebih jauh ditegaskan, strategi ekspansi armada adalah target Perseroan yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir. Langkah ini membuat total aset perusahaan mengalami peningkatan signifikan sebesar 46% per 31 Maret 2021 di US$148,8 juta dibandingkan US$101,8 juta per 31 Desember 2017.

Untuk mendukung rencana pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan, Rapat juga menyetujui fasilitas pinjaman jangka panjang sebesar US$ 13,9 juta (setara Rp200 miliar) dengan tenor sampai dengan empat tahun untuk pendanaan jangka panjang dari Bank Permata Indonesia.

“Pinjaman jangka panjang ini bagian dari strategi ekspansi armada berkelanjutan, salah satunya untuk pembelian tiga set Kapal Tunda (Tugboat) dan Tongkang,” katanya.

Pada kuartal I-2021, Perseroan telah melakukan pembelian 2 unit Tugboat, dan telah memberikan  hasil positif. Segmen Kapal Tunda & Tongkang (T&B) menyumbang Pendapatan Usaha tertinggi sebesar US$8,7 juta pada pada akhir Kuartal 1-2021, termasuk kenaikan sangat signifikan sebesar 1708% pada Pendapatan Sewa Berjangka (Time Charter Revenue) menjadi US$2,3 juta dari USD125 ribu periode yang sama tahun lalu.

Penambahan armada tugboat ini sejalan dengan target diversifikasi bisnis Perseroan, segmen T&B berhasil mendapatkan kontrak baru dan ekspansi ke pengangkutan bauksit pada kuartal I di area Kalimantan Barat, di samping pengangkutan komoditas nikel dan batubara. Target diversifikasi multi kargo transport selain batubara adalah 29%, yakni dari segmen Kapal Curah besar (MV) sekitar 17%, dan segmen T&B sebesar 12%.

Sebagai agenda terakhir dalam rapat tahunan adalah menyetujui pembelian kembali saham Perseroan (Buyback) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 300 juta lembar saham atau 5,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, akan dilakukan secara bertahap terhitung sejak 17 Juni 2021-16 Juni 2022.

BACA JUGA:   IHSG Bisa Bergerak Terhambat

“Buyback didasari atas arus Kas Perseroan yang melebihi jumlah diperlukan dalam mempertahankan peningkatan dan pertumbuhan, tingkat kewajiban utang (leverage) yang baik serta bertujuan untuk meningkatkan laba per saham, fleksibilitas lebih besar dalam mengelola modal jangka panjang, mencapai struktur permodalan yang efisien serta pengembalian Return on Equity secara berkelanjutan,” pungkasnya.

FOTO: Istimewa

Tags: dividenpelita samudera shippingPSSI
Previous Post

Pengembangan KSPN Danau Toba, Jembatan Aek Tano Pongol Ditargetkan Rampung Tahun 2022

Next Post

Garap Proyek Tambang, PP Presisi Raih Kontrak Rp 1,5 T

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR