TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Covid Naik Lagi, Optimistik Konsumen Seperti Apa?

Achmad Adhito
24 June 2021 | 09:40
rubrik: Business Info
FOTO – Penutupan Sementara Pusat Perbelanjaan

Foto: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness—Dengan adanya kembali pembatasan mobilitas saat ini yang diakibatkan naiknya angka penularan Covid-19, diprediksikan bahwa masih ada pertumbuhan tingkat keyakinan konsumen Indonesia.

“Namun, tidak akan seperti yang diharapkan sebelumnya,” kata Nansita Basuki, Senior Manager Consumer Intelligence NielsenIQ Indonesia, dalam paparan riset terbaru ke sejumlah media, yang berlangsung virtual kemarin sore.

Penyebab terjadinya pertumbuhan yang kemungkinan melambat itu, Nansita menambahkan, adalah sikap wait and see yang dilakukan para konsumen.

Perkembangan tingkat keyakinan konsumen tersebut bisa dipengaruhi beberapa hal. Pertama, seberapa cepatkah perlandaian penambahan pasien baru Covid-19. Kedua, kemajuan program vaksinasi anti-virus corona. “Kemudian, yang ketiga, adalah tingkat keketatan protokol anti-Covid-19,” kata Nansita.

Dalam kesempatan yang sama, Associate Director Retailer Vertical NielsenIQ Indonesia, Ernawati, mengatakan bahwa FMCG (fast moving consumer goods) merupakan produk kebutuhan masyarakat. Walhasil, dengan pengetatan mobilitas masyarakat yang kini kembali terjadi, pertumbuhan FMCG bisa masih positif.

Ernawati menjelaskan bahwa, sebelumnya, sampai dengan April 2021, tingkat keyakinan/kepercayaan konsumen di Indonesia, naik di semua sektor. Misalnya, belanja digital banyak dilakukan oleh konsumen berbagai kelas ekonomi.

Aktivitas konsumen menjelang Lebaran 2021 pun lebih padat dibandingkan Lebaran 2020. Persiapan yang dilakukan untuk menyambut Lebaran 2021 dilakukan tujuh minggu sebelumnya. “Sementara untuk Lebaran 2020, persiapan tersebut hanya seminggu.”

Kata Ernawati pula, “Aktivitas di toko kelontong tradisional atau pun pasar swalayan mini, naik di awal 2021 sampai April 2021. Hal tersebut kalau kita bandingkan dengan di akhir 2020,” kata Ernawati.

BACA JUGA:   Bisnis Pinjol Disorot, One Hope Optimistis Kucuri Pinjaman ke Wanita Produktif
Tags: indeks keyakinan konsumennielseniq indonesiasurvei keyakinan konsumen
Previous Post

IHSG Terbuka Positif

Next Post

Dibayangi NRW Tinggi, Kinerja dan Kontribusi PDAM Kota Makassar Tetap Oke

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR