Jakarta, TopBusiness – Sebagai Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana, Lampung Timur tentunya menjadi kebanggaan Pemerintahan kabupaten Lampung Timur, sebab dalam memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna bagi seluruh masyarakat atas kesehatannya.
Selain, dengan didukung pula dengan peningkatan sumber daya manusia dan fasilitas rumah sakit. Tak kalah penting adalah dalam rangka meningkatkan pengelolaan ruamh sakit yang profesional, efektif dan efisien serta mampu berdaya saing dan handal dalam seluruh layanan.
Ditegaskan Direktur Utama RSUD BLUD Sukadana, Lampung Timur , Wayan Widyana, kami menargetkan bahwa Rumah Sakit Daerah ini akan menjadi Rusah Sakit terbaik di Lampung Timur ini.”Untuk mencapai tersebut kami management tidak pernah berhenti membangun dan menata dan mengelola RSUD dengan pola Badan Layanan Umum Daearah ini menjadi keunggulan di daerah dan juga bisa menjadi RS keunggulan untuk tingkat nasional. Kami tidak pernah berhenti melakukan kajian dengan studi banding dengan Rumah Sakit lain se-Indonesia, ini dalam berbagai keunggulan pengelolaan Rumah Sakit”, tegas Wayan Widyana kepada Tim Dewan Juri Top BUMD Awards 2021 yang diselengarakan majalah bergengsi TopBusiness. Penjurian ini melalui jaringan zoom antara Jakarta dan Lampung Timur, kemarin.
Menurut Wayan, untuk studi banding yang kami lakukan ke berbagai Rumah Sakit se-indonenesia ini, seperti RS di Bantul-Yogjakarta, Batam, Medan serta juga ke Bali. “Dimana berbagai keunggulan RS yang akan kami jadikan studi banding tersebut memang layak pula tempat kami belajar tentang pengelolaan rs yang handal pula”, tegas Wayan Widyana.
Sementara itu, salah satu Dewan Juri yaitu Dwianda Ruslan memberikan saran kepada management Rumah Sakit BLUD Sukadana, Lampung Timur yang harus bisa membuat Standar Operasional Prosedural (SOP) untuk menjadikan layanan Rumah Sakit Daerah ini bisa memiliki standar pelayanan yang baik bagi seluruh masyarakat seluruh Lampung Timur ini. “Dan juga SOP ini diharapkan juga bisa mendapatkan sertifikasi ISO dalam pelayanan terbaiknya dengan mendapatkan sertifasi ISO pelayanan untuk rumah sakit”, tegas Dwinda.
Ditambahkan Dwinda, tentang SOP ini, RSUD bisa membangun kebersamaan untuk terapkan SOP tersebut bisa secara bersama-sama dengan rumah sakit daerah se-Indonesia, agar seluruh RSUD BLUD bisa mengacu kepada SOP yang terstandar bagi seluruh RSUD BLUD se-Indonesia. “Pembangunan SOP RSUD BLUD sangatlah diperlukan dalam tata kelola RS ini bisa pula dibangun untuk layanan premium bagi masyarakat yang berkemampuan finansial, serta bisa pula membangun SOP pelayanan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) alias masyarakat kurang kurang mampu. Tentunya dengan SOP tersebut pelayanan paripurna akan kesehatan masyarak dalam tertangani dengan baik tanpa melihat kelas dan status ekonomi masyarakat tersebut, dan juga diperlukan para ahli dan kunsultan untuk bisa menerapkan SOP RSUD se Indonesia ini”, tutup Dwinda.
Foto: madani-news.com
