Jakarta, TopBusiness – PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mendapatkan kontrak atas pengadaan sebanyak 262 gerbong kereta barang atau container flat top wagon untuk Selandia Baru.
Pemesanan dilakukan oleh KiwiRail Holdings Limited, badan usaha milik negara (BUMN) Selandia Baru yang bertanggung jawab dalam pengoperasian kereta api di negara tersebut.
Proyek ini diperkirakan akan selesai dalam 18 sampai 20 bulan. Informasi tersebut disampaikan secara resmi oleh General Manager Pemasaran PT INKA (Persero) Wai Wahdan.
“Proyek ini diharapkan menjadi langkah besar INKA Group untuk kembali mengambil peran di pasar kereta api Oceania sebagaimana kesuksesan dalam suplai 224 blizzard centre sills untuk BradkenRail, Australia,” kata Wai melalui keterangan pers tertulisnya, Senin (28/6/2021).
Kiwi Rail sebagai end customer merupakan badan usaha milik negara (BUMN) Selandia Baru yang bergerak sebagai operator transportasi perkeretaapian dan juga sebagai operator ferry antar pulau terbesar di negara tersebut.
Presiden Jokowi berambisi mengekspor kereta buatan Indonesia ke negara lain. Permintaan itu disampaikan Jokowi saat meninjau pembangunan LRT Jabodebek, Rabu (9/6/2021).
Semua dikerjakan di dalam negeri, termasuk lokomotif kereta LRT yang merupakan produksi PT Industri Kereta Api (INKA).
“Sekarang kan kita sudah ekspor kereta ke Bangladesh, ke Filipina. Kita harapkan LRT juga akan seperti itu,” ujar Jokowi saat meninjau pembangunan LRT Jabodebek, Rabu (9/6).
Jawatan Kereta Api Filipina atau Philippines National Railways (PNR), telah menerima tiga lokomotif diesel dan 15 gerbong produksi INKA. Menurut Jokowi tidak menutup kemungkinan LRT buatan INKA juga bakal dilirik negara lain.
Tidak hanya sekadar lokomotifnya saja, menurut Jokowi pembangunan LRT Jabodebek ini bisa menjadi portfolio Indonesia dalam membangun infrastruktur transportasi massal. Jokowi pun berharap pengalaman ini bisa membuat Indonesia suatu saat nanti membangun LRT di negara lain.
