TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Beras Melimpah Saat Panen Raya, Bulog Yakin Tak Ada Impor Tahun Ini

Busthomi
7 July 2021 | 10:55
rubrik: Business Info
Untuk Korban Bencana, Bulog Salurkan PKBL Rp 500 Juta dan 640 Ton Beras

Gudang beras Bulog. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Perum BULOG saat ini masih terus melakukan penyerapan beras hasil panen petani dalam negeri sebagai upaya mempertahankan ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah sekaligus mencermati munculnya isu penurunan harga beras di sejumlah daerah.

“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, BULOG konsisten menyerap beras petani sebagai upaya stabilisasi harga beras di hulu, penyerapan ini juga membantu menggerakkan perekonomian di tingkat petani, sehingga dapat mempercepat upaya pemulihan roda perekonomian sesuai dengan arahan Bapak Presiden selama berlansungnya pandemi Covid-19 ini,” tandas Dirut Perum BULOG Budi Waseso di Jakarta, dikutip Rabu (7/7/2021).

Mantan Kabareskrim itu menjelaskan, dari hasil penyerapan yang dilakukan BULOG, stok cadangan beras pemerintah masih terus terjaga dengan baik, yaitu sebanyak 1,4 juta ton yang juga merupakan batas aman sesuai penugasan pemerintah yaitu sebanyak 1 juta ton hingga 1,5 juta ton beras.

Jumlah tersebut juga, kata dia, akan semakin bertambah mengingat masih ada sisa hasil panen sebelumnya di beberapa daerah. Apalagi nanti akan disusul dengan panen gadu beberapa bulan ke depan.

“Ini berarti pemerintah tidak perlu terburu-buru melakukan impor beras, karena cadangan beras dari hasil panen dalam negeri yang melimpah,” tandasnya.

Kendati demikian, Dirut yang ajrab dipanggil Buwas itu, juga mengakui bahwa di tengah upaya penyerapan tersebut muncul isu tentang penurunan harga gabah dan beras sebagai akibat melimpahnya pasokan gabah dan beras dari hasil panen sebelumnya yang masih terus berlangsung.

“Memang saya mendapatkan laporan tentang penurunan harga gabah dan beras yang katanya akibat impor beras. Sebetulnya tidak demikian, tetapi lebih karena melimpahnya hasil panen dan akan semakin bertambah karena akan berlanjut dengan panen gadu nanti. Jadi bukan karena impor dan Insya Allah pemerintah tahun ini tidak perlu impor beras,” katanya yakin.

BACA JUGA:   SMF dan 4 Bank Besar Segera Terbitkan EBA

Lebih jauh, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu memastikan bahwa penyerapan beras petani ditengah isu penurunan harga gabah dan beras akan tetap dilaksanakan oleh BULOG sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sehingga diharapkan harga gabah dan beras di tingkat petani tetap terjaga.

Sampai dengan tanggal 5 Juli 2021, BULOG sudah menyerap sebanyak 750 ribu beras petani dalam negeri. Di samping itu BULOG sendiri memiliki gudang sebanyak 1.647 unit dengan kapasitas sebanyak empat juta ton yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selanjutnya selama masa PPKM Darurat ini, BULOG juga memastikan mampu menghadapi kebutuhan lonjakan beras yang tak terduga sekaligus meminta seluruh jajaran BULOG mewaspadai lonjakan tersebut, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait akan kebutuhan beras.

FOTO: Istimewa

Tags: impor beraspanen rayaPerum Bulog
Previous Post

Selama PPKM Darurat, Ini Kebijakan BSI Soal Skema Migrasi Nasabah

Next Post

400.000-an Bidan Bisa Percepat Vaksinasi Covid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR