Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi penutupan perdagangan Kamis (08/7/2021) di Bursa Efek Indonesia diestimasikan kembali lanjutkan pelemahan.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via samuel.co.id, di Jakarta, hari ini yang memiliki judul Minim Sentimen, IHSG Berpotensi Kembali Melemah.
Bursa AS ditutup semalam. DJIA naik 0,3% ke level 34.681, diikuti S&P500 (0,34%) dan Nasdaq (0,01%). Investor memilih saham-saham teknologi dengan ekspektasi pertumbuhan yang lebih baik pada paruh kedua 2021 ini.
EIDO ditutup melemah 0,15%, sementara IHSG ditutup turun 0,05% pada Rabu (7/7) ke level 6.044 dengan BBRI, ARTO, dan MDKA sebagai top lagging movers. Net sell asing di pasar reguler terpantau mencapai Rp 88,3 miliar. Saham yang mencatat nilai net sell tertinggi adalah BBCA (Rp 83,9 miliar), BBRI (Rp 76,5 miliar), dan BFIN (Rp 63,1 miliar) sementara net buy tertinggi dicatatkan oleh BMRI (Rp 120,2 miliar), AGRO (Rp 87,9 miliar), dan ASII (Rp 74,8 miliar). Sepanjang minggu ini (Senin-Rabu), IHSG menguat 0,35% dengan total net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 321 miliar.
Indonesia mencatatkan rekor baru jumlah kasus harian dan pasien meninggal akibat COVID-19, dengan 34.379 kasus baru dilaporkan kemarin, (Selasa: 31.189), sementara 14.835 pasien sembuh (Selasa: 15.863) dan 1.040 meninggal (Selasa: 728). Dengan tambahan kasus baru tersebut, jumlah total kasus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia telah mencapai 2.379.397 kasus dengan tingkat pemulihan sebesar 82,9% per 07 Juli 2021 (06 Juli 2021: 83,5%).
“Kami memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak melemah hari ini, seiring tekanan yang terjadi pada pasar domestik akibat penerapan PPKM Darurat serta minimnya katalis global. Meski demikian, masih ada momentum akumulasi pada sektor komoditas logam yang masih mencatat kenaikan,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
