TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekonom: Resilience Saat Pandemi, Performa Bank Syariah Tetap Stabil dan Positif

Busthomi
12 July 2021 | 10:20
rubrik: Finance
BSI Mobile Naik 82%, Picu Transaksi Digital Tembus Rp40,85 Triliun

Jakarta, TopBusiness – Sektor perbankan syariah di Indonesia masih menunjukan kemampuannya bertahan di tengah krisis yang dibuktikan portofolio bisnis dan kinerja bank syariah, termasuk di pasar modal yang cenderung stabil.

Hal tersebut disampaikan oleh Chief of Economist Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo dalam acara Webinar Pasar Modal Syariah Indonesia yang diadakan oleh BSI, dikutip Senin (12/7/2021).

Menurut Banjaran, performa positif dari bank syariah di Indonesia ini menunjukan bahwa bank syariah di Indonesia secara fundamental bisa menjadi salah satu motor dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Perbankan syariah mampu tumbuh kuat di tengah pandemi dan resilience (tangguh) di masa pandemi baik dari segi aset, pembiayaan, dan DPK perbankan syariah tumbuh di atas perbankan nasional,” ujar Banjaran.

“Sebagai catatan, sampai dengan Maret 2021, kita melihat ada pertumbuhan secara aset perbankan syariah sebesar 12,8% lebih tinggi dari perbankan konvensional dan perbankan nasional,” sambungnya.

Di dalam pasar modal, Banjaran menyebut bahwa tren keuangan syariah cenderung stabil dan sudah bisa dikatakan bertumbuh. Menurutnya, hal tersebut dikarena para investor retail menganggap bahwa berinvestasi di saham syariah dan sukuk syariah lebih aman dan stabil di masa pandemi seperti saat ini dan jika tren positif tersebut terus terjaga, maka potensi ekonomi syariah di Indonesia semakin membesar akan tercapai ketika masa pandemi berakhir.

“Investor ritel tumbuh luar biasa (investor 1 lot 2 lot) tapi banyak, dan memberikan pertumbuhan yang signifikan. Juga jumlah kepemilikan reksadana syariah dan sukuk korporasi juga meningkat,” terang dia.

Hal ini, lanjutnya, mengindikasikan pasar modal syariah tidak hanya potensi tumbuh, tapi sudah menggambarkan pertumbuhan. Kalau tren ini terjaga, setelah Covid-19 selesai akan terlihat dominasi pasar modal syariah yang luar biasa terhadap perekonomian Indonesia, dan memberikan sumbangan positif terjadap ekonomi Indonesia serta ekonomi syariah lebih besar lagi.

BACA JUGA:   2018, Pegadaian Lirik Peluang Potensial

Jika melihat data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Syariah Indonesia sebagai salah satu entitas besar yang tercatat di BEI, merupakan salah satu emiten yang paling stabil. Dalam pantauan 6 bulan terakhir sejak BSI diluncurkan pada 1 Feb 2021, emiten dengan kode saham BRIS ini stabil pada angka Rp2.350-Rp2.190 per saham.

Ketangguhan dari BSI di pasar modal diperlihatkan dengan meningkatnya performa saham BRIS selama sebulan terakhir yakni meningkat 20%, walaupun kondisi market sedang diguncang oleh pandemi Covid-19 sejak awal Juni 2021.

Banjaran melihat, bahwa perolehan tren positif yang terus diperoleh bank syariah di Indonesia juga dikarenakan kemampuan bank syariah di Indonesia dalam menciptakan layanan berbasis digital yang lebih memudahkan masyarakat dan nasabahnya. Hal ini dikarenakan, produk bank syariah di Indonesia bisa masuk ke sektor-sektor mikro yang menjadi hajat hidup orang banyak.

“Sektor IT akan jadi tumpuan, juga jasa kesehatan dan kegiatan sosial, tetapi kita harus lihat overheat dari dua jasa terakhir tadi, dimana akan ada batas atas dari dua jasa tadi. Uprise akan ada di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Sektor yang akan rebound lebih awal itu perdagangan besar dan eceran,” ujarnya.

Direktur Wholesale Transactional Banking BSI, Kusman Yandi mengatakan, komitmen BSI kepada masyarakat Indonesia adalah turut menciptakan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang lebih inklusif. Sekaligus juga ikut meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi perbankan syariah.

Kata dia, data menunjukkan pasar modal syariah menyumbangkan aset sebesar Rp1.077,62 triliun dari total aset keuangan syariah di Indonesia yang mencapai Rp1.823,13 triliun pada Januari 2021. “Tentunya angka tersebut dapat dioptimalkan kembali seiring dengan naiknya jumlah investor milenial di Indonesia di era pandemi ini,” ujar Kusman Yandi.

BACA JUGA:   Disokong Layanan Digitalisasi, Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp12,5 Triliun

FOTO: Istimewa

Tags: bank syariahpandemi Covid-19sektor perbankan
Previous Post

PT BNI Life Insurance Terapkan Manajemen Risiko Seluruh Lini

Next Post

Menperin: Kebutuhan Oksigen Medis Capai 2.333 Ton Sehari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR