Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi penutupan perdagangan Senin (19/7/2021) di Bursa Efek Indonesia diestimasikan bergerak turun, sebab minim sentimen.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, yang memiliki judul Minim Sentimen, IHSG Berpotensi Bergerak Melemah.
Pada penutupan Jumat pekan lalu (16/7) pasar AS terkoreksi. Index Dow Jones melemah 0,86%, S&P500 melemah 0,75%, dan Nasdaq pun bergerak turun 0,80%. Dibalik penurunan indeks bursa saham AS tersebut, imbal hasil UST10Y juga turut turun ke level 1,29% pada penutupan Jumat lalu, kemungkinan investor berpindah ke aset dengan risiko lebih rendah.
Dari dalam negeri, terjadi penambahan 44,7 ribu kasus baru COVID-19 pada hari Minggu (18/7) (Sabtu: 51,9 kasus) dengan angka positif sebesar 32,2% (Sabtu: 27,6%). Sejauh ini, telah ditemukan sebanyak 2,87 juta kasus COVID-19 di Indonesia, dengan 2,26 juta, di antaranya sembuh (tingkat pemulihan: 78,6%, kasus aktif: 542 ribu ).
Terkait vaksinasi, sejauh ini 41,6 juta orang di Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 (+404 ribu pada Minggu) dan 16,0 juta telah menerima dosis kedua (+56 ribu pada Minggu), mencerminkan 23,0% dari total target.
IHSG bergerak menguat 0,54% selama sepekan lalu, namun menguat 0,43% pada hari Jumat (16/7) ke level 6.072. Pekan lalu terjadi net buy asing yang cukup signifikan, sebesar Rp 1,89 triliun, dan pada perdagangan Jumat lalu, tercatat net buy asing sebesar Rp 72,02 miliar.
Pada pekan ini, investor akan wait and see terhadap rencana perpanjangan PPKM Darurat yang kabarnya akan diumumkan hari ini. Pekan ini pun investor akan wait and see terhadap rapat dewan gubernur BI untuk menentukan suku bunga (sebelumnya: 3.5%).
Pagi ini pasar regional dibuka melemah, dengan Kospi -0.75% dan Nikkei -1.32%. “Untuk IHSG pada hari ini kami memperkirakan akan bergerak melemah mengikuti pergerakan bursa AS dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
