Jakarta, TopBusiness – Sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero), PT PLN BATUBARA yang berkonsentrasi bisnis sebagai pemilik tambang batubara, dan trading.
Selanjutnya, sebagai supplyer produk bahan baku batubara yang merupakan komponen inti dalam proses pembangkitan kepada induknya yaitu seluruh pembangkit listrik tenaga uap, maupun pembangkit Independet Power Producer (IPP) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dengan penerapan budaya kerja yang mengacu pada governace, risk management and compliance (GRC), maka perusahaan menetapkan bebeberapa komite untuk mengaplikasikan dan pelaksana suksesnya GRC.
Pembangunan portofolio management risiko oleh organisasi anak perusahaan PLN tersebut agar gerak bisnis perusahaan dari hulu hingga hilir energi batubara ini dapat terkontrol dengan baik.
Manajemen juga menjalankan portofolio bisnis dengan menerapkan keunggulan teknlogi informasi digital (IT DIGITA SOLUTION) agar berbagai risiko bisa dapat terkontrol dan dapat dikendalikan dengan sangat baik. Oleh sebab itu, diterapkan aplikasi COS dan membangun aplikasi program pengendalian gratifikasi KPK melalui aplikasi COALINK dan penerapan anti suap di PT PLN BATUBARA.
Direktur Keuangan & SDM, Hidmad Erhansyah, menyatakan bahwa pihaknya sebagai anak perusahaan dari PT PLN (Persero) harus bisa menerapkan GRC dengan baik serta juga membangun Good Corporate Governance (GCG).
“Dan kami juga sangat care dengan anti penyuapan dalam mengontrol bisnis kami. Dengan penerapan GRC dengan baik kinerja perusahaan kami semakin baik pula. Dengan performa perusahaan yang sangat membanggakan dengan capaian laba pada tahun 2020 sebesar Rp 822 miliar, capaian ini meningkat 31 persen dibandingkan dengan capaian laba pada tahun 2019”, tegas Hidmad di Dewan Juri TOP GRC Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah bergengsi TopBusiness, di Jakarta, Senin (2/8) melalui jaringan aplikasi zoom meeting.
Foto: plnbatubara.co.id

Budaya GRC di PLNBB merupakan keberhasilan perusahaan dlm mencapai target dan menjaga akuntabilitas perusahaan