TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RNI Lakukan Pemberdayaan UMKM Petani tebu

Albarsyah
12 August 2021 | 16:38
rubrik: BUMN
Jika HPP Gula Dinaikkan, Inilah Dampaknya

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Dalam rangka hari UMKM Nasional pada 12 Agustus 2021, PT Rajawali Nusantara  Indonesia (Persero) atau RNI mengoptimalkan program Kemitraan UMKM Petani tebu untuk  mendukung pemenuhan produksi industri gula nasional melalui budidaya tebu di sejumlah area operasional Pabrik Gula yang dikelola RNI Group.

Salah satunya Kemitraan budidaya tebu melalui pemberdayaan UMKM Petani sinergi dengan  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Pandawa, Pilangsari, Majalengka, Jawa Barat.  Kemitraan ini selain dapat meningkatkan perekonomian lokal juga turut berperan sebagai  rantai pasok pangan komoditas gula. 

Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi, mengatakan Program Kemitraan Budidaya Tebu merupakan program yang bertujuan selain meningkatkan kesejahteraan  masyarakat Desa Penyangga, juga memberikan nilai tambah bagi mitra petani, terpenuhinya  bahan baku giling pabrik gula dan menciptakan lapangan usaha baru pendukung perkebunan  tebu. 

“Selain meningkatkan produktivitas hasil perkebunan tebu dan profitabilitas mitra petani,  program ini juga mendukung pemenuhan produksi gula nasional,” jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi Top Business.id.

Melalui Program Kemitraan, para Petani Tebu sebagai Mitra RNI dilibatkan secara langsung  dengan menjadi anggota BUMDes sekaligus pelaksana budidaya tebu, sedangkan BUMDes  menyediakan sarana produksi, jasa pengolahan dan pemeliharaan tanaman serta tebang  muat angkut. Di hilirnya RNI Group melalui PT Rajawali II yang mengelola Pabrik Gula  Jatitujuh turut melakukan pendampingan melalui pembinaan sistem budidaya kepada Petani  sekaligus sebagai offtaker gula petani tebu rakyat. 

Kemitraan ini, lanjut Arief, setiap tahun terus mengalami peningkatan mitra petani untuk  berbudidaya tebu tercatat mulai Musim Tanam (MT) 2018/2019 sebanyak 1.309 Petani, MT  2019/2020 terdapat 1.826 petani, MT 2020/2021 sebanyak 1.986 petani hingga di MT  2021/2022 diupayakan peningkatan hingga sebanyak 2.752 Petani Tebu.

BACA JUGA:   Belanja Modal Pertamina New and Renewable Energy Capai USD6,2 Miliar

“Dari minat petani untuk budidaya tebu, kami juga melakukan perluasan lahan kebun tebu  setiap tahunnya,”kata Arief.

Hasil kemitraan Petani tebu ini, para Mitra Petani menghasilkan Sistem Pembelian Tebu dari  beberapa Desa di wilayah Majalengka dan Indramayu hingga Rp 100 Milyar/tahun dari hasil  offtake tebu yang dilakukan RNI Group dan selanjutnya dijadikan sebagai bahan baku  pemrosesan giling gula di Pabrik Gula Jatitujuh yang dikelola PT Rajawali II RNI Group.

“Alhamdulillah, setelah saya menjadi petani tebu, saya bisa meningkatkan taraf hidup  ekonomi keluarga saya, yang sebelumnya saya belum punya gubuk atau rumah, selama 2  tahun menjadi petani tebu saya mempunyai rumah tempat tinggal,”ungkap Tresna, Petani  tebu Majalengka. 

Seperti diketahui, saat ini RNI sebagai BUMN Klaster Pangan memiliki 5 Pabrik Gula (PG)  diantaranya PG Krebet Baru, PG Redjo Agung, PG Candi Baru, PG Tersana Baru, PG  Jatitujuh yang berproduksi lebih dari 283 ribu Ton setahun. RNI dalam waktu dekat di tahun  2021 juga akan menjadi Holding BUMN Industri Pangan bersama 8 BUMN Pangan lainnya di  sektor Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perdagangan dan Logistik.

Kementerian BUMN menyatakan, pembentukan holding BUMN dinilai menciptakan nilai  tambah, efisiensi, penguatan supply chain, hingga inovasi bisnis model. Menteri BUMN Erick  Thohir mengatakan, keberadaan holding membuat BUMN tetap kompetitif saat dan pasca  pandemi Covid-19.

“Pembentukan holding-holding BUMN tetap dijalankan, dimana pembentukan holding ini  untuk menciptakan nilai tambah efisiensi dan penguatan supply chain, inovasi bisnis model  agar tetap kompetitif baik saat Covid-19 maupun pasca Covid-19,” ujar Menteri Erick dalam  diskusi virtual, dikutip Minggu (8/8/2021).

Foto: Istimewa

Previous Post

IHSG Alami Peningkatan Poin

Next Post

Kementerian BUMN Dorong Kesiapan PLN Produksi Oksigen Medis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR