TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berkat GRC, Kinerja Bank bjb Makin Kece

Nurdian Akhmad
19 August 2021 | 10:44
rubrik: Event, GCG
Melesat, BJB Mampu Salurkan Dana PEN Hingga 106%

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Konsistensi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat  dan Banten Tbk  (Bank bjb) mengimplementasikan governance, risk management dan compliance (GRC) dalam kegiatan operasional berbuah hasil yang mumpuni. Kinerja bank tetap sehat di tengah pandemi covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020.

Bahkan, kinerja keuangan bank bjb pada 2020 tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) lainnya.

“Meskipun kondisi pandemi, bank bjb Alhamdulillah dari sisi aset, kredit, DPK, pendapatan bunga, dan laba bersih tumbuh di atas industri perbankan dan BPD lain,” ujar Cecep Trisna, Direktur Kepatuhan Bank bjb dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP GRC Awards 2021 yang dilakukan secara daring, kemarin.

Dalam penjurian ini, Cecep Trisna didampingi Pemimpin Divisi Kepatuhan & APU PPT, Detya Suryadani dan Pemimpin Divisi Manajemen Risiko, Asep Dani.

 Berdasarkan Laporan Keuangan 2020 bank bjb (konsolidasi), total aset Bank bjb tahun 2020 naik 14,1 persen dari Rp 123,53 triliun (2019) menjadi Rp 140,93 triliun. Padahal, aset industri perbankan nasional tahun 2020 hanya tumbuh 7,18 persen dan total aset BPD tumbuh 6,46 persen.

Demikian pula total  kredit yang diberikan bank bjb pada 2020 tumbuh 9,1 persen dari Rp 87,28 triliun (2019) menjadi Rp 95,21 triliun. Sedangkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional pada 2020 minus 2,4 persen dan BPD meningkat 5,09 persen.

Total dana pihak ketiga (DPK) bank bjb tahun 2020 melesat 19,1 persen menjadi Rp 106,46 triliun, dari Rp 89,35 triliun pada 2019. Ini di atas pertumbuhan DPK industri perbankan nasional sebesar 11,11 persen dan BPD 10,96 persen. Kinerja pendapatan bunga Bank bjb tahun 2020 juga naik 4,7 persen dari Rp 12,05 triliun (2019) menjadi Rp 12,62 triliun. Di saat yang sama, pendapatan bunga industri nasional minus 4,12 persen dan BPD tumbuh 3,73 persen.

Untuk laba bersih Bank bjb tahun 2020 meningkat 8 persen menjadi Rp 1,69 triliun, dibandingkan 2019 sebesar Rp 1,56 triliun. Kenaikan laba bersih ini jauh di atas pertumbuhan laba bersih industri nasional 2020 yang justru minus 33,08 persen dan untuk BPD positif 5,64 persen.

BACA JUGA:   Banyak Pembelajaran Bersama, Ratusan Peserta Ikuti Webinar TOP GRC Awards 2024

Cecep menjelaskan, kredit Bak bjb masih ditopang oleh kredit konsumer dan ritel dengan porsi mencapai 64  persen. Setelah itu, kredit komersial & korporasi 22,9 persen, kredit UMKM 6,7 persen, dan KPR 9,4 persen.

“Kredit UMKM dan kredit korporasi Ini menunjukkan adanya peningkatan peran Bank bjb sebagai agen pembangunan. Kamimasuk ke beberapa sektor yang masih menarik, antara lain sektor kesehatan yang memang cukup bagus pertumbuhannya di masa pandemi ini,” ujar Cecep.

Peningkatan kinerja bank bjb di tengah pandemi itu berkat digitalisasi layanan yang dilakukan perseroan. Bank bjb menegembangkan beberapa aplikasi untuk mendukung layanan kepada nasabah. Pertama adalah aplikasi bjb DIGI. Apliksi ini memberikan kemudahan kepada nasabah dalam melakukan transaksi melalui aplikasi mobile, SMS ataupun internet banking dan lainnya. “Selain itu juga tedapat bjb DigiCash untuk transaksi QRIS,” kata Cecep.

Digitalisasi juga dilakukan melalui aplikasi bjb LAKU. Ini merupakan aplikasi mobile untuk mempermudah pelaku UMKM dalam pengajuan kredit atau pinjaman modal usaha secara online yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Aplikasi lain terkait UMKM adalah bjb iSentra. Aplikasi bjb iSentra ini dapat juga diakses melalui https://disentra.appon.id/. Ini merupakan aplikasi mobile yang dibuat dan ditujukan untuk debitur UMKM atau nasabah Bank bjb dan para pelaku UMKM dengan tujuan untuk mendukung  mereka dalam meningkatkan kapasitas usahanya.

“Ada semacam blessing in disguise bahwa sebelum pandemi kita sudah mendapat beberapa izin dari OJK untuk layanan digital ini, termasuk juga izin QRIS. Sehingga pada saat pandemi transaksi-transaksi melalui internet banking malah meningkat,” tuturnya.

Berdasarkan data, penggunaan bjb DigiUser periode Desember 2020 sampai Juni 2021 naik 121,2 persen. Sedangkan pengguna QRIS oleh para mechant bank BJB periode tersebut melonjak 1.969,83 persen, dari 7.458 pada Desember 2020 menjadi 154.368 pengguna pada Juni 2021. Demikian juga pengguna e-channel FBI periode tersebut meningkat 52,32 persen dari 1.332 menjadi 2.029 pada Juni 2021.

BACA JUGA:   Tugu Insurance Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2025

Implementasi GRC

Sebagai bank yang sudah go public, menurut Cecep, Bank bjb selalu memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dengan berpedoman pada governance, risk management and compliance (GRC), business ethic, serta code of conduct yang berlaku. “Setiap produk-produk hukum di Bank bjb sudah melalui proses yang sangat selektif,” ucap Cecep.  

Dalam melaksanakan kepengurusan Bank bjb, Direksi didukung oleh struktur organisasi yang terdiri dari organ utama dan organ pendukung sehingga manajemen dapat melaksanakan tugas secara efektif. Adapun dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat, Dewan Komisaris didukung oleh organ penunjang yaitu Sekretaris Dewan Komisaris, Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Nominasi dan Remunerasi dan Komite Tata Kelola Terintegrasi.

Untuk mendukung pelaksanaan GRC, Bank bjb memiliki sembilan komite, yakni Komite Kebijakan Perkreditan, Komite Manajemen Risiko, Komite Manajemen Risiko Terintegrasi , Komite Pengarah Teknologi Informasi, Assets and Liabilities Committee, Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite Pemantau Risiko, Komite Audit dan Komite Tata Kelola Terintegrasi.

“Kami juga membentuk tim krisis yang menangani atau mengelola kondisi pandemi ini, direksi langsung turun ke cabang-cabang, sehingga penanganan bisa terintegrasi,” tutur dia.

Untuk pelaksanaan three line of defense di Bank bjb sudah berjalan dengan baik. Masing-masing risk owner maupun support unit sudah mempunyai pembagian tugas masing-masing.  

Selain itu, Bank bjb sudah menerapakan Whistleblowing System secara konsisten.  Laporan pengaduan bisa dilakukan melalui aplikasi bjbWBS, surat, atau melaporkan langsung. Alurnya, laporan pengaduan itu kemudian dicatat dan dipastikan laporan telah sesuai kriteria untuk ditindaklanjuti.  Jenis fraud yang dilaporkan bisa berupa kecurangan, korupsi, penggelapan, pembocoran informasi, pemerasan, dan tindak pidana perbankan, pemalsuan, dan penipuan.

“Kemudian dilakukan penelaahan awal.  Kami melakukan verifikasi dan analisa data dengan membandingkan antara informasi yang diperoleh dengan data dan informasi dimiliki atau diakses auditor.  Apabila terindikasi cukup kuat ada dugaan kejadian fraud maka laporan dapat dilanjutkan menjadi Audit Investigasi,” tuturnya.

Bank bjb sudah melakukan asessment terhadap pelaksanaan GRC yang dilakukan perusahaan. Untuk skor penerapan Good Corporate Governance (GCG) dari profil risiko, tata kelola, rentabilitas, permodalan, serta peringkat komposit sampai 31 Desember 2020 semua skornya 2. “Ini mencerminkan manajemen bank telah melakukan penerapan GCG yang secara umum baik,” ujar Cecep.

BACA JUGA:   Bank Banten Resmi Gabung ke Bank BJB

Demikian pula untuk penilaian tingkat risiko semua dalam kategori low to moderate, kecuali operasional risk yang berada di tingkat moderat. “Ini karena kompleksitas kita sudah lebih tinggi, kemudian juga ada beberapa risiko eksternal seperti covid,” tutur dia.

Bank bjb juga mendapat penilaian dari Financial Integrity Rating (FIR) Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT). Bank bjb mendapat nilai 7,62 dengan tingkat integritas bank “High”.  Untuk indikator kepatuhan juga dinilai cukup baik.  “Indikator Kewajiban Penyediaan Modal Minimum  (KPMM), Giro Wajib Minimum  (GWM) utama rupiah, GWM valuta asing, Posisi Devisa Neto (PDN) dan NPL Nett tidak ada yang dilanggar oleh Bank bjb,” kata dia.

Menurut Cecep, Bank bjb tahun 2021 ini akan menerapkan ISO 37001 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Untuk itu, pihaknya telah melakukan kick off meeting  pada 13 Juli 2021. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menerapkan GCG dan sebagai salah satu upaya dalam mendukung semangat pemberantasan korupsi yang digalakkan Pemerintah. “Tahun ini InsyaAlloh akan kita launching,” ucapnya.

Terobosan dan Inovasi lainnya yang dilakukan  manajemen Bank bjb adalah pendirian  bjb Sekuritas. Bank bjb dalam mendirikan anak perusahaan ini juga sudah menerapkan GRC, mulai dari pendirian perusahaan, perizinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), uji coba sistem di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan keanggotaan di Kliring Penjaminan Efek Indonesia  (KPEI).

Akte pendirian PT bjb Sekuritas keluar pada 23 November 2020 dengan pemegang sahjam  bank bjb (78,95 persen), YKP bank bjb (15,79 persen) dan Dapen bank bjb  (5,26 persen). Sedangkan izin operasional sebagai perusahaan efek daerah dari OJK keluar pada 29 Juni 2021.

“Semua ini melalui proses GRC yang baik, mulai dari kajian awal dari divisi terkait, ada rapat-rapat komite, apakah ini layak, sampai rapat dewan komisaris, proses di OJK, kemudian izin ke BEI,” kata Cecep.

Tags: Bank BJBTOP GRC Awards 2021
Previous Post

Sarana Olahraga Ancol Dibuka Lagi

Next Post

Prospek Lapangan Sidayu dan Banyu Urip Hasilkan Tambahan Produksi Signifikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR