TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RNI Kembangkan Produk Beras Premium untuk Masyarakat

Albarsyah
20 August 2021 | 13:06
rubrik: Event
RNI Kembangkan Produk Beras Premium untuk Masyarakat

Jakarta, TopBusiness – BUMN Klaster Pangan terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan  ketahanan pangan nasional melalui pengembangan portofolio produk pangan yang  terjangkau dan berkualitas untuk masyarakat.

Salah satu pengembangan produk terbaru  adalah produk beras Rania yang merupakan hasil kerja sama PT Rajawali Nusantara  Indonesia (Persero) atau RNI dengan PT Pertani (Persero). 

Peluncuran produk beras premium kemasan 5 kg tersebut dilakukan pada Kamis, (19/08/2021) di Gedung RNI, Jakarta.

Direktur Utama RNI, Arief Prasetyo Adi, mengatakan, produk beras Rania merupakan produk  beras premium yang bermutu tinggi namun terjangkau bagi masyarakat. 

Produk ini disiapkan untuk memenuhi ketersediaan pangan beras guna mendukung program  ketahanan pangan dan peningkatan akses pasar untuk produk dalam negeri.

Untuk memastikan tingkat keterjangkauan, Arief memastikan penjualan beras premium Rania  tidak akan melebihin harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan dalam peraturan  Menteri Perdagangan nomor 57 tahun 2017 tentang Penerapan Harga Eceran Tertinggi  Beras, yaitu di kisaran harga Rp 12.800/Kg sampai dengan Rp 13.600/Kg.

Selain itu, ia juga telah menyiapkan sejumlah strategi terkait rencana distribusi dan  pemasaran. “Dalam pendistribusiannya kami mengandalkan PT Rajawali Nusindo sebagai  anak perusahaan RNI Group yang memiliki kantor cabang dan gudang di seluruh provinsi dan  sejumlah kota besar di tanah air,” ujarnya.

Pada tahap awal, Arief menargetkan, pada Agustus ini Rania sudah tersedia di 17 Cabang  Rajawali Nusindo di seluruh Jawa serta di market General Trade dan e-commerce. “Kami juga  akan berkolaborasi dengan modern market dalam pendistribusian di outlet seluruh Indonesia  dan mendatangkan traffic customer dari kalangan karyawan BUMN holding pangan se-Indonesia,” ungkapnya dalam keterangan resmi kepada TopBusiness.id.

Pada periode Agustus sampai dengan September 2021, ditargetkan kuantitas produksi  tercapai sebesar 150 ton dan terjadi peningkatan distribusi di 26 Cabang Nusindo. Sedangkan  periode November hingga Desember 2021, beras Rania ditargetkan telah tersebar di 43  Cabang Rajawali Nusindo dengan target kuantitas pada tahun 2021 sebesar 750 Ton.

BACA JUGA:   Penerapan GRC Turut Sumbang Capaian Positif Bank Muamalat

Ia menegaskan, plan activity product beras premium untuk masyarakat ini akan terus  diperkuat di tahun 2022 melalui improvisasi dan evaluasi secara berkala. Startegi penjualan  melalui kolaborasi dengan produk BUMN Klaster Pangan lainnya juga akan terus didorong,  seperti dengan PT Berdikari (Persero) melalui produk daging, dengan PT Garam (Persero)  dengan produk garam, dan dengan PT Perikanan Indonesia (Persero) serta PT Perikanan  Nusantara (Persero) melalui produk ikan.

Di semester 2 tahun 2022 pemasaran akan semakin diperluas melalui sinergi transportasi dan  pergudangan dengan BGR Logistics, kerjasama dengan pihak swasta (toko modern) untuk  memperluas aksesbilitas produk, dan pengembangan aplikasi program.

“Diharapkan kolaborasi dengan sejumlah BUMN dan beragam komoditas pangan dapat  membantu memastikan keterpenuhan pangan masyarakat secara merata,” tutur Arief.

Arief menambahkan, keberadaan Rania melengkapi portofolio produk pangan RNI yang  sebelumnya telah eksis dengan produk gula dan teh. Upaya ini sejalan dengan strategi RNI  yang saat ini tengah gencar memperkuat sektor hilir.

“Hilirisasi produk menjadi keharusan bagi BUMN Klaster Pangan agar dapat bersaing dengan  produk impor dan menjadi tuan rumah di industri pangan nasional,” paparnya.

Dengan captive market yang ada dan membuka kerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani  (Gapoktan), BUMDes diharapkan dapat mendorong inklusifitas petani di hulu dan  keterjangkauan konsumen di hilir. Kedepan kami juga akan melibatkan Penggiling Padi  Nasional.

Sementara itu, Direktur Utama Pertani Maryono mengatakan, dalam pengembangan produk  ini Pertani berkontribusi memastikan proses pengolahan beras dilakukan melalui teknologi  modern, sehingga menjaga kualitas dan keunggulan produk hingga sampai ke konsumen. Ia  menambahkan, aspek peningkatan kesejahteraan petani juga menjadi tujuan utama dari kerja  sama ini. Pihaknya memastikan, penyerapan gabah petani dilakukan di atas HPP sehingga  dapat menjaga daya beli petani saat harga komoditas sedang jatuh.

BACA JUGA:   Genjot Kinerja dan Layanan, Bank Daerah Gianyar Fokus Tata Kelola dan Digitalisasi

Adapun produksi beras Indonesia pada tahun 2020 sedikit mengalami kenaikan 20.000 ton  dari 2019, menjadi sebesar 31,33 Juta Ton. Menurut Badan Pusat Statistik, pada tahun 2021,  diprediksi total produksi beras akan lebih baik disbanding tahun 2020, hal tersebut dilihat dari  produksi selama Januari sampai dengan April yang menyentuh angka 14,54 juta ton jauh lebih  tinggi dari total produksi beras Januari sampai April tahun 2020, yaitu sebesar 11,46 Ton.

Previous Post

Himbara Siap Tingkatkan Pembiayaan Hulu Migas untuk Dukung Produksi 1 Juta Barel

Next Post

Audiensi BUMN Klaster Pangan Sektor Perikanan dengan Menteri Trenggono

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR