Jakarta, TopBusiness – PT BPR DP Taspen semakin menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan kinerja bisnis dan tanggung jawab sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan “Tali Asih Pensiunan”.
Program ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value/CSV) yang berkelanjutan.
Direktur Kepatuhan BPR DP Taspen, Indri Mukti Mulyani, menegaskan bahwa perusahaan menempatkan pensiunan ASN sebagai pusat dari ekosistem bisnis sekaligus fokus utama dalam program CSR.
“Program Tali Asih Pensiunan kami rancang untuk memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan pensiunan ASN, sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan nasabah. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menciptakan nilai bersama antara perusahaan dan masyarakat,” ujar Indri di depan dewan juri TOP CSR Awards 2026 dalam penjurian daring, Senin (31/3/2026).
Dari Bantuan Sosial hingga Pemberdayaan
Program Tali Asih Pensiunan dijalankan melalui berbagai inisiatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya pensiunan ASN golongan rendah (I dan II).
Bentuk kegiatannya mencakup bantuan sosial berupa sembako, santunan tunai, hingga program bedah rumah yang secara langsung meringankan beban hidup para penerima manfaat.
Tak hanya itu, BPR DP Taspen juga aktif memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa, sebagai bagian dari respons perusahaan terhadap kebutuhan sosial di lingkungan sekitar.
Dalam aspek pemberdayaan ekonomi, program ini diperluas melalui dukungan terhadap UMKM dan ekonomi kreatif yang dijalankan para pensiunan. Perusahaan memberikan pelatihan kewirausahaan, seperti budidaya hidroponik, serta akses permodalan yang terjangkau guna mendorong keberlanjutan usaha.
Pendekatan ini sejalan dengan visi ekonomi kerakyatan yang diusung perusahaan, di mana pensiunan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku ekonomi yang produktif.
Selain fokus pada aspek ekonomi, BPR DP Taspen juga memberikan perhatian pada sektor pendidikan dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Bantuan disalurkan kepada lembaga pendidikan seperti Madrasah Al Muhajirin, serta berbagai panti asuhan dan rumah tahfidz.
Program ini mencakup perbaikan sarana pendidikan, dukungan operasional, serta penguatan pendidikan agama, yang diharapkan dapat membentuk karakter dan akhlak generasi muda.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam pembangunan sosial yang lebih luas, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga spiritual dan pendidikan.
CSR Berbasis ESG dan CSV
Yang membedakan program CSR BPR DP Taspen adalah pendekatannya yang terintegrasi dengan strategi bisnis melalui konsep Creating Shared Value (CSV). CSR tidak diposisikan sebagai biaya, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang memberikan manfaat ganda: bagi masyarakat dan bagi perusahaan.
Program-program seperti Tali Asih dirancang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang memastikan keberlanjutan dampak sosial sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.
Indri menjelaskan bahwa integrasi ini juga memperkuat posisi perusahaan sebagai lembaga keuangan yang bertanggung jawab.
“Kami memastikan seluruh program CSR berbasis prinsip ESG, sehingga tidak hanya memberikan dampak sosial jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan,” ujarnya.
Selain itu, pendekatan ini juga mendukung transformasi digital dan penguatan tata kelola perusahaan, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi operasional dan kepercayaan nasabah.
Kinerja Keuangan Solid
Sepanjang 2025, BPR DP Taspen mencatat pertumbuhan yang konsisten di berbagai indikator utama. Menurut dia, integrasi antara strategi bisnis dan tanggung jawab sosial (CSR) mampu menghasilkan kinerja yang solid sekaligus berdampak luas.
Dari sisi aset, perseroan membukukan total Rp1,153 triliun, tumbuh 24,23% secara tahunan atau year-on-year (YoY), meski sedikit di bawah target RBB sebesar Rp1,218 triliun (pencapaian 94,68%).
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit (lending) mencapai Rp960,451 miliar, meningkat 17,76% YoY, dengan realisasi 92,57% dari target RBB Rp1,037 triliun.
Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (funding) tercatat sebesar Rp991,717 miliar, tumbuh 23,06% YoY atau mencapai 94,62% dari target Rp1,048 triliun.
Struktur permodalan juga menunjukkan penguatan, dengan ekuitas mencapai Rp131,002 miliar, naik 24,80% YoY.
Pertumbuhan yang merata ini mencerminkan strategi ekspansi yang terukur, terutama pada sektor UMKM yang menjadi fokus utama pembiayaan.
Sehingga, sepanjang 2025 itu, perseroan mencatat lonjakan laba bersih sebesar Rp34,783 miliar, tumbuh signifikan 54,31% secara YoY dan melampaui target Rencana Bisnis Bank (RBB) sebesar 102,20%.
Kinerja impresif ini tidak berdiri sendiri. Di balik pertumbuhan tersebut, BPR DP Taspen mengandalkan penguatan sektor produktif melalui pendekatan CSR berbasis pemberdayaan UMKM dan inklusi keuangan.
Kata Indri, CSR telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan perusahaan. “Kami tidak memposisikan CSR sebagai aktivitas tambahan, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis. Dengan memperkuat UMKM, kami juga memperkuat basis kredit yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Arah Strategis: Bisnis Berkelanjutan dan Inklusif
Ke depan, BPR DP Taspen akan terus memperkuat program CSR berbasis komunitas dengan tetap berfokus pada pemberdayaan pensiunan ASN. Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kontribusi sosial.
Dengan mengedepankan prinsip ESG dan CSV, perusahaan menargetkan terciptanya model bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas dan berkelanjutan.
“Bagi kami, keberhasilan tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi juga dari sejauh mana kami mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pensiunan yang menjadi bagian penting dari perjalanan bisnis kami,” tutup Indri.
