Perhelatan MotoGP Mandalika tak hanya menjadi momentum kebangkitan industri pariwata nasional, tapi juga pemulihan ekonomi Indonesia.
Tujuh bulan lagi, Indonesia bakal menjadi tuan rumah ajang balap motor paling bergengsi di dunia, Grand Prix MotoGP. Ajang yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini diharapkan menjadi motor bangkitnya industri pariwasata nasional yang sejak Maret 2020 mati suri akibat dampak pandemi covid-19.
Seri MotoGP Indonesia sedianya digelar pada 2021, tapi melihat kondisi pandemi covid-19 yang belum mereda sehingga pihak penyelenggara dan pemerintah RI sepakat memundurkannya jadi Maret 2022. Namun, para pecinta balap motor di Indonesia tahun ini tetap akan disuguhi event balap motor World Super Bike (WSBK) 2021 yang dijadwalkan pada 12-14 November 2021 di Sirkuit Mandalika.
Saat ini, pemerintah ‘ngebut’ menuntaskan pembangunan Sirkuit Mandalika yang sampai Juni 2020 sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan selesai pada Juli 2021. Sirkuit Mandalika dengan lintasan sepanjang 4,32 Kilometer nantinya difungsikan pula sebagai jalan raya.
Sirkuit Mandalika ini menempati area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). BUMN ini juga mengelola The Nusa Dua, Bali. Total luas KEK Mandalika yang terletak di bagian selatan Pulau Lombok ini mencapai 1.035,67 Ha.
Terkait penyelenggaraan MotoGP Mandalika, ITDC telah menunjuk Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai anak usaha yang menangani persiapan serta penyelenggaraan MotoGP dan seri balap lainnya di Sirkuit Mandalika. MGPA sudah meneken kerja sama dengan Dorna Sport selaku pemegang lisensi MotoGP di dunia.
“Penyelenggaraan event MotoGP Mandalika akan mampu menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia hingga mencapai 300 ribu orang per tahun serta memberikan positioning yang kuat bagi Indonesia sebagai negara tujuan hiburan olah raga unggulan di Asia,” kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer dalam keterangannya, baru-baru ini.
Selain itu, kata Abdulbar, multiplier effect dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika antara lain penciptaan lapangan kerja langsung bagi sekitar 7.500 orang, memberikan tambahan investasi lokal sebesar US$ 150 juta, serta diperkirakan meningkatkan belanja wisatawan hingga mencapai US$ 40 juta per tahun dapat dinikmati masyarakat Indonesia khususnya NTB.
“MotoGP juga memiliki penggemar yang besar, setiap event MotoGP ditonton hampir 430 juta pemirsa televisi di seluruh dunia dan ini akan memberikan country branding dan benefit yang besar bagi Indonesia,” ujar dia.
Menurut Abdulbar, MotoGP Mandalika akan menjadi MotoGP pertama dan satu-satunya di dunia yang menggunakan street circuit sebagai lintasan balap. Selain unik, Sirkuit Mandalika sempat dipuji CEO Dorna Sport Carmelo Ezpeleta sebagai salah satu sirkuit terindah di dunia karena lokasinya dekat dengan pantai Mandalika yang sangat indah.
Pengembangan KEK Mandalika
Selain bangunan sirkuit, ITDC menyiapkan infrastruktur pendukung MotoGP seperti hotel berbintang, akses jalan dari bandara, rumah sakit, sport dan entertainment cluster. Beberapa hotel bintang lima sudah hadir di KEK Mandalika dan fasilitas lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Untuk membangun berbagai fasilitas di KEK Mandalika, menurut Abdulbar, ITDC telah mengantongi komitmen investasi senilai Rp 23 triliun. Investasi terbesar berasal dari Vinci Constructions Grand Project dengan nilai US$ 1 miliar atau setara Rp 14,5 triliun (kurs Rp 14.500 per dolar AS) yang ditanamkan secara bertahap selama 15 tahun ke depan.
Pengembangan KEK Mandalika juga mendapat dukungan pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) senilai US$ 248,4 juta atau setara Rp 3,6 triliun dalam payung program Mandalika Urban & Tourism Infrastructure Project (MUTIP). Selain itu, ada dukungan pembiayaan ekspor dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui skema National Interest Account (NIA) dengan besaran mencapai Rp 1,18 triliun.
KEK Mandalika, kata Abdulbar, adalah KEK yang paling menarik bagi para investor saat ini dan berpotensi menjadi destinasi wisata kelas dunia. KEK Mandalika ini diproyeksikan bakal menarik investasi sebesar Rp 40 triliun dan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 587 ribu tenaga kerja hingga tahun 2025. KEK Mandalika diperkirakan menarik kunjungan 2 juta wisatawan mancanegara per tahun.
Pemerintah Presiden Joko Widodo juga telah memasukkan KEK Mandalika sebagai satu dari lima destinasi wisata super prioritas di Indonesia.
Protokol Kesehatan Ketat
Secara terpisah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat meninjau langsung pembangunan Sirkuit Mandalika, baru-baru ini, mengatakan bahwa sirkuit tersebut akan menjadi bagian dari jalan KEK Mandalika. Bila seri balap rampung, infrastruktur dasar itu dapat digunakan masyarakat.
“International Street Circuit Mandalika. Kita lihat beberapa fitur terbaik di dunia, seperti gravel terpanjang 187 meter, pemandangan terindah. Ini kontribusi kita untuk pemulihan ekonomi nasional, agar destinasi super prioritas Mandalika ini menjadi destinasi berkelas dunia, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Sandiaga.
Bila Sirkuit Mandalika sudah beroperasi, kata Sandiaga, pemerintah berharap bisa mengundang jutaan orang untuk datang. Namun, ia menyadari bahwa hal itu berisiko menjadi zona penyebaran covid-19. Untuk itu, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin mengacu pada Environmental Social Government (ESG).
Guna menekan angka penyebaran covid-19, selain penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dari seluruh pihak, pemerintah juga akan memvaksinasi pelaku usaha dan masyarakat di Mandalika. “Vaksin kembali tiba, dan akan kita prioritaskan untuk NTB terkait perhelatan di November mendatang, kita genjot pada level mengurangi angka covid-19,” kata Sandiaga.
Selain itu, Sandi berharap penyelenggaraan MotoGP Mandalika bisa memberikan efek berantai ke sektor lain, terutama produk-produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di NTB. “Oleh karena itu, produk UMKM-UMKM mulai dari black garlic, tenun juga produk-produk lainnya harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari MotoGP dan Superbike,” ucapnya.
Dukungan BUMD NTB
Dukungan dan kotribusi terhadap pelaksanaan MotoGP Mandalika juga diberikan PT Bank NTB Syariah sebagai bank BUMD milik Pemerintah Provinsi NTB. Meski penyelesaian proyek sirkuit Mandalika saat ini masih sekitar 80 persen, Bank NTB Syariah sudah mememberikan dukungan, khususnya kepada UMKM terpilih dalam event tersebut.
“Apa yang kami lakukan adalah untuk UMKM yang terpilih menjadi UMKM di pelaksanaan event MotoGP, kami masuk ke sana untuk melakukan pembinaan, baik itu untuk proses produksinya maupun proses pemasarannya. Termasuk pembiayaannya untuk pemenuhan barang-abarangnya,” ujar Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo dalam penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang digelar Majalah TopBusiness, pertengahan Juni 2021 lalu.
Selain itu, menurut Kukuh, Bank NTB Syariah ikut membantu pendanaan untuk pembangunan guest house di sekitar kawasan Mandalika yang diperuntukkan bagi para wisatawan yang ingin menyaksikan MotoGP Mandalika 2022. “Tapi November 2021 ini, Sirkuit Mandalika sudah digunakan untuk ajang Superbike, jadi persiapan kami terus berjalan dan beberapa proses tersebut sudah dilaksakan,” kata Kukuh.
Selain Bank NTB Syariah, BUMD lain di NTB yang juga berkomitmen mendukung event MotoGP adalah PT Gerbang NTB Emas. BUMD ini membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional ke KEK Mandalika. “Pasokan tersebut termasuk bagian dari upaya kami membangun SPAM untuk KEK Mandalika,” kata Direktur Utama PT Gerbang NTB Emas, Syamsul Hadi, belum lama ini.
*Tulisan Ini Sebelumnya Dimuat di E-Magz Majalah TopBusiness
