Jakarta, TopBusiness – Pada hari Rabu 1 September 2021, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk, sebuah anak usaha dari Hasnur Group yang bergerak di bidang transportasi dan logistik resmi melakukan pencatata perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perseroan melepas sahamnya ke pubik itu dengan skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering atau IPO. Dan kini setelah menjadi perusahaan tercatat, Hasnur menggunakan kode saham “HAIS” untuk diperdagangakan di pasar modal.
Acara peresmian dan serah terima sertifikat pencatatan saham PT Hasnur Internasional Shipping Tbk digelar secara virtual oleh Komisaris Utama HAIS, Zainal Hadi HAS HB dan jajaran komisaris lainnya, Direktur Utama PT Hasnur Internasional Shipping Tbk, Jayanti Sari serta jajaran direksi lainnya, termasuk Direksi entitas anak.
Pada tanggal penawaran umum yang berlangsung dari 24 sampai 30 Agustus 2021 lau itu, jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 525.250.000 lembar saham baru, dengan harga penawaran Rp.300,- per lembar saham, dengan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 2.626.250.000 saham.
“Sehingga dana IPO yang diperoleh, ditargetkan bisa mencapai Rp157,57 miliar,” Direktur Utama PT Hasnur Internasional Shipping Tbk, Jayanti Sri, di Jakarta, Rabu (1/9/2021).
Pada akhir periode Penawaran Umum Perdana Saham PT Hasnur Internasional Shipping Tbk, porsi pooling sudah oversubscribed 39,78x atau 3.565.044.200 lembar saham dari alokasi penjatahan terpusat.
Angka tersebut dipandang signifikan lebih dari tiga kali lipat dari masa bookbuilding yang mengalami oversubscription sebanyak 11 kali. “Ini adalah hadiah untuk Hasnur Group khususnya, di hari ulang tahunnya yang ke-55, jatuh pada tanggal 27 Agustus 2021, salah satu entitasnya berhasil memperoleh kepercayaan publik yang besar,” kata dia.
Jayanti kembali menjelaskan, penggunaan dana hasil IPO ini sebagaimana termuat dalam prospectus adalah sebesar 46% untuk belanja modal. Sebesar 23% dana dari hasil IPO akan digunakan untuk pembelian peralatan guna mendukung rencana pengembangan serta peningkatan fasilitas dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang Jasa Kepelabuhanan.
“Adapun sebesar 31% akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional,” lanjutnya.
Rencana pengembangan usaha ke depannya, kata dia, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk, akan fokus pada tiga hal yaitu efisiensi, terintegrasi, dan keberlanjutan sebagaimana juga telah dipaparkan beberapa waktu lalu.
FOTO: Rendy MR
