Jakarta-Thebusinessnews. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tetap berharap akan mendapatkan (Penyertaan Modal Negera ) sebesar Rp 4 triliun. Peluang itu masih terbuka jika pemerintah dan DPR RI bersepakat dalam APBN-P 2016 akan permintaan WIKA.
Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk,Bintang Perbowo menyatakan dana PMN itu di peruntukan untuk berapa proyek strategis.Seperti Kawasan industri Kuala Tanjung Rp 480 miliar,PLTU Banten 2X 1000 MW Rp 1,69 triliun,PLTA Aceh 2X200 MW Rp 1,2 triliun.Ditambah sebagai kontraktor Jalan tol Soreang-Pasir Koja Rp 113 miliar,Jalan Tol Manado-Bitung Rp 198 miliar dan Jalan Tol Samarinda -Balikpapan Rp 238 miliar serta proyek water treatment plant (WTP) Jatiluhur 5000 liter/detik Rp 84 miliar. Atau total Rp 4003 miliar.
Jika pun tak mendapatkan PMN maka WIKA akan tetap melakukan penerbitan saham baru,namum dipastikan porsi kepemilikan pemerintah harus diatas 55 persen .sementara ini porsi pemerintah masih memiliki 65.05 persen.
Diperkirakan dana hasil penerbitan saham baru tanpa PMN akan mengumpulkan dana sebesar Rp 2,8 triliiun. Sementara sisanya akan Rp 1,4 triliun Persero tengah menimbang pilihan antara PUB (Penawaran Umum Berkelanjutan),Global Bond atau MTN (medium Term Note).
Namum dengan cara diatas Binta menyatakan akan berdampak pada perkiraan Laba akhir tahun 2016.”Tadinya kami memperkirakan Rp 1 triliun untuk bottom line 2016 namum dengan adanya biaya bunga dan lainya akan berkurang menjadi Rp 700 miliar”ujar dia. Sembari menambahkan deviden kepada pemerintah turut turun.(az)