Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi penutupan perdagangan Jumat (03/9/2021) akhir pekan ini, di Bursa Efek Indonesia diperkirakan bakal turun.
Dalam riset harian dari Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan tema IHSG Bergerak Sideways Seiring Melemahnya Harga Komoditas.
Saham AS ditutup bervariasi semalam. DJIA turun 0,14% menjadi 35.312, sedangkan S&P500 (+0,03%) dan Nasdaq (+0,33%). Sebuah laporan dari ADP, yang menyatakan bahwa perusahaan Amerika hanya menciptakan 374.000 pekerjaan baru pada bulan Agustus, jauh di bawah perkiraan Dow Jones (600.000) adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pasar. Pelaku pasar sekarang menunggu laporan penggajian nonpertanian Departemen Tenaga Kerja, yang dijadwalkan untuk dirilis pada hari Jumat (perkiraan: 720.000). Di pasar komoditas, minyak Brent ditutup pada USD 71,3/barel (-0,5%); emas USD 1,816/toz (-0,1%) dan nikel USD 19,353/ton (-1,2%).
EIDO ditutup naik 0,33%, sedangkan IHSG turun 0,97% pada Rabu (9/1) menjadi 6.090,9 dengan ARTO, TLKM dan BUKA sebagai top lagging movers. Net buy asing di pasar reguler tercatat sebesar Rp 181,6 miliar. Aliran keluar asing terbesar dicatat oleh TOWR (Rp 21,8 miliar), diikuti oleh ASII (Rp 20,3 miliar), dan BRPT (Rp 16,4 miliar), sedangkan aliran masuk asing terbesar dicatat oleh BBCA (Rp 51,3 miliar), BUKA (Rp 48,8 miliar). miliar), dan BMRI. (Rp42,9 miliar). Sepanjang pekan (Senin-Rabu), IHSG telah menguat +0,83% dengan akumulasi net beli asing sebesar Rp1,4 triliun di pasar reguler.
“Kami percaya bahwa karena pendekatan wait and see yang dilakukan oleh investor global dan penurunan harga beberapa komoditas, IHSG hari ini mungkin akan bergerak sideways, dengan kecenderungan menurun,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
