Jakarta, TopBusiness – Setelah berhasil meraih fasilitas pendanaan dari PT Bank Permata Tbk (PermataBank), PT Akulaku Finance Indonesia (Akulaku Finance) optimistis bisa menyalurkan pembiayaan Rp 7 triliun hingga akhir 2021.
Sepanjang semester I-2021, Akulaku Finance mencatatkan penyaluran pembiayaan senilai lebih dari Rp 4,9 triliun, dengan tingkat pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) net terjaga di level 0,6%.
“Perusahaan juga menargetkan untuk menyalurkan pembiayaan sejumlah Rp 7 triliun di sepanjang tahun 2021,” kata Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga dalam siaran pers, dikutip Jumat (3/9/2021).
Di samping itu, Akulaku Finance turut menjalin kerja sama strategis dengan PermataBank. Dalam hal ini, Akulaku Finance memperoleh fasilitas pendanaan dari PermataBank yang akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan konsumen dan inklusi keuangan di Indonesia.
Efrinal mengungkapkan, pemberian fasilitas tersebut menjadi wujud tingginya kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan. Pihaknya akan menggunakan fasilitas pendanaan tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan variasi (multi scheme of funding) penyaluran pembiayaan perusahaan kepada para pelanggan Akulaku Finance Indonesia.
“Fasilitas pendanaan dari PermataBank ini merupakan suatu fasilitas di moment of truth yang tepat disaat peningkatan life style masyarakat yang cenderung kepada digitalisasi, contactless, dan cashless sehingga memungkinkan Akulaku Finance Indonesia untuk dapat melayani lebih banyak nasabah pembiayaan berbasis digital di seluruh Indonesia yang sejalan dengan pertumbuhan pembiayaannya di sepanjang tahun 2021,” ujar Efrinal melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (3/9).
Dia menerangkan, kerjasama strategis dengan PermataBank merupakan wujud kolaborasi yang erat dan visioner antara perbankan dan penyedia layanan pembiayaan berbasis digital. Terutama dalam komitmen mewujudkan inklusi keuangan dan memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah Akulaku Finance dan PermataBank.
“Dalam menghadapi perubahan seperti yang terjadi saat ini, bank dan pelaku usaha jasa keuangan digital seperti Akulaku Finance mesti semakin banyak berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem dan data mining satu sama lain. Kepercayaan dari mitra perbankan ini akan terus kami jaga dengan mengimplementasikan langkah langkah mitigasi risiko yang baik,” ujar Efrinal.
Sementara itu, Direktur Retail Banking PermataBank Djumariah Tenteram menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan digitalsi perbankan. Selain itu juga mendukung perkembangan mitra strategis, melalui kemitraan dengan perusahaan pembiayaan berbasis digital bagian dari Akulaku Group, yakni Akulaku Finance.
“PT Akulaku Finance Indonesia memiliki portofolio customer base yang luas dan sesuai dengan risk appetite PermataBank saat ini. Melalui kemitraan ini kami berharap dapat menjangkau konsumen unbanked dan underserved yang jumlahnya masih cukup besar sekaligus memberikan akses keuangan yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia,” ungkap dia.
PermataBank secara berkesinambungan membangun kemitraan dengan berbagai mitra strategis dalam rangka memperluas penetrasi pangsa pasar dan sekaligus mempererat kolaborasi dengan perusahaan pembiayaan berbasis teknologi yang memiliki berbagai keunggulan dengan memanfaatkan kapabilitas teknologi. Strategi ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis pembiayaan konsumen yang mengalami dampak dalam kondisi pandemi dan mendukung kinerja PermataBank sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.
Adapun pada kuartal II-2021, pendapatan operasional PermataBank tumbuh 19% year on year (yoy), didukung dengan pertumbuhan total aset sebesar 34,8% (yoy) menjadi sebesar Rp 212,9 triliun. PermataBank tercatat sebagai salah satu dari 10 bank komersial terbesar di Indonesia berdasarkan total aset.
