TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ditopang GRC, Waskita Realty Lebih Adaptif Hadapi Tantangan Bisnis Saat Ini

Busthomi
6 September 2021 | 14:18
rubrik: Event, GCG
Ditopang GRC, Waskita Realty Lebih Adaptif Hadapi Tantangan Bisnis Saat Ini

Jakarta, TopBusiness – Sektor properti yang masih melesu terlebih akibat adanya pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan developer atau pengembang properti terdampak kinerjanya. Tak terkecuali dengan PT Waskita Karya Relaty atau WSKR.

Namun begitu, perseroan tetap bisa berkarya di tengah pandemi dan pelemahan bisnis sektor property tersebut. Ha ini lantaran WSKR konsisten menerapkan prinsip Governace, Risk Management dan Compliance (GRC). Sehingga perseroan pun bisa lebih adaptif dalam menjalankan bisnisnya itu di tengah ketidakpastian sentiment negatif tersebut.

Salah satu hal yang menjadi mudah dilakukan dengan ditopang GRC dan core values perusahaan yaitu AKHLAK kepanajngan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif ini adalah dalam pemetaan risiko. Dengan begitu, beberapa risiko yang menghambat kinerja perusahaan bisa diatasinya dengan manajemen risiko yang mumpuni.

Menurut Presiden Direktur WSKR, Eri Prananto, ada tiga pengaruh pandemi ini terhadap kinerja perusahaan di tahun lalu. Pertama, risiko-risiko negatif yang dihadapi oleh perusahaan property, termasuk risiko utama yang dihadapi oleh perusahaan saat ini yaitu, penurunan kebutuhan akan hotel akibat kebijakan pembatasan mobilitas; kebutuhan pendanaan belum terpenuhi; dan penundaan akad oleh konsumen.

“Kedua, rendahnya awareness terhadap covid ini dan ketiga, keterlambatan pembayaran kontraktor dan vendor,” ungkap Eri dalam sesi penjurian TOP GRC Awards 2021 secara virtual yang digelar oleh majalah TopBusiness, Rabu, 1 September 2021 lalu. Di depan Dewan Juri, Eri yang baru sekitar dua bulan menjabat sebagai WSKR 1 ini, bertekad untuk terus membudayakan praktik GRC di perusahaan tersebut.

Maka dari itu, WSKR pun melakukan identifikasi atas risiko-risiko positif atau peluang yang muncul saat pandemi ini. Seperti, adanya program vaksinasi oleh pemerintah; digitalisasi proses bisnis seperti marketing, pencatatan dengan menggunakan SAP, dan kepegawaian dengan menggunakan WEST; memanfaatkan pelatihan-pelatihan berbasis online yang memiliki biaya lebih murah dibandingkan pelatihan offline.

BACA JUGA:   GRC Kuatkan Peran Phapros Kala Pandemi

Selanjutnya, kebijakan pemerintah terkait Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP; dan pelonggaran kebijakan pajak barang mewah atau PPnBM serta relaksasi Loan to Vaule atau LTV untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya.

“Jadi GRC ini sebagai enabler atau fasilitator yang sangat powerfull dalam menghadapi bisnis yang hari ini kami hadapi. Dan perubahan bisnis ini sebagai sikap adaptif kami dalam menyiasati kondisi yang ada dengan model bisnis yang baru dan pendekatan yang juga baru. Dan kami bahkan berani untuk memasuki portofolio bisnis yang baru pula. Karena team changer-nya sudah berubah, market juga sudah berubah, ini 2021 dengan kondisi market yang kebutuhannya relevan dengan situasi saat ini,” tutur Eri.

“Kondisi kontraksi yang ada seperti saat ini tentu akan selalu terjadi, tapi kami selalu ada ‘gas’ dan ‘rem’ di dalamnya. Kita satukan dalam satu visi bahwa kita harus tumbuh, harus memasuki model bisnis baru dengan strategi yang baru. Nah, ini bukan hanya mengeluh dan tidak ada jalan keluar, tapi kita bersama-sama mencari keputusan yang strategis,” jelasnya lagi.

Dengan begitu, beberapa strategi yang bakal ditempuh WSKR di tengah pandemi ini antara lain adalah, optimalisasi pendapatan, optimalisasi efektivitas dan efisiensi biaya, optimalisasi pengembangan bisnis yang menguntungkan, serta optimalisasi strategis dengan mitra usaha.

“Kami ingin menangkap bisnis properti ini yang semula hanya di hotel, apartemen, dan lainnya, tapi kita lakukan perubahan revolusioner yakni dengan masuk ke land houses, public housing, dan masuk juga public service, seperti pasar, gudang, RS, dan lainnya. Itu hal baru di kami. Tentu ada risikonya yang akan dihadapi, namun kami tetap adaptif dengan kondisi yang ada,” beber Eri lagi.

BACA JUGA:   Berkat GRC, Kinerja Bank bjb Makin Kece

Dengan strategi-strategi tersebut, maka tak aneh jika di tahun lalu, kinerja perseroan masih bisa mengantongi laba dan mengalami pertumbuhan yang positif di pos asset perseroan. Tercatat, anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk itu, membukukan laba bersih yang diperoleh pada 2020, sebesar Rp48 miliar dengan pendapatan usaha  Rp477,41 miliar, dan total asset mencapai Rp5,292 triliun.

Untuk laba bersih memang tergerus dari tahun sebelumnya yang berada di posisi Rp97 miliar, namun untuk pos pendapatan usaha dan total asset berhasil melonjak. Faktanya, pendapatan usaha WSKR berhasil naik 100% lebih dari tahun 2019 sebesar Rp236 miliar dan total asset bertumbuh 5% dari sebelumnya di angka Rp5,05 triliun.

Praktik GRC

Lebih jauh ditegaskan Eri, dalam implementasi GRC ini, praktik GRC di level komisaris dan direksi itu sangat powerfull. Kendati di tingkat komisaris tak sampai ke level kinerja aktif, tapi mereka efektif untuk memberikan warning, arahan, pengawasan, dan feedback, terhadap bisnis-bisnis baru di properti ini sebagai proses dari adaptasi bisnis ini.

“Dengan adanya shifting dari properti lama ke prperti baru itu sebagai dampak dari pandemic tersebut, ditambah sektor market yang akan kami masuki di 2024 saat IPO, maka peran komisaris dan dirkesi sangat besar dalam aplikasi GRC ini. Ada sinergi yang postif dalam peran GRC, yang satu melakukan fungsi eksekutif dan satu lagi melakukan fungsi pengawasan,” tandas Eri.

Begitup dengan peran Sekretaris Perusahaan atau Sekper dalam praktik GRC ini. Perannya sebagai check and balance dan me-manage komunuikasi ke luar maupun ke dalam agar tata kelola bagi semua pihak berjalan efektif ternyata berjalan sukses karena dinahkodai Sekper.

BACA JUGA:   Hengjaya Mineralindo Kandidat Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2024

Hal ini pun disampaikan oleh Sekper Waskita Karya Realty, Wirandoni Herlambang di tempat yang sama. Kata dia, untuk peran Good Corporate Governance sendiri terus meningkat dan di tahun lalu skornya sudah ada di level 61,62 poin. Kondisi ini terjadi lantaran perseroan terus membudayakan impelentasi GCG yang terus meningkat kuaitasnya.

Seperti dalam hal penerapan whistleblowing system, pedoman hubungan induk dan anak perusahaan, sistem pengadaan barang & jasa, serta hal lain soal impelementasi GC semisal WSKR tetap komitmen dalam sistem menjalankan sistem mutu dan K3L sesuai ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, dan lainnya.

Adapun terkait manajemen risiko, WSKR juga konsisten menerapkan identifikasi risk profile, yang dengan mengidentifikasi risiko yang ada di masing-masing divisi kantor pusat, proyek dan di anak usaha, serta mengevauasi risiko yang ada dengan membuat agregasi risiko, sehingga menjadi risl profile dari perusahaan.

“Jadi, Wakita Realty ini dalam nilai perusahaannya menerapkan GRC pada posisi penting dalam nilai perusahaan, yaitu Obidienci yakni disiplin, patuh pada aturan dan loyalitas; serta Integrity yakni jujur, terbuka, dan dedikasi. Tentu saja dibalut dengan Visi-Misi perusahaan serta core values AKHLAK tadi,” pungkas Wirandoni.

FOTO: Istimewa

Tags: TOP GRC Awards 2021waskita karya realty
Previous Post

BUMN Belanjakan Rp 10,9 Triliun untuk UMKM

Next Post

Dokter Tirta Beri Saran Investasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR