TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bumi Indonesia Membangun Kembali Kedaulatan Pangan

Nurdian Akhmad
11 November 2015 | 14:54
rubrik: Capital Market

kenalkan-sistem-pertanian-terpadu-bumi-indonesia-gaet-ponpes-se-banten-GfNJakarta-Thebussinesnews.co

Banyak rakyat Indonesia yang menginginkan Indonesia bisa kembali swasembada beras, seperti diawal tahun ’80 an. Keinginan tersebut kembali digagas dan coba dilaksanakan oleh banyak anak muda yang tergabung dalam PT Bhakti Bumi Mandiri. Tidak hanya beras, namun juga swasembada pangan lainnya.

Dalam wawancara bussines news Indonesia dengan Dirut PT Bhakti Bumi Mandiri John Turnip, mengatakan, sistem pertanian terpadu tidak sekadar mengandalkan teknologi modern di dalam dunia pertanian, tapi lebih menekankan pada penggunaan ilmu pengetahuan untuk membanyak dan mempercepat beragam hasil pertanian yang bisa didapat dari sebuah lahan pertanian.

“Kami membangun wadah untuk anak negeri dengan nama Bumi Indonesia, mimpi tentang Indonesia yang mandiri dan bermartabat. Harapan kami dari Bumi Indonesia bisa menjadi langkah awal percaya dan bangga pada bangsanya sendiri,” ujarnya di Serpong, Rabu (11/11).

Dalam realisasinya, lanjut dia, Bumi Indonesia akan mengandeng sebanyak 1.200 pesantren se-Banten untuk tahap awal. Tak tanggung-tanggung, Bumi Indonesia menyediakan dana sebesar Rp2 triliun.

“Kami akan mengajak pondok pesantren untuk terlibat dalam program ini. Kita akan beri pelatihan sistem pertanian terpadu, agar pesantren bisa memaksimalkan lahan yang mereka miliki,” tutur John.

Pihaknya juga tidak hanya memberikan pelatihan sistem pertanian modern yang ramah lingkungan, Bumi Indonesia juga akan menyediakan bibit-bibit unggul. Bumi Indonesia juga akan berperan memasarkan hasil pertanian itu nantinya.

“Kita memiliki lahan seluas 12.000 hektar di Banten. Untuk mewujudkan mimpi Indonesia Mandiri kita akan mengajak kaum intelektual, akademisi, peneliti dan kaum muda,” ucapnya.

Sistem pertanian terpadu nantinya menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan ilmu-ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan. Sehingga diharapkan dapat sebagai salah satu solusi bagi peningkatan produktivitas lahan, program pembangunan dan konservasi lingkungan, serta pengembangan desa secara terpadu. “Target jangka panjang Bumi Indonesia akan dilakukan di seluruh Indonesia,” tandas john.

BACA JUGA:   Disokong Telkomsel, Laba Bersih Grup Telkom Rp18,66 T

Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi atas kehadiran Bumi Indonesia dengan menggundang tokoh nasional Prof. Emil Salim, komunitas lingkungan hidup, pertanian, tokoh ulama dan masyarakat Banten. Acara sosialisasi Bumi Indonesia digelar dengan tema ‘Saatnya Karya Anak Negeri Menuju Indonesia Mandiri’, di Hotel Mercure Serpong, Selasa (10/11/2015).

Dalam kesempatan tersebut, Prof Emil pun berpesan, agar Bumi Indonesia bisa menjadi motor pengerak anak muda Banten menjadikan pertanian Banten lebih maju dari daerah lainnya.

“Mimpi Indonesia Mandiri di Banten ini digerakkan oleh ulama dan kreativitas anak muda membangun Banten yg lebih sejahtera,” ucapnya.

Selain Emil Salim, hadir sebagai pembicara Pengagas Lentera Angin Nusantara-Tasikmalaya Ricky Elson dan Pengasuh Pesantren Al-Ittifaq Agriculture. (***/TEGUH)

Previous Post

BRI Tegaskan Niatnya Dirikan Sekuritas

Next Post

OJK Akan Telusuri Pihak Balik Kegaduhan SIAP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR