Jakarta, TopBusiness – Badan Anggaran (Banggar) DPR menyetujui target pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2022 adalah sebesar 5,2 persen. Target ini sama seperti kesepakatan di Komisi XI DPR atau naik dari yang sebelumnya diajukan pemerintah yaitu 5-5,5 persen.
Sementara untuk target inflasi pada tahun depan ditetapkan masih sama yaitu tiga persen, dengan nilai tukar rupiah sebesar Rp14.350 per USD, serta suku bunga SUN 10 tahun adalah 6,8 persen atau lebih rendah dari RAPBN 2020 sebesar 6,82 persen.
Banggar DPR juga menyepakati sasaran pembangunan untuk 2022, di antaranya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditetapkan di kisaran 73,41-73,46, nilai tukar petani ditargetkan antara 103-105, dan nilai tukar nelayan antara 104-106.
Sementara tingkat pengangguran terbuka ditetapkan antara 5,5 sampai dengan 6,3 persen, tingkat kemiskinan di kisaran 8,5 sampai sembilan persen, dan rasio gini untuk tahun depan ditargetkan di kisaran 0,376-0,378.
Ketua Banggar DPR Said Abdullah meminta kepada pemerintah untuk melakukan penguatan sektor kesehatan sebagai kunci keberhasilan pemulihan ekonomi dan sosial, dan mendorong belanja K/L agar memberikan multiplier effect bagi perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pemerintah juga perlu menjaga daya beli masyarakat dan melakukan penguatan program pemulihan UMKM. “Penguatan pemulihan UMKM ini bisa melibatkan kolaborasi antara pemerintah dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” kata Said.
