Jakarta, TopBusiness—Dalam penerapan GRC, PT PP Presisi, Tbk., merencanakan integrasi dengan anak usahanya. Entitas anak tersebut adalah Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA).
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama PP Presisi, Rully Noviandar, dalam wawancara virtual dengan Majalah TopBusiness (7/9/2021).
Dalam hal integrasi tersebut, infrastruktur dan kelengkapan GRC juga akan ada di LMA.
Ia menjelaskan pula bahwa, dalam praktik GRC, PP Presisi pun selalu mengacu kepada panduan dari perusahaan induk. Yakni PT Pembangunan Perumahan (PP), Tbk.
Strategi internalisasi budaya GRC di PP Presisi pun terus berjalan. Evaluasi juga terus ada. “Improvement dalam hal praktik dan budaya GRC, terus ada,” kata Rully menegaskan.
Dalam internalisasi tersebut, PP Presisi punya code of conduct, berbagai penandatanganan piagam, dan lain-lain. Audit berkala pun berjalan, antara lain oleh BPKP.
Sosialisasi nilai GRC ke berbagai unit, terus berlangsung. GRC adalah sistem kerja yang harus dilakukan oleh semua SDM di PP Presisi, termasuk oleh mereka yang ada di proyek-proyek.
Rully juga menjelaskan tren skor audit GCG oleh BPKP. Di tahun 2019, skor yang didapat adalah 77,68 atau ‘baik’. Untuk tahun 2020, skor tersebut naik ke 86.98 atau berarti ‘sangat baik’. “Untuk tahun 2021, kami menargetkan skor di 90. Jadi, kami ingin bahwa skor itu selalu naik,” Rully menambahkan.
