Jakarta, TopBusiness—Kapasitas produksi modul surya PT Len Industri telah mencapai 75 mw per tahun.
“Tentunya kami tidak berhenti di situ dan telah merencanakan terkait peningkatan kapasitas modul surya agar dapat berkontribusi lebih besar bagi penyediaan energi baru terbarukan,” sebut Direktur Utama Len Industri, Bobby Rasyidin, secara tertulis pada hari ini.
Saat kunjungan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian RI Taufiek Bawazier beserta jajarannya, dan Komisi VII DPR RI, Bobby menjelaskan pula bahwa saat ini, Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk (TKDN) produk modul surya dari PT. LEN Industri sudah mencapai 47,5%.
“Perusahaan berupaya untuk meningkatkan nilai TKDN dengan membuat pabrik sel surya dalam negeri. Hal ini juga sejalan dengan tujuan Indonesia sebagai negara dengan kemandirian pada sektor industri hulu (industri komponen),” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Doddy Rahadi menyampaikan, melihat peran penting Len sebagai integrator, pemerintah akan mendukung pengembangan ekosistem industri elektronika. Guna mendukung produktivitas perusahaan tersebut, beberapa hal penting yang perlu dipacu, antara lain mengenai fasilitasi kemudahan ekspor, pemenuhan kebutuhan baku, serta perumusan TKDN.
“Upaya ini tentunya butuh dukungan dari pemangku kepentingan terkait, seperti lintas kementerian dan lembaga,” ujarnya.
Doddy optimistis, kinerja Len Industri bisa menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong perusahaan BUMN tersebut untuk mengembangkan ekosistem industri elektronika agar dapat mendukung bisnis utamanya.
