Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri (Bank Riau Kepri) menjadi pemenang dalam ajang bergengsi TOP BUMD Awards 2021. Perseroan berhasil mendapatkan tiga penghargaan, yaitu TOP BUMD Awards 2021 # Star 4, diikuti TOP PEMBINA BUMD 2021 kepada Gubernur Riau, Syamsuar, dan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, serta TOP CEO BUMD 2021 untuk Direktur Utama, Andi Buchari.
Perseroan dinilai berhasil dalam melaksanakan kinerja operasional dan layanan, sehingga berbuah manis terhadap pendapatan di tengah era kenormalan baru.
Selain, terus tetap konsisten dalam menjalankan bisnis agar berkesinambungan dan mampu menciptakan daya tahan, daya saing dan daya tumbuh.
Selanjutnya, perseroan juga tengah bertransformasi bisnis dari bank konvensional menjadi syariah.
Atas penghargaan tersebut, manajemen mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya, dan berupaya untuk tetap menjaga kontinuitas bisnis di industri perbankan. “Saya atas nama pribadi, dan manajemen mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan,” kata Andi Buchari.
Ajang penghargaan TOP BUMD Awards 2021 (Badan Usaha Milik Daerah) diberikan majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan Lembaga Kajian Nawacita (LKN), serta beberapa lembaga Tim Penilai, bertempat di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta, Jumat, 10 September 2021.
Kegiatan TOP BUMD Awards ini, diselenggarakan secara berkesinambungan setiap tahun, sejak tahun 2016. Untuk memenuhi Protokol Kesehatan, acara penghargaan yang dihadiri 600 peserta termasuk Kepala daerah dan TOP manajemen BUMD seluruh Indonesia ini, dibagi dalam 2 sesi, sore dan malam.
Tema yang diangkat dalam TOP BUMD Awards 2021 ini adalah “Membangun Kinerja dan Layanan BUMD tetap Produktif di masa Pandemi COVID-19”. Ada beberapa BUMD hebat yang meraih penghargaan tertinggi, yakni TOP BUMD level Bintang 5, sekaligus meraih penghargaan paling bergengsi, yakni TOP of The TOP BUMD 2021.
M. Lutfi Handayani, Ketua Penyelenggara TOP BUMD Awards 2021, juga Pemimpin Redaksi majalah Top Business, memaparkan bahwa TOP BUMD Awards, insya Allah merupakan kegiatan award BUMD Terbesar di Indonesia. Kegiatan Top BUMD Awards, diselenggarakan setiap tahun oleh majalah Top Business, sejak 2016.
TOP BUMD Awards adalah kegiatan pembelajaran dan pemberian penghargaan BUMD yang tertinggi di Indonesia, yang diberikan kepada BUMD-BUMD Terbaik, yang dinilai: (1) berkinerja baik, (2) banyak melakukan improvement/inovasi perbaikan, dan telah (3) berkontribusi besar dalam pembangunan daerah, (4) Memiliki Strategi dan inovasi di masa Pandemi Covid-19 agar bisnis tetap tumbuh berkelanjutan.
TOP BUMD Awards 2021 ini, diikuti oleh 182 BUMD dari total sekitar 1.149 BUMD di Indonesia. Atau meningkat 12%, dibanding tahun 2020 yang sebanyak 163 BUMD. Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 BUMD yang mengikuti proses penilaian secara lengkap, termasuk wawancara penjurian, atau meningkat sebesar 44% dari tahun 2020.
Penilaian dilakukan secara obyektif dan independen. Di sini, sejumlah lembaga penilai dan konsultan yang ikut sebagai penilai. Antara lain Institut Otonomi Daerah, FEB Universitas Padjadjaran Bandung, LKN, Solusi Kinerja Bisnis (SKB), Asia Business Research Center; Sinergi Daya Prima; Melani K. Harriman Associates; Dwika Consulting; dan lain-lain.
BUMD harus Didukung Semua Pihak
Di kesempatan yang sama, Ketua DPD RI, AA Lanyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan tentang pentingnya semua pihak mendukung BUMD.BUMD memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan daerah. Pertama, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Kedua, sebagai sumber pendapatan daerah. Ketiga, membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja, serta mengurangi pengangguran, dan keempat, memenuhi dan memudahkan kebutuhan masyarakat.
Menteri BUMN RI Erick Thohir, menegaskan pentingnya sinergi BUMN dan BUMD, dalam sambutannya yang mewakili Wakil Presiden RI. Sinergi BUMN dan BUMD, perlu dikedepankan, dalam rangka untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah dan di tingkat nasional.
Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA, Ketua Dewan Juri Top BUMD Awards 2021, memaparkan beberapa temuan menarik selama proses penjurian berlangsung, sekaligus rekomendasi yang perlu kita perhatikan bersama.
Temuan pertama: Secara umum, hampir semua BUMD, relatif mampu menghadapi dampak Pandemi Covid-19 dengan baik, namun ada beberapa catatan.
BUMD sektor air minum, kinerja dan layanannya tetap terjaga dengan baik, dan relatif paling tahan terhadap Pandemi Covid 19.
Selanjutnya, BUMD sektor keuangan, terutama BPD dan BPR, terkena dampak yang sangat besar. Namun, berkat inovasi dan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnisnya, maka BPD dan BPR-BPR kita, masih mampu menjaga kinerja dan layanannya dengan baik.
Sedangkan BUMD sektor pariwisata, adalah BUMD yang paling besar terkena dampak pandemi Covid-19. Namun, dengan kesigapan dan inovasinya, mampu meredam tantangan yang ada. Misal, ada BUMD hotel dan Pariwisata yang langsung memanfaatkan aset propertinya, untuk mengembangkan Jasa yang terkait dengan penanganan Covid-19, seperti sinergi usaha untuk jasa layanan Antigen, PCR, dan lain sebagainya.
Temuan-temuan lainnya adalah sudah semakin banyak BPR dan BPRS yang concern serta lebih intens dan terukur, untuk melakukan pemberantasan renternir/pelepas uang di wilayah operasional. Kemudian, hampir semua PDAM, sangat concern dalam hal penggunaan teknologi informasi digital, termasuk pengembangan berbagai aplikasi berbasis website, Android, dan IoS.
Juga, BPD-BPD makin intens dan inovatif serta lebih fokus mengalokasikan pembiayaannya, untuk membangun masyarakat daerahnya dan pembiayaan pemerintah daerahnya. Namun, belum semua pemerintah daerah, mengandalkan dukungan pembiayaan pembangunan dari BPD-nya.
