Jakarta, TopBusiness—Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin), Ali Murtopo Simbolon, mengatakan bahwa technopark tidak hanya akan dikembangkan dalam bentuk fisik dan fokus pada area tertentu seperti yang ada saat ini. “Tetapi akan bisa menjangkau ke seluruh Indonesia [secara virtual]” kata dia hari ini secara tertulis.
Menurut Ali, virtual technopark akan menghapuskan berbagai keterbatasan. Misalnya, memberikan kesempatan untuk mendaftarkan diri kepada startup yang saat ini belum bisa tergabung dalam technopark secara fisik.
“Para startup bisa mengikuti program pendampingan dan menjadikan virtual technopark sebagai showcase bagi produk-produknya, pengembangan riset-pengembangan, serta masih banyak lagi,” tuturnya.
Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) Teguh Prasetya mengakui, virtual technopark juga akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi semua pihak, yang pada akhirnya membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia.
“Asosiasi mendukung kolaborasi ini agar dapat berkembang lebih jauh dengan virtual technopark menjadi supermarket pengembangan hingga pemasaran berbagai solusi dan talent adi bidang telematika, khususnya berbasis IoT,” ujarnya.
Dengan adanya virtual technopark akan memudahkan para pelaku industri digital dalam membangun portofolio dengan menjadikannya sebagai showcase bagi produk-produk, riset-pengembangan, hingga pemasaran atau mencari investor.
