TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Furnitur Mulai Bangkit, Ini Dukungan Kemenperin

Nurdian Akhmad
21 September 2021 | 09:18
rubrik: Business Info
Industri Furnitur Mulai Bangkit, Ini Dukungan Kemenperin

Jakarta, TopBusiness – Kinerja industri furnitur pada kuartal I-2021mampu bangkit dan tumbuh positif sebesar 8,04 persen setelah pada periode yang sama tahun lalu mengalami kontraksi 7,28 persen karena dampak pandemi covid-19.

Selanjutnya, subsektor industri kayu, barang dari kayu, rotan dan furnitur menyumbangkan sebesar 2,6 persen terhadap pertumbuhan kelompok industri agro.

“Artinya, industri furnitur dan kerajinan terbukti memiliki tingkat resiliensi yang tinggi di saat pandemi,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada pembukaan pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) Virtual Showroom 2021seperti dikutip, Selasa (21/9/2021).

Guna lebih memacu produktivitas dan daya saingnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin)  terus menjaga ketersediaan bahan baku dan mendorong pelaku industri furnitur untuk aktif melakukan inovasi.

Peluang pasar furnitur dan kerajinan yang terus tumbuh, harus didukung dengan penyediaan faktor-faktor produksi yang utama, antara lain bahan baku, modal, dan tenaga kerja.

 Bahan baku industri furnitur dan kerajinan di Indonesia bisa dikatakan cukup melimpah, terutama berasal dari hutan produksi yang memiliki luas 68,8 juta hektare. “Iklim tropis Indonesia juga sangat menguntungkan, berbagai jenis pohon dapat tumbuh dengan cepat,” tutur Agus.

Selain itu, Indonesia merupakan penghasil 80 persen bahan baku rotan dunia, yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra.

Ia mengemukakan, salah satu faktor yang mendongkrak penjualan produk furnitur di saat pandemi, yaitu adanya peralihan atau reorganisasi signifikan belanja rumah tangga masyarakat, dari yang untuk hiburan, pariwisata atau transportasi, menjadi kebutuhan untuk menata dan merenovasi rumah.

 “Bahkan, aktivitas belanja online selama pandemi juga mendukung peningkatan penjualan furnitur, baik memenuhi pasokan pasar domestik maupun ekspor,” imbuh dia.

BACA JUGA:   Bukan Ditekan Ngasal, Industri Drone Didorong via Sertifikasi

 Kemenperin mencatat, nilai ekspor produk furnitur (HS 9401-9403) 2020 menembus US$ 1,91 miliar, meningkat 7,6 persen dari 2019 yang mencapai US$ 1,77 miliar. Negara tujuan ekspor terbesar furnitur Indonesia pada 2020, antara lain adalah Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Belgia, dan Jerman.

 “Daya beli pasar terhadap produk furnitur dan kerajinan yang masih tinggi ini perlu untuk terus kita respons dengan penyediaan akses alternatif promosi produk, salah satunya melalui pameran IFEX Virtual Showroom,” tutur dia.

Pada sektor industri furnitur, saat ini terdapat 1.114 perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan jumlah kapasitas produksi sebesar 2,9 juta ton per tahun dan total tenaga kerja yang terserap sebanyak 143.119 orang.

Tags: Industri furniturkemenperin
Previous Post

Integrasi Pelindo Wujudkan Ekosistem Logistik Nasional yang Produktif dan Efisien

Next Post

Ultah ke-21, Biznet Acara Khusus di Medan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR