TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diproyeksikan Menguat

Agus Haryanto
23 September 2021 | 05:20
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Kamis (23/09/2021), diproyeksikan mengalami penguatan.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via laman samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG Diperkirakan Menguat dengan Dorongan Sentimen Global.

Pada penutupan perdagangan, pasar AS bergerak naik. Indeks Dow Jones naik 1,1%, S&P 500 0,97%, dan Nasdaq 0,95%, pasca pengumuman hasil rapat The Fed. Pimpinan The Fed Jerome Powell mengumumkan bahwa bank sentral AS tersebut akan mulai mengurangi program pembelian surat utangnya mulai bulan November, hingga pertengahan tahun 2022. Selain itu, pasar masih mengamati perkembangan kasus Evergrande setelah perusahaan properti tersebut setuju untuk melakukan pembayaran obligasi domestik, serta aksi bank sentral China yang telah menginjeksi dana ke dalam sistem perbankan Cina untuk menjaga likuiditas pasar.

Dari pasar komoditas, harga minyak Brent menguat 2,11% ke level USD 75,9/bbl. Harga batubara naik 0,28% ke level USD 180.0/ton, nikel -1,24% ke level USD 18.838/Ton, dan CPO naik 3,87% ke level MYR 4.330/ton. Sementara itu, harga emas terpantau melemah 0,32% ke level USD 1,768/toz).

Indeks EIDO ditutup menguat 1,96%, sementara IHSG ditutup 0,8% pada perdagangan kemarin ke level 6.108, dengan net buy asing sebesar Rp 462,6 miliar. Angka net buy asing tertinggi dicatatkan BBRI (Rp 252,9 miliar), BBCA (Rp 183,3 miliar), dan TLKM (Rp 113,5 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BMRI (Rp 43,0 miliar), EXCL (Rp 41,1 miliar), dan ITMG (Rp 31,6 miliar). Top leading movers adalah ARTO, BBCA, dan UNVR sedangkan EMTK, TPIA, dan DCII menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   IHSG Berpotensi Menguat di Awal Pekan

Kasus harian COVID-19 masih melanjutkan tren penurunannya. Terjadi penambahan 2.720 kasus baru pada hari Rabu (Selasa: 3.263 kasus) dengan angka positif sebesar 1,5%. Sejauh ini, telah ditemukan sebanyak 4,2 juta kasus COVID-19 di Indonesia, dengan 4,0 juta pasien sembuh (tingkat pemulihan: 95,4%, kasus aktif: 49 ribu ). Terkait vaksinasi, sejauh ini 82,1 juta orang di Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin (+1,7 juta pada hari Rabu) dan 46,4 juta telah menerima dosis kedua (+643 ribu pada Rabu), 39,4% dari total target.

“Seiring dengan sentimen positif yang datang dari kelanjutan kasus Evergrande serta pergerakan pasar AS yang menguat, kami memperkirakan IHSG akan menguat pada perdagangan hari ini,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Ajak Mahasiswa Berinvestasi Reksa Dana, STAR AM Gelar Webinar ‘Yang Muda yang Kaya’

Next Post

BEI Putuskan Suspensi YPAS

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR