Jakarta, TopBusiness – Membengun transpotasi terintegrasi sudah merupakan tuntutan bagi layanan public bagi penghuni kota modern, dengan terintegrasinya transportasi public di Jabodetabek ini. Kinerja apik antar pepemrintah pusat, Pemerintah Propinsi DKY serta pula sinergi antar BUMN, BUMD serta juga pihak swasta ini merupakan sebuah perpauan yang harmonis, lagi pula dalam pembianyaannya tidak mengunakan angaran APBN dan APBD, seluruh pembiayaannya murni dengan dukungan seluruh sector bisnis yang langsung terlibat, tegas Guberbur DKY Jakarta, Anies Bawaesdan dalam sambutannya.
Kota Jakarta akan memiliki ikon integrasi untuk menjadi identitas baru perkotaan dan ruang publik yang inklusif di Kawasan Berorientasi Transit (KBT) Dukuh Atas, yakni Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) serta Revitalisasi Stasiun Sudirman, secara resmi dicanangkan oleh PT Moda Integrasi Tranportasi Jabodetabek (MITJ) selaku perusahaan patungan BUMN – BUMD sebagai pelaksana pembangunan, dalam salah satu agenda acara Peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek dan disaksikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Erick Thohir, serta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Stasiun Tebet, Jakarta (29/9).
“Mandat yang PT MITJ terima ini sumber dananya tidak berasal dari APBN maupun APBD, sehingga kami berusaha semaksimal mungkin menggunakan creative financing untuk melaksanakan pembangunan JPM ini, namun tidak mengurangi semangat kami untuk menghadirkan fasilitas publik yang nyaman, ramah, dan mengutamakan penggunaan transportasi publik demi masyarakat”, ujar Direktur Utama PT MITJ Tuhiyat dalam laporannya.
Kemudian, JPM yang memiliki visi untuk menjadi “Serambi Temu Dukuh Atas” ini ditargetkan dapat beroperasi Juni 2022, seiring dengan rencana beroperasinya LRT Jabodebek dan akan berfungsi sebagai infrastruktur publik dalam rangka integrasi moda transportasi yang dikembangkan menjadi fungsi lainnya seperti jalur sepeda, retail, exhibition space, dan fasilitas lainnya yang berperan sebagai ruang publik perkotaan yang, interaktif, atraktif, edukatif, rekreatif, dan ramah disabilitas.
“Selain pembangunan kedua infrastruktur tersebut, juga akan ada beberapa pembangunan infrastruktur publik baru pada kawasan yang sama, yaitu: Revitalisasi Waduk Setiabudi Barat, dan Revitalisasi Promenade Kanal Banjir Barat (KBB) yang diharapkan dapat menjadi pemicu regenerasi perkotaan di kawasan Dukuh Atas pada khususnya dan DKI Jakarta pada umumnya,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Top Business.id.
Selain Pencanangan JPM dan Revitalisasi Stasiun Sudirman, beberapa agenda lain juga diresmikan pada acara ini, yakni Sistem Pertiketan dan Tarif Terintegrasi oleh PT Jakarta Lingko Indonesia yang menandai terselesaikannya Fase I yaitu Central Clearing House System/CCHS, dilanjutkan dengan Peresmian Penataan stasiun Tahap 2 yaitu St. Tebet dan St. Palmerah, serta agenda terakhir yakni penandatanganan dokumen Integrasi Transportasi Jabodetabek antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT KAI (Persero).
Kolaborasi besar dari seluruh stakeholders terkait ini diharapkan dapat mewujudkan transportasi terintegrasi yang lebih optimal dan terciptanya fasilitas integrasi fisik kelas dunia yang dapat meningkatkan penggunaan transportasi publik di Jabodetabek.
