Jakarta, TopBusiness—Untuk mendukung transformasi digital bagi UKM, penggunaan API (application programming interface) dengan ketentuan perjanjian transaksi antara pembeli dan penjual langsung masuk ke dalam barisan kode, diperkirakan menjadi populer di kalangan pelaku bisnis di seluruh Asia.
“Sebanyak 82% bisnis di Asia Pacific (APAC) melihat API sebagai komponen penting dari strategi digital mereka di masa depan,” kata ujar Head of Global Transaction Services, PT Bank DBS Indonesia, Jusuf Iwan, secara tertulis kepada media massa padanya harinya ininya.
Sebagai contoh, konektivitas API dengan bank diperkirakan berkembang dalam 12 bulan ke depan, dengan 56% UKM dan 65% perusahaan besar dan perusahaan pasar menengah, ingin menerapkan API dalam hubungan perbankan mereka.
Dalam hal API, Bank DBS Indonesia memperkuat kapabilitas DBS Corporate Banking Digital Solutions dengan meluncurkan produk DBS Max QRIS, sebuah sistem penerimaan digital menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) bagi nasabah korporasi.
DBS Max QRIS menghadirkan teknologi yang disempurnakan untuk kebutuhan penerimaan tagihan dan rekonsiliasi nasabah korporasi, di mana memungkinkan proses transaksi dari pembeli terjadi secara real time hanya dengan memindai untuk membayar (scan and pay).
